Memasukkan zat terlarang di dalam tubuh adalah aktivitas yang tidak bisa dibenarkan. Sebab, hal itu akan mengganggu dan membahayakan tubuh serta nyawa.
Hal itulah yang dialami oleh perempuan ini. Niat hati ingin asyik mabuk-mabukkan, perempuan yang tidak diketahui namanya ini justru memasukkan zat mematikan ke dalam tubuhnya. Ia sampai harus datang ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Beruntung, dua hari setelah dirawat, wanita tersebut selamat. Paru-paru yang sebelumnya bermasalah, kini ia sudah bisa bernapas normal. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
Advertisement
Perempuan Suntikkan Racun Mematikan ke Tubuh
Mengutip dari laman livescience.com, seorang perempuan berusia 37 tahun asal California mendatangi ruang gawat darurat dengan keluhan kram parah dan nyeri otot pada punggung, perut, dan paha.
Dia juga mengalami sakit kepala dan merasa cemas. Denyut nadi, laju pernapasan, dan tekanan darah meningkat. Suhu tubuhnya mencapai 37,5 derajat Celsius.
Pasien yang memiliki riwayat penggunaan heroin itu memberitahu dokter bahwa dia mencoba mabuk dengan menggiling laba-laba janda hitam (genus Latrodectus), mencampurnya dengan 0,35 ons cairan (10 milliliter) air suling, kemudian menyuntikkannya secara intravena.
Gejalanya muncul satu jam setelahnya. Beberapa jam setelah tiba di rumah sakit, wanita tersebut mengalami kesulitan bernapas. Gejala yang dialaminya menjadi sangat parah sehingga ia dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU).
Advertisement
Diagnosis dan Perawatan Dokter
Menurut dokter, gejala pasien dipicu oleh racun laba-laba janda hitam. Racun laba-laba janda hitam dapat mengganggu sinyal dalam sistem saraf, sehingga menyebabkan nyeri otot dan kejang, detak jantung cepat, dan tekanan darah tinggi.
Dalam beberapa kasus, racun ini menyebabkan peradangan yang pada akhirnya dapat membatasi pernapasan. Terlebih, wanita itu menggiling seluruh laba-laba, sehingga ia mungkin telah terpapar dosis yang jauh lebih tinggi dari biasanya.
Dokter memberikan wanita itu larutan kalsium glukonat IV, obat yang dapat membantu meredakan kram otot, tetapi gejalanya tidak membaik secara signifikan. Selanjutnya, ia menerima morfin untuk meredakan nyeri.
Dokter ICU juga berusaha sekuat tenaga untuk mengurangi gejala kesulitan nafasnya dengan tiga kali perawatan albuterol. Obat tersebut dapat melemaskan otot-otot saluran napas dan merupakan pengobatan umum untuk asma.
Pada hari kedua perawatan, pernapasan pasien telah kembali normal, paru-parunya tidak terhalang dan nyeri ototnya hilang. Dokter memindahkannya ke bangsal umum dan ia diperbolehkan untuk pulang.
Rumah sakit memberikan arahan agar wanita itu mengikuti aturan standarnya untuk mengendalikan asmanya dan menyarankan agar ia mengonsumsi steroid oral untuk mengendalikan peradangan yang masih ada.
Diketahui sekitar 2.600 gigitan laba-laba janda hitam dilaporkan setiap tahun terjadi di Amerika Serikat. Gigitan ini biasanya terjadi ketika orang secara tidak sengaja mengganggu laba-laba di dalam atau di dekat jaringnya.
Namun, perempuan asal California itu justru secara sengaja menyuntikkan racun laba-laba ke dalam tubuhnya sendiri sehingga ia harus dirawat di rumah sakit dengan perawatan ekstra.