30 Caption Bahasa Jawa yang Mengandung Makna Kehidupan, Lengkap Disertai Artinya
Merdeka.com - Caption bahasa Jawa dapat Anda sematkan pada setiap unggahan di media sosial. Caption sendiri merupakan salah satu kolom yang memungkinkan pengguna media sosial untuk menuliskan keterangan di dalamnya.
Nah, memberi caption juga tak dapat dilakukan secara asal-asalan. Anda membutuhkan trik agar membuat tulisan menjadi kian menarik. Salah satunya yakni dengan menggunakan bahasa Jawa.
Bahasa Jawa dikenal luas memiliki rangkaian kata yang unik, mendalam, dan terkadang menggelitik. Banyak di antara kalimatnya yang dapat Anda jadikan sebagai caption bahasa Jawa menarik.
Melansir dari berbagai sumber, berikut merdeka.com rangkum mengenai referensi caption bahasa Jawa yang mengandung makna mendalam.
Caption Bahasa Jawa

© Istimewa
1. "Ora ono wong mulyo tanpo urip rekoso." (Tidak ada manusia yang hidup senang tanpa usaha keras)
2. "Tetese grimis karo tetese tangisanmu, iseh jeru tetesen banyu motone wong tuoku." (Tetesan gerimis sama tetesan tangismu, lebih dalam tetesan air mata orang tuaku)
3. "Ora usah mikir omongane wong liyo, wong liyo ae nek ngomong yo ora mikir." (Nggak usah mikir omongan orang lain, orang lain aja kalau ngomong nggak pakai mikir)
4. "Gendang yo gendang, koplo yo koplo, ojo omong tok! Ndang buktekno." (Pisang ya pisang, koplo ya koplo, jangan omong doang! Mana buktinya)
5. "Wong nek diapiki mesti bakal mbales ngapiki, nek wes diapiki tapi malah nglarani mungkin duduk wong." (Orang kalau diperlakukan baik harusnya membalas dengan kebaikan juga, kalau sudah diperlakukan baik malah menyakiti, mungkin bukan manusia)
Caption Bahasa Jawa & Artinya

pexels
6. "Ngelmu iku kalakone kanthi laku." (Bila ingin menjadi pintar, maka harus belajar mencari ilmu)
7. "Aku ora malam mingguan, sandalku pedot." (Aku tidak malam mingguan, sandalku putus)
8. "Jaremu lungo tuku sego, lha muleh malah gowo lanangane tonggo." (Katanya pergi beli nasi, lha pulang malah bawa pasangannya tetangga)
9. "Abot entheng saka panggawene dhewe." (Berat dan ringannya kehidupan tergantung dari diri manusia itu sendiri)
10. "Untung atiku iki digawe karo Gusti Allah. Nek gawean menungso wes remuk ket wingi." (Untung hatiku ini dibuat oleh Gusti Allah. Kalau buatan manusia sudah hancur dari kemarin)
Caption Bahasa Jawa Bijak

Shutterstock/wavebreakmedia
11. "Dadi wong lanang ojo koyo krupuk. Teles sitik lemes."(Jadi laki-laki jangan kayak kerupuk. Basah sedikit lemas)
12. "Kowe butuh duit?? Reneo… Ayo nangis bareng." (Kamu butuh uang? Ke sinilah, ayo nangis bersama)
13. "Malem minggu neng kamar dewean, koyo semongko glundang-glundung dewe." (Malam minggu hanya di kamar sendirian, seperti semangka guling-guling sendirian)
14. "Rela lan legawa lair trusing batin." (Ikhlas lahir batin)
15. "Narimo ing pandum." (Menerima segala sesuatu dengan ikhlas)
Caption Bahasa Jawa Mendalam

©2013 Merdeka.com
16. "Ala lan becik iku gegandhengan, Kabeh kuwi saka kersaning Pangeran." (Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu semua adalah kehendak Tuhan)
17. "Udane awet, koyo lambemu nek ngomel, nggak leren-leren." (Hujannya awet, kayak mulutmu kalau ngomel, enggak berhenti-henti)
18. "Asline aku yo kudu nangis tapi wedi mengko umbelku metu." (Aslinya aku ingin nangis tapi takut nanti ingusku keluar)
19. "Alam iki sajatining guru." (Alam ini adalah guru)
20. "Manungsa mung ngunduh wohing pakarti." (Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri)
Caption Bahasa Jawa Penuh Inspirasi

©pixabay
21. "Tenangno pikirmu. Ayemno atimu. Gusti Allah mboten sare." (Tenangkan pikirmu. Tenangkan hatimu. Allah tidak tidur)
22. "Wong lemu kui, dudu kakean mangan, tapi program diete sing gagal." (Orang gemuk itu, bukan kebanyakan makan, tapi program dietnya gagal)
23. "Waktu adalah uang. Yen kancamu mbok jak dolan ngomong raenek wektu, berarti wonge ra ndue duwit." (Waktu adalah uang. Kalau temanmu kamu ajak main bilangnya enggak ada waktu, berarti temanmu enggak punya uang)
24. "Ojo sampe kenangan ngrusak masa depan." (Jangan sampai kenangan merusak masa depan)
25. "Wayah wulangen marang kautaman, predinen susileng tata supata gawe pepadhaning kaluwarga." (Didiklah anak cucumu ke arah keutamaan, didiklah tata susila agar dapat menjadi sinar cahaya bagi keluarga)
Caption Bahasa Jawa tentang Kehidupan

©Shutterstock/pzAxe
26. "Wit, yen diuncali watu tetep dibales kanggo woh." (Hiduplah seperti pohon, ketika dilempari batu tetap dibalas dengan buah)
27. "Kacang iku gurih, tapi nek dikacangin iku perih." (Kacang itu gurih, tapi kalau dikacangin itu perih)
28. "Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning Hyang sukmo." (Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan)
29. "Aku wong ndeso ora ngerti Valentine Day, ngertiku Pak Day karo Bu Day." (Aku orang desa enggak tahu Valentine Day, tahunya Pak Day dan Bu Day—plesetan dari Pakdhe dan Budhe)
30. "Memayu hayuning pribadi, memayu hayuning kulawarga, memayu hayuning sesama, memayu hayuning bawana." (Berbuat baik bagi diri sendiri, keluarga, sesama manusia, makhluk hidup, dan seluruh dunia)
(mdk/mta)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya