Cari Tahu Syarat dan Gaji Magang di Jepang Beserta Tahapan Seleksinya
Merdeka.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan kembali memperkuat kerjasama di bidang kompetensi sumber daya manusia (SDM) dengan International Manpower Development Organization Japan (IM) Japan di Tokyo, Jepang, Rabu (3/5) waktu setempat.
Menaker Ida Fauziyah menandatangani pembaruan Memorandum of Understanding (MoU) untuk mengakomodir program pemagangan di Jepang yang telah berlangsung lama.
Ida Fauziyah menekankan tiga hal yang menjadi fokus utama. Pertama memastikan jaminan perlindungan terhadap peserta pemagangan. Kedua, terkait dengan remunerasi atau kompensasi finansial yang layak bagi peserta magang. Dan ketiga, meminimalkan beban finansial yang harus ditanggung calon peserta pemagangan pada waktu prapemberangkatan.
Program magang di Jepang menjadi salah satu program peningkatan kapasitas SDM Indonesia. Program ini menjadi salah satu yang populer dan ramai diikuti masyarakat Indonesia. Lalu apa saja syarat dan tahapan seleksinya beserta gaji?
Dilansir dari berbagai sumber, Jumat (5/5) berikut adalah syarat dan gaji beserta tahapan seleksi magang di Jepang.
Kerja Sama Indonesia Jepang Selama 30 Tahun
Menaker Ida Fauziyah mengatakan bahwa program pemagangan antara Indonesia dan Jepang sudah terjalin selama 30 tahun. Hingga saat ini ada 43.617 pemuda Indonesia yang telah diberangkatkan dan 39 ribu di antaranya msih aktif mengikuti magang di Jepang.
Pengadaan progam magang akan memberikan dampak besar bagi pengembangan diri peserta magang maupun bagi perekonomian nasional.
“Banyak manfaat yang diperoleh dari program pemagangan. Banyak alumni pemagangan setelah kembali ke Indonesia bekerja di perusahaan Jepang di Indonesia, dan banyak juga alumni pemagangan yang memiliki usaha sendiri,” jelas Ida Fauziyah.
Sampai saat ini para alumni pemagangan ada yang menjadi pengusaha dan membentuk organisasi sendiri dengan nama Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI).
Diharapkan nantinya program pemagangan akan memberikan bekal ilmu dan insentif untuk para peserta. Selain itu peserta juga diharapkan akan menumbuhkan rasa semangat untuk berwirausaha dan berperan dalam menggerakkan perekonomian nasional.
Apa Itu Program Magang di Jepang?
Program magang di Jepang ditujukan bagi semua Warga Negara Indonesia (WNI) dengan ijazah minimal SMA/SMK. Program ini menjadi incaran karena prospek karier dan gaji yang besar dibanding di negara lain.
Program ini dibawah langsung Kementerian Ketenagakerjaan dan dikelola langsung oleh lembaga penyalur tenaga kerja dan dinas tenaga kerja provinsi.
Program magang Indonesia-Jepang merupakan bentuk kerjasama Kemnaker dengan The Internasional Manpower Development Organization Japan (IM Japan).
Guna mendapatkan semua informasi pendaftaran magang, masyarakat dapat mencari melalui dinas tenaga kerja di setiap provinsi.
Syarat Magang di Jepang
Informasi syarat mengajukan peserta magang di Jepang dapat diakses di laman resmi dinas ketenagakerjaan provinsi. Peserta dapat mencari tahu melalui dinas terdekat dengan domisili calon peserta.
Dikutip dari laman resmi nakertrans.sumbarprov.go.id, berikut adalah syarat administrasi magang di Jepang.
Syarat khusus program reguler magang di Jepang
Syarat magang di Jepang asisten perawatan lansia (program caregiver)
Tahap Seleksi Magang di Jepang
Bagi anda yang berminat mengikuti program magang di Jepang, berikut adalah tahapan seleksi yang akan diikuti sebelum dinyatakan lulus dan diberangkatkan ke Jepang.
1. Seleksi administrasi
Seleksi administrasi akan dilakukan langsung oleh petugas Disnakertrans saat peserta mendaftar.
2. Tes matematika dasar
Tes ini akan diadakan oleh tim pusat IM Japan dengan sebanyak 20 soal dengan waktu pengerjaan 15 menit. Standar kelulusan peserta dalam tes matematika dasar adalah mampu minimal menjawab dengan benar 14 soal.
3. Tes kesamaptaan tubuh
Tinggi badan minimal 160 cm dan berat badan minimal 50 kg. Tidak cacat tubuh, organ tubuh, bertato, dan bertindik.
4. Tes kesehatan fisik
Tes kesehatan dilakukan dengan lari 3.000 meter dengan waktu 15 menit, selain itu push up 35 kali dan sit up 25 kali.
5. Tes wawancara
Tes wawancara dilakukan untuk mengukur performance, wawasan, pengetahuan umum, kemampuan verbal, pengertian program, dan pengecekan berkas asli.
6. Medical check up tahap 1
Dilakukan oleh rumah sakit, klinik, dan laboratorium yang disahkan oleh Kemenaker RI dan IM Japan dengan meliputi pemeriksaan darah, urin, mata, feses, paru-paru, narkoba, dan HIV/AIDS.
7. Pembekalan bahasa dan budaya Jepang
Dilakukan di daerah masing-masing dengan kursus LPKS dengan biaya sendiri.
8. Tes bahasa Jepang
Dalam tes bahasa Jepang dapat dilakukan remidi hingga 3 kali. Tes ini akan menilai keahlian bahasa Jepang peserta melalui hiragana, katakana, kata benda, kata kerja, dan kata sifat dengan standar kelulusan 80 persen. Selain itu jga ada tes bahasa Jepang pembelajaran 1-12 kata sifat dengan standar kelulusan 75 persen.
9. Pelatihan pra pemberangkatan tahap 1
Dilaksanakan di Dinas provinsi Lama pelatihan 2 bulan 10 hari Ruang belajar dan instruktur ditanggung oleh Disnakertrans Semua biaya ditanggung Kemnaker RI Peserta membawa dokumen administrasi
10. Medical check up tahap 2
Bagi peserta yang lulus medical check up tahap 1 akan melanjutkan pada medical check up tahap 2.
11. Pelatihan pra pemberangkatan tahap 2
Dilaksanakan di BBPPK & PKK Lembang, Jawa Barat dengan lama pelatihan selama 2 bulan 2 minggu. Semua biaya ditanggung Kemnaker RI dan peserta diwajibkan membawa dokumen administrasi.
12. Pengurusan paspor dan visa
Pengurusan paspor dan visa dilakukan setelah calon peserta kerja magang dinyatakan lulus medical check up tahap 1 dengan ketentuan paspor 48 halaman dan masa berlakunya 5 tahun.
Pembagian Waktu Magang di Jepang
Program magang di Jepang dilakukan dengan durasi 3-5 tahun. Peserta wajib mengikuti beberapa tahap sebelum terjun ke dunia kerja.
- Program pemagangan bulan pertama di Jepang (kensushei) atau training kerja. Peserta akan berada satu bulan penuh di training center
- Program pemagangan bulan ke-2 sampai dengan ke-12 adalah masa pantau dan evaluasi kompetensinya. Tahap ini juga akan menjadi penentu peserta untuk melanjutkan ke tahap berikutnya dengan syarat harus lulus ujian yang diadakan pada akhir tahun pertama.
- Program pemagangan bulan ke-2 sampai dengan selesai disebut technical interm training (Jissushei). Peserta akan masuk dalam tahapan praktek kerja lapangan.
Gaji Magang di Jepang
Bulan pertama (Kenshushei)Peserta magang di Jepang akan mendapat tunjangan (gaji) sebesar 80.000 Yen (sekitar Rp 8.000.000)/bulannya. Pada masa ini peserta belum diperbolehkan untuk lembur.
Bulan ke-2 sampai dengan ke-24 sebagai JisshuseiPeserta magang akan menerima gaji 90.000 Yen (sekitar Rp 9.000.000) setiap bulannya dan sudah diperbolehkan lembur
Bulan ke-25 sampai dengan ke-36 sebagai JisshuseiPeserta magang di Jepang minimal akan menerima gaji 100.000 Yen (sekitar Rp 10.000.000) setiap bulannya dan sudah diperbolehkan lembur.
Peserta yang berhasil menyelesaikan program kerja magang di Jepang akan diberikan penghargaan berupa:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya