Leukemia Adalah Kanker yang Menyerang Sel Darah, Pahami Gejala dan Penyebabnya

Selasa, 30 Juni 2020 10:56 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Leukemia Adalah Kanker yang Menyerang Sel Darah, Pahami Gejala dan Penyebabnya Ilustrasi kanker. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Rashevskyi Viacheslav

Merdeka.com - Leukemia adalah jenis kanker yang menyerang sel darah dan sumsum tulang belakang. Leukimia sering juga disebut sebagai kanker darah. Hal ini dikarenakan kanker ini memengaruhi tubuh dalam memproduksi sel darah putih (leukosit).

Kondisi tidak normal tadi menyebabkan sumsum tulang belakang memproduksi sel darah putih secara berlebihan. Kondisi ini mengakibatkan penumpukan dalam sumsum tulang dan mengurangi jumlah sel darah yang sehat.

Secara garis besar, leukemia adalah jenis kanker darah yang membuat tubuh memproduksi sel darah putih secara berlebihan sehingga mengganggu fungsi tubuh dalam melawan infeksi.

Lalu, apa saja gejala dan penyebab yang membuat seseorang menderita leukemia? Berikut informasi selengkapnya dilansir dari laman alodokter dan berbagai sumber:

1 dari 7 halaman

Gejala Leukimia

  • Pembengkakan kelenjar getah bening, biasanya di tenggorokan, ketiak, atau selangkangan.
  • Merasa tidak nyaman di bawah tulang rusuk kiri bawah (yang disebabkan oleh limpa bengkak).
  • Anemia dan gejala yang terkait, seperti kelelahan, pucat di bibir, dan pucat di konjungtiva mata.
  • Kecenderungan untuk memar atau mudah berdarah, termasuk pendarahan dari gusi dan hidung, atau darah dalam tinja atau urine bisa menjadi salah satu gejala leukemia.
  • Rentan terhadap infeksi seperti sakit tenggorokan, atau pneumonia bronkial, yang bisa disertai dengan sakit kepala, demam ringan, sariawan, atau ruam kulit.
  • Kehilangan nafsu makan dan berat badan juga merupakan salah satu gejala leukemia.
  • Jumlah sel darah putih yang sangat tinggi dapat mengakibatkan masalah penglihatan karena pendarahan retina, telinga berdenging (tinnitus), perubahan status mental, ereksi berkepanjangan (priapismus), stroke, ataupun kejang karena pendarahan di otak.
2 dari 7 halaman

Penyebab Leukemia

Secara umum, penyebab leukemia sebenarnya masih belum diketahui secara pasti dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Namun, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab leukimia diantaranya kelainan kromosom, paparan polusi, paparan radiasi, merokok, obesitas, dan lain sebagainya.

Dapat dikatakan jika faktor penyebab leukemia bisa berasal dari faktor eksternal dan internal tubuh. Adapun beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab leukemia adalah:

Paparan Radiasi

Sebuah penelitian menemukan bahwa radiasi dalam jumlah rendah tetap bisa meningkatkan risiko seseorang terkena leukimia. Itulah sebabnya wanita yang sedang hamil sangat tidak disarankan untuk melakukan rontgen atau pemeriksaan sinar X. Hal ini untuk menjaga agar risiko si jabang bayi terkena leukimia bisa ditekan.

3 dari 7 halaman

Benzena

Benzena merupakan senyawa yang bersifat karsinogenik atau senyawa yang bisa menyebabkan kanker. Senyawa kimia ini banyak digunakan dalam produksi obat, plastik, bensin, karet buatan, tinta printer, serta pewarna rambut.

Radon

Unsur kimia dengan sifat radioaktif yang berwujud gas tidak berwarna serta tidak berbau ini, bila terhirup partikel alpha yang dipancarkan radon berpotensi menyebabkan kanker leukimia.

Salah satu sumber produksi Radon datang dari proses pemecahan alami dari uranium. Dalam beberapa kasus, air sumur pun ada yang mengandung Radon.

Jadi, alangkah baiknya selalu pastikan ventilasi rumah memadai dan udara bisa mengalir dengan baik, karena Radon yang lebih berat dari udara biasanya akan mengendap dekat dengan lantai.

4 dari 7 halaman

Rokok

001 yoga tri priyanto

©2018 Kids Cancer Care


Kandungan karsinogen dalam rokok jika diserap oleh paru-paru dan dialirkan melalui pembuluh darah, maka bisa menjadi salah stau faktor penyebab leukemia. Hal ini tentu saja tidak hanya berlaku pada perokok aktif, tetapi juga pada perokok pasif.

Kopi Berlebihan

Konsumsi kopi secara berlebihan dan rutin ternyata juga bisa menjadi faktor penyebab leukemia. Berdasarkan data dari studi French ESCALE tahun 2013 memperlihatkan hasil bahwa meminum lebih dari 2 cangkir kopi setiap hari selama masa kehamilan bisa sedikit meningkatkan risiko bayi terkena leukimia.

Obesitas

Orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas juga memiliki risiko terkena kanker leukemia lebih tinggi. Meski belum ada penelitian lebih lanjut, tidak ada salahnya jika mulai sekarang kita menjalankan pola hidup sehat dengan makan-makanan bergizi serta diimbangi dengan olahraga.

5 dari 7 halaman

Cara Mengobati Leukemia

Pengobatan leukemia sendiri didasarkan pada jenis leukemia yang diderita oleh pasien. Namun, pada dasarnya pengobatan difokuskan untuk menghancurkan sel-sel kanker dan membuat tubuh memungkinkan untuk memproduksi sel darah normal di sumsum tulang belakang.

Leukimia Limfoblastik akut

Cara mengobati leukemia limfoblastik akut (ALL) memiliki 3 langkah yang terdiri atas tahap induksi, konsolidasi, dan pemeliharaan.


Leukimia mieloblastik akut

Pengobatan leukemia mieloblastik akut (AML) didasarkan pada susunan genetik dari sel myeloid normal. Rencana pengobatannya biasanya memiliki 2 langkah yang meliputi induksi remisi dan terapi pasca-remisi.

Terdapat subtipe dari AML disebut promyelocytic leukemia akut, sehingga pasien mendapatkan obat-obatan lain, seperti arsenik trioksida dan obat all-trans retinoic acid (ATRA). Transplantasi sel induk dan kemoterapi juga digunakan ketika leukemia tidak respon terhadap pengobatan atau jika AML kambuh kembali.

6 dari 7 halaman

Leukemia Limfositik Kronis (CLL)

Jenis ini, pasien akan dilakukan terapi radiasi untuk  mengobati kelenjar getah bening yang bengkak karena terlalu banyak limfosit abnormal.

Ketika CLL tidak respon terhadap pengobatan, atau jika kambuh kembali setelah pasien telah reda gejalanya selama beberapa waktu tertentu, cara mengobati leukemia yang seperti ini adalah dengan kemoterapi lebih atau transplantasi sumsum tulang.

Karena pasien CLL tidak bisa melawan infeksi, maka dokter biasanya akan sangat berhati-hati dan waspada jika saja ada tanda-tanda infeksi, seperti pneumonia (infeksi paru) atau infeksi jamur.

7 dari 7 halaman

Leukimia Mieloblastik Kronis

Untuk pasien yang didiagnosis CML pada tahap selanjutnya (fase akselerasi atau fase krisis blast), pengobatan mungkin melibatkan kemoterapi atau tyrosine kinase inhibitor sebelum dilakukannya transplantasi sumsum tulang–guna meningkatkan kemungkinan keberhasilan operasi transplantasi sumsum tulang.

Bagi orang-orang yang baru didiagnosis pada tahap awal CML (fase kronis), tyrosine kinase inhibitor dapat bekerja selama bertahun-tahun. Jika pasien tidak menunjukkan kekambuhan, pasien tidak perlu melakukan transplantasi sumsum tulang. Tetapi jika pasien kambuh, sebaiknya pasien melakukan transplantasi sumsum tulang.

[khu]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini