Apa Itu Sesar Lembang? Ketahui Karakter hingga Sejarah Aktivitasnya

Kamis, 24 November 2022 12:30 Reporter : Mutia Anggraini
Apa Itu Sesar Lembang? Ketahui Karakter hingga Sejarah Aktivitasnya Sesar Lembang. ©2021 Wikipedia/editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Seperti yang diketahui, bumi terdiri dari beberapa lapisan yang membentuk daratan. Dari sejumlah lapisan tersebut, salah satunya yakni diketahui memiliki aktivitas yang cukup signifikan bagi kehidupan manusia di permukaan bumi.

Indonesia sendiri misalnya. Tercatat, negara yang terbentang dari Sabang hingga Merauke tersebut memiliki aktivitas tektonik yang cukup tinggi. Hal tersebut tak lain berasal dari patahan sesar yang terus bergerak.

Salah satu yang masih terus aktif ialah Sesar Lembang. Namun, sebenarnya apa itu Sesar Lembang? Singkatnya, Sesar Lembang adalah patahan yang terletak di dataran tinggi Lembang, Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Terpantau oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Sesar Lembang memiliki sejumlah karakteristik tersendiri yang menjadi pembeda di antara patahan lainnya. Sementara itu, Sesar Lembang pun telah beberapa kali menunjukkan aktivitasnya yang cukup besar di masa lampau.

Melansir dari berbagai sumber, Kamis (24/11/22), berikut ulasan selengkapnya untuk Anda mengenai apa itu Sesar Lembang hingga karakter beserta sejarah aktivitas tektoniknya yang perlu diketahui.

2 dari 7 halaman

Apa Itu Sesar Lembang?

Apa itu Sesar Lembang? Sesar Lembang atau patahan Lembang merupakan salah satu istilah yang terdengar cukup familiar bagi masyarakat Tanah Pasundan hingga seluruh tanah air. Dalam bahasa Sunda, Sesar Lembang juga seringkali disebut dengan "Lepat Lembang".

Menurut catatan yang diperoleh merdeka.com, Sesar Lembang adalah sebuah patahan aktif yang berlokasi tepat di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Dalam aktivitasnya, Sesar Lembang mengalami pergeseran dan pertemuan dengan Sesar Cimandiri yang terletak di Padalarang.

gambar sesar mengelilingi indonesia

Dokumen BMKG

Lalu apa itu Sesar Lembang dan jaraknya? Diketahui, Sesar Lembang memiliki panjang sekitar 29 km yang membentang dari kawasan Padalarang hingga Jatinangor. Sesuai dengan karakternya, Sesar Lembang terdiri dari dua bagian.

Di antaranya yakni Segmen barat dan Segmen timur. Kedua bagian ini menjadi salah satu penyebab gempa yang terjadi di kawasan Lembang dapat berlangsung dengan skala yang cukup berbeda.

Dalam beberapa catatan kegempaan, pusat episentrum kerap terdeteksi di area bentangan sesar tersebut. Sejak 1963 Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan terhadap Sesar Lembang.

Meski demikian, Sesar Lembang dideteksi terus mengalami kecepatan pergerakan yang selalu berubah dari waktu ke waktu. Disebut, Sesar Lembang memiliki pergerakan yang tidak sempurna lantaran setiap segmennya cenderung mempunyai karakter tersendiri.

3 dari 7 halaman

Mengenal Karakter Sesar Lembang

Setelah mengetahui apa itu Sesar Lembang, maka hal selanjutnya yang perlu dipahami ialah mengenai karakteristik dari Sesar Lembang. Karakteristik Sesar Lembang tersebut diketahui berdasarkan data aktivitas serta catatan sejarahnya di masa lampau hingga saat ini.

Adapun beberapa karakteristik dari Sesar Lembang tersebut antara lain sebagai berikut.

1. Cenderung Bergerak 3 MM Setiap Tahun

Kendati dikenal aktif, Sesar Lembang hanya memiliki pergerakan yang terbilang kecil, yakni hanya 3 MM per tahun. Menurut Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dilansir dari Antara, Sesar Lembang telah bergerak secara terus menerus dan pergerakan terbesar sepanjang 460 meter seiring terjadinya gempa bumi lokal.

"Pergerakan Sesar Lembang tidak selalu horizontal atau miring, ada juga pergerakan ke atas. Proporsinya masing-masing 80 persen ke kiri dan 20 persennya ke atas atau vertikal." terangnya seperti dikutip dari Merdeka.com

4 dari 7 halaman

2. Kerap Memicu Aktivitas Gempa Lokal

sesar lembang
©2021 Wikipedia/editorial Merdeka.com

Selain itu, Sesar Lembang juga diketahui kerap memicu aktivitas gempa lokal di wilayah Bandung dan sekitarnya.

Hal tersebut berdasarkan riwayat kegempaan terakhir yang terjadi pada 28 Agustus 2011 dengan kekuatan gempa 3,3 magnitudo dengan kedalaman yang sangat dangkal. Sehingga mengakibatkan dampak signifikan, merusak 384 rumah warga di Kampung Muril, Kabupaten Bandung Barat.

Kemudian gempa pada 14 dan 18 Mei 2017 dengan Magnitudo 2,8 and 2,9 yang dampaknya dirasakan dalam skala intensitas II-III MMI, namun tidak ada kerusakan berarti.

"Bukan berarti sebelum 2008 di Sesar Lembang tidak terdapat aktivitas gempa. Jarangnya aktivitas gempa saat itu karena sensor gempa belum sebanyak seperti sekarang, sehingga beberapa aktivitas gempa lokal dengan magnitudo kecil tidak terekam dengan baik," kata Daryono dilansir dari Antara.

5 dari 7 halaman

3. Tercatat Berkekuatan Aktif hingga 6,8 SR

Sesar Lembang diketahui menyimpan potensi kegempaan yang cukup tidak terduga. Daryono mengungkap, jika aktivitas kegempaan dari Sesar Lembang tak bisa ditebak.

Menurutnya salah satu yang harus diwaspadai dari aktivitas kegempaannya adalah keadaannya yang tenang. Sehingga dikhawatirkan adanya aktivitas pengumpulan energi dan suatu saat bisa melepaskan potensi maksimal magnitudo aktif hingga 6,8 - 6,9 SR.

"Kapan gempa kuat akan terjadi, tidak seorang pun ada yang tahu," kata Daryono, Kamis (27/1/2021) seperti dilansir dari Liputan6.

6 dari 7 halaman

4. Terus Melakukan Pergerakan Aktif

sesar lembang
©2021 Merdeka.com

Sementara itu, karakteristik Sesar Lembang yang berikutnya yakni masih terus melakukan pergerakan aktif. Menurut data yang diperoleh Merdeka.com, aktivitas kegempaan berskala kecil terus terjadi sejak 2009 silam.

Dalam jurnal yang dipublikasikan di Geoscience Letters, selama periode 2009-2015 terdapat empat kejadian gempa yang teridentifikasi di sepanjang jalur Sesar Lembang melalui jaringan sensor gempa regional milik BMKG.

Kemudian, dalam penelitian yang dilakukan Afnimar dkk. (2015) juga menunjukkan akan adanya aktivitas gempa di jalur Sesar Lembang. Hasil penelitian menggunakan data seismik dari empat stasiun seismik temporer BMKG selama periode Mei 2010 hingga Desember 2011 itu mencatat sembilan kali kejadian gempa di Sesar Lembang.

7 dari 7 halaman

Sejarah Aktivitas Besar Sesar Lembang

Dalam sejarahnya, Sesar Lembang pernah menyebabkan gempa bumi dengan magnitudo besar. Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi sejarah pergerakan lempeng tektonik di Indonesia.

Diketahui, gempa besar tersebut sempat terjadi pada abad ke-15 masehi. Diperkirakan, gempa yang disebabkan oleh Sesar Lembang tersebut berlangsung sekitar tahun 1600 dan berpotensi terulang dalam periode 500 tahun.

001 raynaldo ghiffari lubabah
©2019 Merdeka.com

Terkait hal tersebut pemantauan pun terus dilakukan, hingga pada 2008 sistem pantau terus diperbaiki dengan menambah sensor kegempaan modern.

"Pada 2019, BMKG memasang 16 sensor seismik periode pendek lebih rapat untuk melengkapi 19 seismograf frekuensi lebar yang sudah dipasang di Jawa Barat dan Banten. Sensor gempa yang sengaja dipasang "mengepung" jalur Sesar Lembang, Cimandiri, dan Baribis itu dipasang untuk keperluan operasional dan kajian sesar aktif." tambahnya

[mta]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini