Kelakuan Licik Tentara Israel, Menyamar Jadi Muslim lalu Bunuh Pemuda Palestina Tak Bersenjata dengan Sadis
Video detik-detik tentara Israel menyamar pakai jubah dan peci saat serang warga Palestina.
Seorang tentara Israel menggunakan taktik licik untuk menyerang pemuda Palestina tak bersenjata bernama Rami Al-Kakhn. Momen tersebut terekam dalam kamera CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian.
Melansir dari cuitan di akun X @warfareanalysis, membagikan video merekam momen saat dua pemuda Palestina awalnya sedang berada di depan sebuah ruko. Mereka mendadak dikejutkan dengan serangan tiba-tiba dari oleh seorang pria tak dikenal.
Diketahui, jika pria tersebut merupakan pasukan zionis yang menyamar dengan menggunakan atribut seperti layaknya seorang muslim berupa jubah, jenggot palsu, dan kopiah.
Pasukan Israel menggunakan taktik licik tersebut untuk mengelabui warga Palestina agar bisa mengintai dan melakukan serangan dari dekat. Dalam video, terlihat pasukan pendudukan menyerang dari jarak dekat menggunakan pistol.
"Unit Israel menyamar sebagai Muslim yang taat, mengenakan janggut palsu, jubah Islam, & topi, mengeksploitasi penampilan Islami," tulis keterangan.
Dalam keterangan, disebutkan jika dua warga Palestina tersebut telah diincar dari kejauhan. Tentara zionis dikatakan memastikan lebih dulu target bersenjata atau tidak. Setelah merasa aman, mereka lalu melakukan serangan dari jarak dekat.
"Pasukan khusus Israel mengeksekusi pejuang Palestina yang tidak bersenjata, Rami Al-Kakhn setelah memastikan bahwa dia tidak bersenjata. Jika dia bersenjata, mereka akan menggunakan serangan udara," tulis keterangan unggahan.
Tentara Israel Pernah Menyamar Sebagai Pengungsi
Pada tahun 2024 lalu, tentara Israel juga pernah menggunakan taktik licik menyamar sebagai pengungsi dalam operasi pembebasan sandera di Nuseirat, Gaza tengah.
Melansir dari laman Al Jazeera, saksi mengaku melihat satu unit tentara Israel tiba dengan truk yang membawa perabotan dan bertingkah seolah-olah menjadi pengungsi Palestina yang pindah ke sebuah bangunan tempat tinggal di kamp pengungsi Nuseirat.
"Saya melihat unit pasukan khusus. Ada perabotan di dalam kendaraan agar terlihat seperti milik para pengungsi. Tiba-tiba petugas itu keluar dari dua tangga dan masuk ke rumah kami dengan senjata lengkap. Kekacauan meletus dengan tembakan dan ledakan," kata seorang saksi dikutip dari Al Jazeera (11/5).
Diketahui, aksi genosida Israel yang dilakukan selama satu tahun lebih sejak Oktober 2023 telah menghancurkan Jalur Gaza dan merenggut nyawa puluhan ribu warga Palestina di Gaza.
Serangan Israel telah menyebabkan hampir seluruh penduduk wilayah tersebut kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi di tengah blokade yang terus berlanjut hingga mengalami kekurangan makanan, air bersih, serta obat-obatan.
Israel melakukan serangan besar-besaran ke wilayah Palestina sejak 7 Oktober 2023 lalu. Gencatan senjata sempat disepakati. Namun, Israel kembali melancarkan serangan setelah sempat berhenti usai kesepakatan gencatan senjata pada 19 Januari 2025.