Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

9 Jenis Penyakit Kulit Beserta Cara Mencegahnya Selama Banjir Melanda

9 Jenis Penyakit Kulit Beserta Cara Mencegahnya Selama Banjir Melanda Ilustrasi penyakit kulit. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyakit kulit memang acap kali muncul pada setiap kalangan usia. Terutama pada masa anak-anak, karena sebagian besar belum mengetahui secara pasti cara menjaga kebersihan yang tepat.

Penyakit kulit bisa muncul kapan saja, namun lebih berisiko pada musim penghujan dan ketika banjir melanda. Cuaca yang dingin dan disambut genangan air kotor, tentu akan menjadi sarang yang nyaman bagi kuman, bakteri, dan jamur berkembang biak.

Berikut merdeka.com telah merangkum jenis penyakit kulit beserta cara mencegahnya selama banjir dari berbagai sumber.

1. Kudis

Penyakit kulit pertama ialah kudis atau scabies, yang membuat kulit menjadi muncul merah-merah dan nampak seperti terkelupas.

Kudis disebabkan oleh parasit tungau sarcoptes scabiei var hominis. Tungau yang muncul dan menjangkit ketika Anda tinggal di wilayah yang kumuh dan tidak menjaga kebersihan tubuh.

Gejala kudis akan terasa sangat gatal pada malam hari, terutama di sela-sela jari, bawah ketiak, pinggang, daerah sekitar kelamin, dan sebagainya. Kudis sifatnya menular, jadi sebaiknya saling menjaga kebersihan di lingkungan rumah.

2. Kurap

Penyakit kulit selanjutnya ialah kurap, disebabkan adanya jamur yang menginfeksi. Jamur jamur trichophyton, epidermophyton, dan microsporum yang biasanya membuat kulit jadi muncul lingkaran-lingkaran bersisik.Bagian yang sering mengalaminya, seperti leher, kulit kepala, dan tengkuk. Tentunya penderita akan merasa gatal dan terasa lembab pada bercak-bercak putih di kulit.kulit

ilustrasi sakit kulit 2017 Merdeka.com

3. Iritasi kulit

Penyakit kulit yang umum terjadi berikutnya yakni iritasi kulitnya. Melansir dari alodokter.com, bahwa iritasi kulit ditandai dengan kulit kering, kemerahan, gatal, bersisik atau meradang. Penyakit kulit yang diakibatkan dari pakaian yang berbahan kasar, hawa terlalu panas, bahan kimia parfum, nikel pada perhiasan, gigitan serangga, dan tabir surya.

4. Psoriasis

Psoriasis merupakan salah satu penyakit kulit yang cukup sering ditemui di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan kulit yang tampak kering, menebal, memerah, bersisik, dan mudah terkelupas. Gejala tersebut sering disertai rasa gatal maupun nyeri, sehingga dapat mengganggu kenyamanan penderitanya dalam beraktivitas.

Area tubuh yang paling sering terdampak antara lain siku, lutut, kulit kepala, serta punggung bagian bawah. Meskipun gejalanya sudah banyak dikenali, penyebab pasti psoriasis hingga kini belum dapat dipastikan. Mengutip penjelasan dari alodokter.com, penyakit ini diduga berkaitan dengan gangguan pada sistem kekebalan tubuh serta faktor keturunan.

Selain itu, terdapat sejumlah pemicu yang dapat membuat gejala psoriasis muncul atau memburuk. Beberapa di antaranya adalah stres berkepanjangan, infeksi tenggorokan, serta paparan cuaca dingin. Faktor-faktor tersebut membuat kondisi kulit menjadi lebih sensitif, sehingga perawatan yang tepat dan pemahaman mengenai pemicunya sangat penting bagi penderitanya.

     

5. Kutu Air

Jenis penyakit kulit berikutnya ialah kutu air atau tinea pedis. Mengutip dari hellosehat.com, biasanya kutu air menyerang kulit kaki, terutama di sela-sela jari.

air

Shutterstock/Gajus

Penyebab utama kutu air biasanya karena sering menggunakan kaus kaki terlalu lama, bersarangnya jamur di tempat lembab, serta keringat menumpuk yang tidak segera dibersihkan.Kulit penderita kutu air akan terasa sangat gatal, sensasi panas terbakar, dan seperti disengat. Imbasnya jika tidak segera ditangani, kuku jadi mudah rapuh dan lebih tebal, serta perubahan warna.

6. Panu

Panu merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur Malassezia. Jamur ini sebenarnya hidup secara alami di permukaan kulit manusia. Mengutip hellosehat.com, Malassezia dapat hidup berdampingan dengan sel kulit dalam hubungan simbiotik, di mana keduanya saling mendukung tanpa menimbulkan masalah.

Masalah muncul ketika jumlah jamur ini berkembang lebih banyak dari normal. Pertumbuhan berlebih ini dapat mengganggu proses pigmentasi alami pada kulit. Akibatnya, warna kulit di area tertentu menjadi tidak merata.

Pada sebagian penderita, panu tampak sebagai bercak berwarna putih atau lebih terang dari warna kulit asli. Namun, pada kasus lain, bercak dapat muncul lebih gelap. Perubahan warna ini biasanya disertai rasa gatal, terutama saat berkeringat atau berada di cuaca panas.

     

7. Impetigo

Impetigo menjadi salah satu jenis penyakit kulit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Melansir dari halodoc.com bahwa kulit menjadi muncul ruam-ruam merah dengan cairan yang bisa pecah dengan sendirinya.Penularan impetigo melalui kontak fisik antar kulit dengan penderita. Impetigo bulosa ditandai dengan kulit yang melepuh sekitar 1 hingga 2 centimeter yang nyeri.Sedangkan impetigo non-bolusa ditandai dengan bercak merah yang mirip luka namun tidak ada nyeri dan sakit. Ketika cairan pecah dan keluar, kulit sekitarnya bisa ikut memerah.

8. Bisul

Penyakit kulit bisul atau furunkel merupakan infeksi berbentuk benjol kemerahan dan membesar, serta menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu.Bisul bisa muncul di bagian kulit mana saja, terutama yang lembab, seperti leher, pantat, dan ketiak. Melansir dari bola.com, bahwa bisul berasal karena infeksi dari bakteri stafilokokus aureus yang melewati folikel rambut, kelenjar minyak, dan kelenjar keringat.Bisul bisa timbul karena buruknya kebersihan lingkungan, luka yang terinfeksi, lemahnya penderita diabetes, kosmetik yang menyumbat pori-pori, dan penggunaan bahan kimia lain.

9. Jerawat

Menurut Journal of the American Academy of Dermatology, jerawat merupakan masalah kulit yang masih umum terjadi bahkan setelah seseorang melewati masa remaja. Kondisi ini cukup banyak dialami oleh kelompok usia 20 tahun ke atas, dengan prevalensi yang lebih tinggi pada wanita dibandingkan pria.

Jerawat muncul ketika pori-pori kulit tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, atau kotoran, sehingga menimbulkan benjolan kecil yang bisa berisi nanah dan meradang. Faktor seperti produksi minyak berlebih, perubahan hormon, hingga penumpukan keringat dapat memperburuk kondisi ini.

Selain di wajah, jerawat juga kerap muncul di area lain seperti punggung. Kurangnya menjaga kebersihan kulit, terutama setelah berkeringat, dapat memperbesar risiko timbulnya jerawat di bagian tubuh tersebut.

     

Cara Mencegah Penyakit Kulit

Genangan air yang kotor biasanya menyebabkan masyarakat mengalami gatal di permukaan kulit akibat infeksi. Kekebalan tubuh setiap orang berbeda-beda, sehingga cara penanganan dan mencegahnya pun akan dirasakan berbeda pula.Sebagian orang akan kebal dan kuat tanpa mengalami sakit kulit sama sekali. Sedangkan yang lain bisa karena genangan air banjir yang mungkin tercampur air kencing tikus atau kotoran lain, langsung mengalami gatal hebat.Atur pola makan meski di pengungsian, perbanyaklah minum air putih. Cairan yang tercukupi akan membantu menjaga kondisi tubuh.Kemudian menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan Anda. Jika banjir sudah surut, lekas bersihkan rumah dengan desinfektan.Itulah beberapa jenis penyakit kulit beserta cara mencegah selama banjir melanda, yang patut diketahui demi menjaga kesehatan. Semoga bermanfaat.

(mdk/kur)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP