Ilmuwan Identifikasi Rupa Wanita Arab Saudi 2000 Tahun Lalu, Begini Penampakannya
Merdeka.com - Para ilmuwan di Arab Saudi berhasil mengidentifikasi penemuan kerangka wanita yang diketahui telah berusia 2000 tahun. Kerangka tersebut ditemukan di situs warisan UNESCO Hegra, di kota kuno Al-Ula, Arab Saudi.
Dugaan dari temuan itu mengerucut pada seorang wanita dari peradaban Nabataean yang dikenal juga sebagai orang Arab kuno sekitar abad ke-6 SM.
Kerangka yang ditemukan di wilayah Arab Saudi membuka kemungkinan adanya peradaban Nabataean di negara tersebut pada zaman dahulu. Bagaimana informasi selengkapnya? Berikut ulasannya.
Kerangka Wanita Arab Saudi 2000 Tahun Lalu

Foto: Royal Commission of AlUla ©2023 Merdeka.com
Mengutip laman Live Science, ilmuwan di Arab Saudi berhasil mengungkap identitas kerangka wanita yang ditemukan pada 2015 lalu.
Para ilmuwan menamainya 'Hinat' berdasarkan prasasti yang diukir di fasad makam. Wanita tersebut ditaksir berusia lebih dari 2000 tahun.
Kerangka wanita ribuan tahun tersebut ditemukan di kota kuno Al-Ula Arab Saudi, tepatnya di sebuah situs warisan dunia UNESCO di Hegra.
Usia wanita Hinat tersebut diperkirakan mencapai 40-50 tahun sampai pada kematiannya. Wanita itu juga memiliki tinggi sekitar 5 kaki, 3 inci atau sekitar 1,6 meter.
Berasal dari Peradaban Nabataean
Hinat diperkirakan berasal dari peradaban kuno Nabataean yang sempat menghuni dataran Arab Selatan hingga ke laut mediterania.
Menurut National Geographic, wanita tersebut hidup sekitar abad ke-6 SM dan berdasarkan bentuk penguburannya, ia berasal dari "status sosial menengah".
Dalam artikel Live Science mengungkapkan bahwa tidak banyak informasi perihal orang-orang Nabataean. Bahkan mereka tidak meninggalkan teks maupun catatan sastra apapun.
Arkeolog Laila Nehmé sempat mengutarakan misinya untuk belajar banyak tentang gagasan alam baka yang dimiliki Nabataean.
"Orang-orang Nabataean adalah sedikit misteri: Kami tahu banyak, tetapi pada saat yang sama kami tahu sangat sedikit karena mereka tidak meninggalkan teks atau catatan sastra apa pun," ucap Laila Nehmé.
"Menggali makam ini adalah kesempatan bagus untuk belajar lebih banyak tentang gagasan mereka tentang alam baka," tambahnya.
Ilmuwan Rekonstruksi Ulang Wajah

Foto: Royal Commission of AlUla ©2023 Merdeka.com
Tim ahli internasional mencoba merekonstruksi wajah wanita tersebut menggunakan ilmu forensik dan paleopatologi (studi penyakit orang kuno) menggunakan metode computerized tomography (CT scan) dan printer 3D.
Penggunaan metode tersebut ditujukan untuk membuat perkiraan silikon dari seorang wanita dengan kulit gelap. Rambut wanita tersebut juga sebagian tertutup syal.
Para ilmuwan juga masih kesulitan menggambarkan rupa Hinat secara spesifik karena kurangnya catatan tertulis dan genetik. Mereka menggunakan data arkeologi untuk melihat bagaimana wanita dari peradaban itu mungkin berpakaian maupun potongan-potongan kain yang ditemukan di penguburannya.
Saat ini penggambaran rupa wajah wanita Hinat dipajang tak jauh dari lokasi ditemukannya di Hegra Welcome Center di Al-Ula, Arab Saudi.
(mdk/thw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya