Amerika Serikat Ternyata Gagal Bunuh Komandan Pasukan Khusus Iran

Minggu, 12 Januari 2020 12:28 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Amerika Serikat Ternyata Gagal Bunuh Komandan Pasukan Khusus Iran Donald Trump. ©2019 AFP Photo

Merdeka.com - Tak banyak yang tahu, Amerika Serikat rupanya gagal membunuh komandan pasukan khusus Iran. Abdul Reza Shahlai, diketahui sebagai pejabat militer Iran terkuat kedua setelah Jenderal Soleimani.

Serangan yang dilakukan bersaman dengan terbunuhnya Jendral Soleimani ini gagal menjalankan misinya. Amerika Serikat diketahui menargetkan beberapa pejabat tinggi Iran termasuk Jenderal Soleimani dan Abdul Reza Shahlai.

Langsung saja simak ulasan informasi yang dihimpun dari The New York Times berikut ini.

1 dari 7 halaman

Petinggi Militer Iran yang Gagal Dibunuh AS

Rupanya, di balik terbunuhnya Soleimani, ada kegagalan yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat. Dikutip dari The New York Times, Minggu (12/1), serangan udara yang gagal di Yaman rupanya ditujukan pada Abdul Reza Shahlai, seorang pejabat dengan Pasukan Quds Iran. Selain itu, Abdul Reza Shahlai juga diketahui sebagai pengelola pembiayaan milisi regional yang didukung oleh Iran.

 /></p>
<p style=AFP PHOTO/AHMAD AL-RUBAYE

"Militer Amerika tidak berhasil mencoba membunuh seorang pejabat senior militer Iran di Yaman," kata pejabat Amerika Serikat seperti yang dikutip dari The New York Times, Rabu (12/1).

2 dari 7 halaman

Abdul Reza Shahlai Jadi Target Pembunuhan Sebelum Soleimani

Tak banyak yang tahu, Shahlai dan Soleimani menjadi dua dari beberapa pejabat Iran yang ditargetkan pemerintah Amerika Serikat. Bukan tanpa alasan, pemerintah menargetkan mereka sebagai upaya menghentikan serangan di situs-situs Amerika yang didukung oleh Iran. Tak hanya itu, penargetan tersebut juga sebagai upaya untuk mencegah Iran dalam meningkatkan agresi di wilayah tertentu.

Bahkan, Amerika Serikat sendiri telah menawarkan hadiah USD15 juta atau Rp206 miliar untuk informasi mengenai Abdul Reza Shahlai. Dilansir dari The New York Times, Shahlai bermarkas di Yaman, tempat Iran mendukung pemberontak Houthi yang berperang melawan koalisi Arab Saudi. Di mana koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi ini mendapatkan bantuan logistik, senjata dan intelijen dari militer Amerika Serikat.

3 dari 7 halaman

Serangan Dilakukan di Hari yang Sama dengan Soleimani

Rupanya, serangan pada Abdul Reza Shahlai dilakukan di hari yang sama dengan Soleimani. Dikutip dari The New York Times, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyetujui serangan terhadap Abdul Reza Shahlai pada periode yang sama dengan serangan pada Jenderal Soleimani. Kendati begitu, masih belum jelas apakah serangan di Yaman itu berlangsung di waktu yang bersamaan.

 /></p>
<p style=AFP

Seperti dikatakan sebelumnya, Abdul Reza Shahlai merupakan salah satu pejabat tinggi Iran yang ditargetkan oleh pasukan Amerika Serikat. Lantaran, Abdul Reza Shahlai merupakan seorang pejabat dengan Pasukan Quds Iran, sebuah organisasi militer yang kuat yang dipimpin oleh Jenderal Soleimani.

4 dari 7 halaman

Sering Menargetkan Serangan Kepada Pasukan AS

Donald Trump diketahui memperluas deskripsi mengenai ancaman dari Iran yang katanya mendorong penyerangan pada Jenderal Soleimani. Menurut Presiden Amerika Serikat saat ini, Iran telah merencanakan melakukan penyerangan di beberapa kedutaan besar di Timur Tengah, termasuk Kedutaan Besar Amerika di Baghdad.

"Saya dapat mengungkapkan bahwa saya yakin itu mungkin empat kedutaan," kata Trump kepada Laura Ingraham dari Fox News seperti dikutip The New York Times.

Kendati begitu, Donald Trump tidak memberikan informasi dan penjelasan tambahan mengenai ancaman dari Iran tersebut. Tak ayal, Christopher S. Murphy dari Conncticut yang bertugas di Komite Hubungan Luar Negeri menuliskan jika ada bukti serangan pada empat kedutaan besar tersebut, maka Administrasi akan mengatakannya di briefing pada hari Rabu.

5 dari 7 halaman

Soleimani Telah Merencanakan Serangan Besar

Lebih lanjut, Michael Richard Pompeo, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ke-70 mengatakan Jenderal Soleimani telah merencanakan serangan pada orang Amerika. Tidak tanggung-tanggung, ancaman serang tersebut dikatakan termasuk ke kedutaan Amerika Serikat.

 /></p>
<p style=AFP

"Kami tidak tahu persis pada hari mana itu akan dieksekusi, tetapi sangat jelas: Qassim Soleimani sendiri merencanakan serangan besar-besaran terhadap kepentingan Amerika, dan serangan-serangan itu sudah dekat." kata Michael Richard Pompeo.

6 dari 7 halaman

Soleimani Berencana Membentuk Pasukan

Salah seorang pejabat senior administrasi mengatakan, para intelijen menunjukkan jika Soleimani berencana membentuk pasukan untuk melakukan serangan di wilayah tersebut. Nantinya, serangan itu mampu mengakibatkan banyak orang Amerika menjadi korban. Serangan besar-besaran itu dimaksudkan untuk membuat pasukan militer Amerika Serikat menarik diri dari Irak.

Tak hanya itu, beberapa pejabat Pentagon dan Departemen Luar Negeri juga mengatakan Amerika Serikat sadar bila Jenderal Soleimani selalu mampu melakukan serangan mematikan pada Amerika.

7 dari 7 halaman

Soleimani dan Pasukan Quds

Para pejabat administrasi juga mengatakan Jenderal Soleimani dan Pasukan Quds yang bertanggung jawab atas kematian ratusan orang Amerika. Pasukan Quds sendiri merupakan lengan Korps Pengawal Revolusi Islam. Dari sekian banyak korban, kebanyakan dari mereka adalah prajurit yang bertempur di Irak pada pertengahan 2000an.

 /></p>
<p style=AFP

Kala itu, Pasukan Quds memberikan teknologi serta pelatihan pada milisi Syiah Irak untuk membuat bahan peledak kuat yang mampu menembus kendaraan lapis baja militer Amerika Serikat. Diketahui bahan peledak tersebut adalah jenis bom pinggir jalan paling mematikan yang pernah ditemukan oleh orang Amerika dalam perang, seperti dilansir dari The New York Times. [tan]

Baca juga:
Berkicau Dalam Bahasa Persia, Donald Trump Akui Terinspirasi Keberanian Rakyat Iran
ISIS Puji AS Karena Bunuh Qassim Sulaimani dan Menyebutnya Sebagai 'Tindakan Tuhan'
Akui Tembak Boeing 737 Ukraina, Militer Iran Sebut Pesawat Terbang di Area Sensitif
Ketua PBNU Minta Jokowi Bantu Redam Konflik Iran dan AS
Iran Mengaku Tak Sengaja Tembak Pesawat Boeing 737

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini