Dihidupkan lagi oleh AI, Potret Nyata Raden Wijaya Temukan Buah Maja Cikal Bakal Nama Majapahit & Perang Bareng Tentara Mongol

Begini penggambaran awal mula Majapahit versi AI dan pemberontakan Raden Wijaya terhadap pasukan Mongol.

Thomas
Oleh Thomas - Reporter
Dihidupkan lagi oleh AI, Potret Nyata Raden Wijaya Temukan Buah Maja Cikal Bakal Nama Majapahit & Perang Bareng Tentara Mongol
Dihidupkan lagi oleh AI, Potret Nyata Raden Wijaya Temukan Buah Maja Cikal Bakal Nama Majapahit & Perang Bareng Tentara Mongol (Instagram @ainusantara)

Kerajaan Majapahit berdiri atas inisiasi Raden Wijaya yang telah berkhianat terhadap pasukan Kubilai Khan yang telah membunuh Jayakatwang.

Bila ditarik ke belakang, hubungan antara Jayakatwang dan Raden Wijaya memanas usai adanya pemberontakan dari Jayakatwang terhadap Kertanegara dan Kerajaan Singasari.

Penggambaran berdirinya Majapahit pun berhasil divisualisasikan oleh Artificial Inteligence (AI) yang akan membawa kita kembali ke masa awal Majapahit.

Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @ainusantara, Raden Wijaya yang baru mengalahkan Jayakatwang lewat bantuan pasukan Mongol, justru berkhianat kepada meraka.

Seperti apa gambaran selengkapnya versi AI? Simak informasi berikut ini.

Dihidupkan lagi oleh AI, Potret Nyata Raden Wijaya Temukan Buah Maja Cikal Bakal Nama Majapahit & Perang Bareng Tentara Mongol
Dihidupkan lagi oleh AI, Potret Nyata Raden Wijaya Temukan Buah Maja Cikal Bakal Nama Majapahit & Perang Bareng Tentara Mongol Instagram @ainusantara

Jauh sebelum Majapahit berdiri, Kerajaan Singasari menjadi salah satu Kerajaan terbesar di Pulau Jawa. Pada saat itu Singasari di bawah kekuasaan Raja Kertanegara.

Kejayaan Singasari hancur akibat serangan pemberontakan yang dilakukan oleh Bupati Gelanggelang bernama Jayakatwang.

Raden Wijaya yang kala itu diutus oleh Kertanegara untuk mengadang pasukan di sebelah utara ternyata mendapat serangan besar di bagian selatan.

Raden Wijaya pun memutuskan kembali ke istana sampai akhirnya ia melihat kondisi istana porak poranda dan Raja Kertanegara telah terbunuh.

Arya Wiraraja memberikan saran supaya Raden Wijaya berpura-pura menyerah demi mendapat kepercayaan.

Jayakatwang pada akhirnya percaya dan memberikan wilayah kekuasaan di daerah Alas Terik untuk dibuat pedukuhan yang kelak bernama Majapahit.

Nama Majapahit diambil dari dua kata yaitu Maja dan Pahit yang berarti "buah maja yang berasa pahit". Alasannya karena pada saat itu banyak ditemukan buah maja di wilayah tersebut.

Pasukan Majapahit dibantu prajurit Arya Wiraraja membabat alas dan mendirikan pedukuhan. Wijaya menantikan waktu untuk membalas dendam kepada Jayakatwang demi merebut tahta Singasari.

Dihidupkan lagi oleh AI, Potret Nyata Raden Wijaya Temukan Buah Maja Cikal Bakal Nama Majapahit & Perang Bareng Tentara Mongol
Dihidupkan lagi oleh AI, Potret Nyata Raden Wijaya Temukan Buah Maja Cikal Bakal Nama Majapahit & Perang Bareng Tentara Mongol Instagram @ainusantara

Pemerintahan Kertanegara dan Singasari hanya bertahan hingga tahun 1292. Setahun setelahnya, datang pasukan tentara Khubilai Khan yang terkenal kuat untuk menghukum Kertanegara karena telah melukai utusan Mongol (Tartar).

Pada saat itu, pasukan Mongol baru mengetahui bahwa Kertanegara telah dibunuh oleh Jayakatwang.

Mengetahui momentum yang tepat, Raden Wijaya berniat memperdaya pasukan Mongol yang baru tiba di Pelabuhan Canggu demi bisa merebut kekuasaan Singasari kembali.

Seperti dalam video AI, Raden Wijaya meminta bantuan pasukan Mongol untuk menyerang Jayakatwang. Dirinya berjanji akan tunduk pada Kerajaan Mongol jika mampu menang.

Pada saat itu Raden Wijaya dan tentaranya bersama pasukan Mongol berhasil memenangkan peperangan dan membunuh Jayakatwang sekaligus menghancurkan Kraton Daha.

Dihidupkan lagi oleh AI, Potret Nyata Raden Wijaya Temukan Buah Maja Cikal Bakal Nama Majapahit & Perang Bareng Tentara Mongol
Dihidupkan lagi oleh AI, Potret Nyata Raden Wijaya Temukan Buah Maja Cikal Bakal Nama Majapahit & Perang Bareng Tentara Mongol Instagram @ainusantara

Penggambaran AI lainnya adalah saat Raden Wijaya berpura-pura memberikan upeti kepada Kaisar Kubilai Khan di Majapahit.

Tak hanya itu, Raden Wijaya juga menikmati jamuan bersama sekaligus merayakan pesta kemenangan.

Namun, Raden Wijaya menyusun rencana untuk menghabisi pasukan Mongol. Dengan membawa pasukan yang jauh lebih besar, Raden Wijaya memimpin pasukan dan menyerbu tentara Mongol.

Alhasil banyak pasukan Mongol yang kalang kabut menghadapi serangan mendadak dari Raden Wijaya dan Majapahit. Banyak pasukan mereka yang tewas dan sisanya melarikan diri.

Panglima perang Mongol yang datang ke Pulau Jawa juga melarikan diri menuju pesisir utara (Ujunggaluh). Mereka berlayar selama 68 hari dan kembali ke Cina (Chuan-chou).

Pasukan Mongol yang dikenal kuat dan tak pernah kalah dari bangsa-bangsa di dunia itu pun dikalahkan Raden Wijaya dan pasukannya.

Rekomendasi