⁠Kombes Polisi Pimpin Apel Sambil Merokok Anak Buah Ramai Tepuk Tangan, Pertanyakan Kasih Sayang Bawahan pada Pimpinan

Seorang Kombes Polisi pertanyakan kasih sayang bawahannya karena izinkan dirinya pimpin apel sambil merokok.

Muhammad Farih Fanani
Oleh Muhammad Farih Fanani - Reporter
⁠Kombes Polisi Pimpin Apel Sambil Merokok Anak Buah Ramai Tepuk Tangan, Pertanyakan Kasih Sayang Bawahan pada Pimpinan
⁠Kombes Polisi Pimpin Apel Sambil Merokok Anak Buah Ramai Tepuk Tangan, Pertanyakan Kasih Sayang Bawahan pada Pimpinan (Merdeka.com)

Seorang Kombes Polisi di Bali memimpin apel dengan merokok. Aksi tersebut kemudian viral di media sosial dan memancing perhatian publik. 

Sosok perwira Polisi yang merokok sambil memimpin apel tersebut adalah Kombes Pol Daniel Widya Mucharam.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Aksi merokok oleh perwira Polisi saat pimpin apel di Polda Bali itu berawal ketika Kombes Pol Daniel meminta izin kepada anak buahnya, para peserta apel yang sedang berbaris rapi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Permintaan izin tersebut diterima oleh anggotanya dan Kombes Daniel pun langsung mengambil sebatang rokok dan menghisapnya. Namun, hal itu justru membuat Kombes Daniel mempertanyakan kasih sayang bawahannya kepada atasan. Simak ulasannya sebagai berikut.

Perwira Berpangkat Kombes Merokok sambil Pimpin Apel

Perwira Berpangkat Kombes Merokok sambil Pimpin Apel
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sebuah video yang diunggah oleh akun Tiktok @elputranawirasatya memperlihatkan seorang Polisi berpangkat Kombes sedang memimpin apel sambil merokok. Ia adalah Kombes Pol Daniel Widya Mucharam, Karo Rena Polda Bali.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Awalnya, Kombes Daniel saat berdiri di depan untuk memimpin apel meminta izin kepada anggotanya untuk merokok. Ia beberapa kali memastikan bahwa anggotanya mengizinkannya untuk membakar dan mengisap rokok.

“Boleh nggak? Rokokan ya?,” tanya Kombes Daniel sambil membakar ujung batang rokok.

“Boleh nggak? Rokokan ya?,” tanya Kombes Daniel sambil membakar ujung batang rokok.<br>
Dok. Istimewa

Setelah rokok berhasil dibakar, para anggota Polisi yang sedang ikut apel pun langsung memberikan tepuk tangan.

Tanya Provost

Meski benar-benar mengisap rokok, ternyata aksi meminta izin untuk merokok itu hanya sebuah tes yang dilakukan oleh senior kepada bawahannya. Kombes Daniel tidak benar-benar sedang ingin merokok.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Hal itu diketahui saat ia bertanya kepada Provost yang berada di belakangnya, apakah boleh seorang pimpinan merokok sambil memimpin apel.

“Boleh nggak, Pak Provost saya merokok sambil ambil apel?,” tanya Kombes Daniel kepada Propam yang ada di belakangnya.

“Siap, tidak!” ucap Propam dengan tegas.

Pertanyakan Kasih Sayang Bawahan

Pertanyakan Kasih Sayang Bawahan
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Saat mendengar jawaban dari anggota Propam Polda Bali, Kombes Daniel pun mematikan dan membuang batang rokoknya. Ia kemudian mempertanyakan kasih sayang dari bawahannya yang sebelumnya mengizinkannya merokok.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Saya merokok tidak ada larangan. Rekan-rekan semuanya tadi bilang boleh, bahkan bertepuk tangan. Tapi sekarang saya tanya kepada rekan-rekan. Seorang PJU memimpin apel dengan merokok, bagus gak?” tanya Kombes Daniel.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Para anggota yang sedang ikut apel pun menjawab tidak boleh. Hal itu membuat Kombes Daniel mempertanyakan apa yang sudah mereka ucapkan sebelumnya. Ia pun mengatakan bagaimana jika yang dilakukan adalah menjahati orang lain.

“Teman-teman malah tertawa tepuk tangan. Silakan Ndan, merokok saja. Bagaimana kalau misalnya yang saya lakukan itu adalah menjahati orang? Silakan lakukan saja. Karena saya Kombes? Karena saya senior?”

kata Kombes Daniel.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Di mana letak rasa kasih sayang rekan-rekan kepada saya? Saya lebih bangga misalkan pada saat saya tanya, apa boleh saya merokok? Siap, izin komandan, kalau bisa tidak merokok komandan saat mengambil apel,” lanjut Kombes Daniel.

Rekomendasi