Doa Nikah Bagi Mempelai Pria dan Wanita dalam Agama Islam, Lengkap Disertai Artinya
Merdeka.com - Doa nikah penting untuk diketahui kedua mempelai saat melangsungkan pernikahan. Pernikahan sendiri merupakan janji dari Allah SWT untuk memasangkan setiap laki-laki dengan seorang wanita. Adapun firman Allah tersebut berbunyi sebagai berikut,
"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah," (QS. Az-Zariyat: 49).
Pernikahan bukan hanya menjadi bukti janji Allah SWT terhadap umat-Nya tersebut nyata. Namun, hendaknya juga menjadi bukti betapa kita sebagai umat Islam percaya dan taat terhadap perintah Allah SWT. Semua hal tersebut juga tertuang dalam firman Allah yang berbunyi,
"Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasang-pasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah." (QS. Al Fathir: 11).
Baca juga: Doa Pengantin Agar Harmonis Dan Juga Samawa
Maka dari itu, membaca doa nikah selama melangsungkan proses akad nikah dapat menjadi amalan yang baik untuk mengingat Allah SWT. Simak beberapa doa nikah yang dapat diamalkan oleh kedua mempelai hingga tamu undangan, dilansir dari berbagai sumber, Kamis (4/11/2021).
Tujuan Pernikahan Sesuai Syariat Islam
1. Mengikuti Sunnah NabiTujuan pernikahan yang pertama adalah mengikuti sunnah Rasulullah. Rasulullah SAW menyebut jika pernikahan merupakan salah satu sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan.
"Menikah adalah sunnahku, barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku, bukan bagian dariku. Maka menikahlah kalian, karena aku bangga dengan banyaknya umatku (di hari kiamat)." (HR. Ibnu Majah)
2. Memperoleh Pahala IbadahSelain mengikuti sunnah Rasulullah, menikah juga bertujuan untuk memperoleh pahala dari Allah SWT. Sebab, pernikahan sendiri merupakan ibadah yang bernilai pahala. Berikut firman dari Allah SWT,
"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya". (QS. An-Nur: 32)

©Pexels/Irina Iriser
3. Memperoleh KetenanganMelalui pernikahan, umat Islam senantiasa diharapkan untuk mendapatkan kedamaian dan ketenangan dari rumah tangganya. Hal ini pun tercantum dalam Alquran dengan bunyi sebagai berikut,
"Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia ciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang." (QS al-Rum [30]: 21).
4. Memiliki KeturunanSelain itu, pernikahan juga bertujuan untuk mendapatkan serta mendidik keturunan menjadi generasi emas dan taat dengan agama Islam. Adapun firman Allah tersebut berbunyi sebagai berikut,
"Allah menjadikan kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?." (QS. An-Nahl ayat 72).
Hukum Menikah Bagi Muslim
Dalam agama Islam, pernikahan merupakan salah satu bentuk dari ketaatan seorang muslim kepada perintah dan takdir yang telah digariskan Allah kepadanya. Jika seorang muslim merasa telah mampu untuk menikah, maka dianjurkan untuk segera melangsungkan pernikahan. Hal itu sebagaimana tertuang dalam firman Allah yang berbunyi sebagai berikut,
"Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia ciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang." (QS al-Rum: 21).
Rasulullah juga bersabda, seorang muslim yang melangsungkan pernikahan akan mendapatkan ridho dari Allah SWT karena termasuk suatu ibadah. Hukum dari pernikahan sendiri menjadi wajib tatkala seorang muslim dihadapkan beberapa hal seperti nafsu yang mendesak hingga ditakutkan ia akan terjerumus ke dalam perzinahan.
Doa Nikah

©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Karen Grigoryan
Untuk mengingat Allah SWT selama pernikahan, terdapat beberapa doa nikah yang dapat dilafalkan bagi pengantin maupun tamu undangan. Adapun beberapa doa nikah tersebut yakni sebagai berikut,
Doa Nikah Oleh TamuPernikahan umumnya akan dihadiri tamu, baik sebagai saksi pernikahan ataupun kerabat mempelai. Adapun doa yang sepatutnya dilafalkan oleh tamu bagi pengantin yakni sebagai berikut,
"Bârakallâhu likulli wâhidin minnâ fî shâhibihi. Allahumma innî as' aluka khairahâ wa khaira mâ jabaltahâ 'alaihi wa a’ûdzu bika min syarrihâ wa min syarri ma jabaltahâ 'alaihi".
Artinya:
"(Semoga) Allah memberkahi masing-masing dari kita dengan pasangannya. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebaikannya dan kebaikan pasangannya, dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan pasangannya".
Doa Nikah Setelah Akad Nikah
Bagi mempelai, terdapat doa yang sepatutnya dilafalkan. Berikut bacaaannya,
"Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih."
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya".
Doa Nikah Bagi Mempelai Pria

©Pexels/Emma Bauso
Bagi mempelai pria, terdapat salah satu doa nikah yang dapat diucapkan setelah akad nikah. Berikut bacaannya,
"Bârakallâhu laka, wa bâraka ‘alaika, wa jama‘a bainakumâ fî khairin wa ‘afiyah".
Artinya:
"Semoga Allah SWT memberi berkah untukmu. Semoga Allah menurunkan kebahagiaan atasmu. Semoga Allah SWT menyatukan kamu berdua dalam kebaikan dan ‘afiyah".
Doa Nikah untuk Malam Pertama
Bagi mempelai, malam pertama menjadi hal yang dinantikan. Namun, ada baiknya untuk melafalkan doa nikah untuk malam pertama terlebih dahulu. Berikut doanya,
"Allâhumma innî as’aluka khairahâ wa khairamâ jabaltahâ alaih. Wa a‘ûdzubika min syarrihâ wa syarrimâ jabaltahâ alaih".
Artinya:
"Tuhanku, kepada-Mu aku memohon kebaikan istriku dan kebaikan sifat yang Kau ciptakan untuknya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan istriku dan keburukan sifat yang Kau ciptakan untuknya".
(mdk/mta)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya