Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Cara Menyembuhkan Penyakit OCD pada Anak, Beserta Langkah Hilangkan Pikiran Obsesif

4 Cara Menyembuhkan Penyakit OCD pada Anak, Beserta Langkah Hilangkan Pikiran Obsesif Ilustrasi ibu dan anak. ©shutterstock.com/szefei

Merdeka.com - Ada berbagai cara menyembuhkan penyakit OCD. Baik itu pada orang dewasa maupun anak-anak. OCD atau singkatan dari Obsessive-Compulsive Disorder merupakan kondisi sejenis dengan gangguan mental. Penderita OCD biasanya akan mempunyai dorongan dan pikiran yang tidak bisa dikendalikan, berulang atau obsesi hingga perilaku (paksaan) yang kompulsif.

Misalnya seperti mencuci tangan sebanyak 7 kali usai menyentuh sesuatu yang menurutnya kotor. Tahukah kalian, tindakan dan pikiran tersebut sebenarnya berada di luar kendali pengidapnya. Kata lain, para penderita mungkin tidak ingin melakukan ataupun memikirkan hal tersebut. Namun dia sendiri tidak berdaya untuk menghentikannya. Sehingga bisa dikatakan, OCD mampu mempengaruhi kehidupan para penderitanya secara signifikan.

OCD bukan hanya diderita oleh orang dewasa saja. Faktanya, OCD juga dapat berkembang sejak masih anak-anak. Sama seperti penderita OCD dewasa, anak-anak yang menderita OCD juga mempunyai pikiran yang obsesi dan kompulsif di mana mereka juga tidak menginginkannya. Akibatnya, aktivitas dan perkembangan anak-anak pun bisa sangat terganggu.

Lantas bagaimana cara menyembuhkan penyakit OCD pada anak dan langkah menghilangkan pikiran obsesif? Melansir dari Halodoc, Jumat (25/2), simak ulasan informasinya berikut ini.

Terapi Perilaku Kognitif

Cara menyembuhkan penyakit OCD pada anak yang pertama adalah dengan melakukan terapi perilaku kognitif. Para orang tua bisa membantu sang buah hati untuk memahami gejala OCD. Hal itu bisa dilakukan melalui terapi perilaku kognitif.

Di mana nantinya para terapis akan menjelaskan apa itu OCD hingga seperti apa gejalanya pada anak. Setelah memahami kondisi yang dialaminya, para terapis lantas akan membantu anak-anak untuk belajar menghadapi gangguan tersebut. Biasanya terapi perilaku kognitif bagi pengidap OCD berupa tipe terapi Exposure Response Prevention (ERP).

Terapi ini nantinya akan bekerja dengan membantu anak-anak penderita OCD menghadapi hal-hal penyebab munculnya kecemasan dalam langkah terstruktur, bertahap dan lingkungan yang aman. Dengan menghadapi pemicunya, anak-anak penderita OCD ini bisa belajar mentolerir kecemasan mereka. Diharapkan dengan seiring waktu, kecemasan pun dapat berkurang secara otomatis.

Libatkan Orangtua dalam Terapi

Cara menyembuhkan penyakit OCD pada anak yang kedua adalah melibatkan orang tua dalam terapi. Orangtua merupakan sosok yang menghabiskan sebagian besar waktunya bersama anak-anak. Karenanya keterlibatan orangtua dalam terapi OCD sangatlah penting pada anak. Tidak perlu khawatir, selama proses pengobatan nantinya terapis juga akan menjelaskan mengenai cara kerja terapi kepada orang tua. Sehingga mereka pun bisa memberikan dan mengawasi keterampilan yang pernah dipelajari si kecil dalam sesi terapi bersama terapis. Bukan hanya itu saja, para orangtua juga wajib mempelajari cara terbaik dalam menanggapi perilaku OCD yang diderita anak-anak. Hal ini untuk berjaga-jaga apabila anak tidak menyukai perkataan, perbuatan atau pun hal-hal tertentu yang dilakukan oleh orangtuanya. Para orangtua dan juga anggota keluarga lainnya pun perlu belajar untuk menghindari kata atau kebiasaan tersebut. Selain itu juga belajar untuk meminta maaf apabila tidak sengaja melakukannya.

Perawatan Intensif

Cara menyembuhkan penyakit OCD pada anak yang ketiga yaitu melakukan perawat intensif. Bukan hanya dewasa saja, anak-anak pun bisa memiliki gejala OCD yang cukup parah. Hal itu tentu saja akan mempengaruhi sesi terapi. Di mana meskipun dilakukan mingguan atau dua kali dalam seminggu, terapi tersebut mungkin tidak akan efektif. Saat itu terjadi, anak penderita OCD ini membutuhkan perawatan yang lebih intensif. Terlebih saat gejala OCD sudah sangat mengganggu kinerja sekolah, kehidupan keluarga hingga persahabatannya.Perawatan intensif ini mungkin mengharuskan buah hati untuk menjalani rawat inap di rumah sakit. Atau bisa juga dengan menjalani sesi terapi beberapa kali dalam satu minggu.

Menggunakan Obat-Obatan

Cara menyembuhkan penyakit OCD pada anak yang terakhir adalah menggunakan obat-obatan. Pengobatan utama untuk OCD sebenarnya berupa terapi perilaku kognitif. Akan tetapi, pada anak-anak dengan kasus lebih parah, terapi perilaku kognitif mungkin harus dikombinasikan dengan penggunaan obat-obatan. Anak-anak akan diberikan obat antidepresan, seperti serotonin selective reuptake inhibitor (SSRI). Obat ini memang kerap digunakan untuk membantu mengurangi kecemasan. Obat-obatan tersebut juga memungkinkan anak menjadi lebih responsif terhadap terapi. Obat-obatan ini memungkinkan untuk dikurangi atau dihentikan nantinya ketika anak sudah mulai mempelajari keterampilan dalam mengatasi kecemasannya sendiri. Terkadang dokter atau para ahli bisa meresepkan jenis obat lain. Tujuannya adalah untuk mengendalikan gejala kemarahan berlebihan yang mungkin akan mempersulit pengobatan.

Langkah-Langkah Menghilangkan Pemikiran Obsesif

Penderita OCD parah memang membutuhkan bantuan psikiater dan menjalani serangkaian psikoterapi. Mereka juga bahkan dibantu dengan mengonsumsi obat-obatan. Akan tetapi, gejala OCD pada kasus ringan sebenarnya bisa hilang dengan sendirinya. Tentu saja dengan melakukan beberapa langkah yang dianjurkan untuk mengatasi pikiran obsesif.Adapun langkah-langkah menghilangkan pemikiran obsesif pada penderita OCD adalah sebagai berikut:

  1. Mencari tahu pemicunya
  2. Melawan gejala yang muncul
  3. Menantang pikiran obsesif saat muncul
  4. Mengendalikan stres yang muncul

(mdk/tan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP