Persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), sebanyak 334 personel sniper gabungan dari tiga matra TNI, yaitu TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Laut (AL), dan TNI Angkatan Udara (AU), tengah siap-siap mengenakan Ghillie Suit di Monas, Jakarta. Para sniper ini akan berpartisipasi dalam demonstrasi militer yang digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan.
Komandan Batalyon Sniper Gabungan TNI, Letkol Yudha Bakti, menyampaikan bahwa seluruh pasukan sniper akan tampil mengenakan ghillie suit, yaitu pakaian kamuflase khusus yang biasa digunakan oleh penembak runduk untuk menyatu dengan lingkungan.
"Sebanyak 334 personel sniper dari seluruh matra TNI siap tampil. Mereka mengenakan ghillie suit dan menggunakan senjata buatan dalam negeri maupun luar negeri," ujar Letkol Yudha saat seperti dikutip dari kanal YouTube halo biru Senin (6/10).
Salah satu senjata andalan yang digunakan oleh para sniper adalah DMR (Designated Marksman Rifle) buatan Pindad, yang disebut sebagai keluaran terbaru dari industri pertahanan nasional.
"Ini senjata buatan Pindad, DMR keluaran terbaru," kata dia.
Meski harus berlatih dalam kondisi cuaca panas dan mengenakan perlengkapan berat, Letkol Yudha menekankan pentingnya latihan demi kesiapan dan ketangguhan pasukan.
"Latihan supaya kita terbiasa. Panas memang, tapi untuk sebuah perjuangan tidak ada yang panas," ujarnya sambil tersenyum.
Ia pun menggambarkan tantangan cuaca yang ekstrem selama latihan dengan candaan yang menggambarkan ketangguhan mental para prajurit.
"Enggak, aman, enjoy. Tapi ya, panasnya… enggak ada tandingannya, sama kayak neraka,” ucapnya sembari tertawa.
Demonstrasi militer dari pasukan sniper ini diharapkan menjadi salah satu atraksi yang paling dinanti dalam perayaan HUT ke-80 TNI.
Advertisement