Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia pada 2019, Dulu Merintisnya dari Nol

Minggu, 8 Desember 2019 15:41 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia pada 2019, Dulu Merintisnya dari Nol Orang terkaya di Indonesia. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Majalah Forbes kembali merilis daftar urutan orang terkaya di Indonesia tahun 2019. Dari data tersebut, posisi pertama masih tetap diduduki oleh Hartono bersaudara.

Tak sendirian, ada beberapa konglomerat lainnya yang menempati posisi kedua hingga kesepuluh. Dari daftar itu juga, kalian bisa melihat kembali nama Chairul Tanjung.

Lantas, siapa sajakah orang terkaya di Indonesia? Langsung saja simak informasi yang dikutip dari majalah Forbes berikut ini.

1 dari 10 halaman

R Budi dan Michael Hartono

Menurut Forbes yang dikutip dari Liputan6.com, Minggu (08/12/19), Hartono bersaudara mendapatkan lebih dari 80 persen keuntungan dari investasinya di PT Bank Sentral Asia Tbk (BCA). Setidaknya diketahui jumlah kekayaan R Budi dan Michael Hartono ini berkisar USD 37,3 miliar (Rp523,091 triliun).

Tak hanya berasal dari Bank, kekayaan Hartono bersaudara ini juga bersumber dari pabrik rokok kretek Djarum yang dimilikinya. Perusahaan ini sebenarnya salah satu usaha yang diwariskan oleh ayah mereka. Kini, perusahaan besar tersebut dikelola oleh putra Budi Hartono yaitu Victor Hartono.

2 dari 10 halaman

Widjaja Family

Berikutnya, ada keluarga kerajaan bisnis Widjaja Family. Pendiri dan pencetus ide bisnis pertama muncul dari sesosok Eka Tjipta Widjaja. Dikutip dari Forbes, Minggu (08/12/19), Eka merupakan seorang imigran Tionghoa yang menetap di Indonesia. Eka juga diketahui menikah dengan dua istri dan dikaruniai 15 anak.

Pengalaman bisnis Eka bermula sejak masih remaja. Dirinya mulai menjual biskuit dan dilaporkan pula jika Eka menjualnya pada pasukan Indonesia saat itu. Eka Tjipta Widjaja meninggal pada Januari 2019 di usianya yang menginjak 95 tahun. Kini, salah satu bisnisnya, Sinar Mas, telah memiliki minatnya di bidang kertas, real estate, jasa keuangan, agribisnis dan telekomunikasi. Jika di total jumlah kekayaan Widjaja Family berkisar US$9,6 miliar (Rp134,629 triliun)

3 dari 10 halaman

Prajogo Pangestu

Tampaknya darah bisnis mengalir deras di dalam darah Prajogo Pangestu. Memiliki ayah seorang pedagang karet, Prajogo akhirnya mengikuti jejak sang ayah menjadi seorang pedagang. Dilansir dari Forbes, Prajogo Pangestu memulai kariernya menjadi pebisnis kayu pada 1970-an akhir. Pada tahun 1993, PT Barito Pacific Timber, perusahaannya go public dan berganti nama menjadi Barito Pacific.

Pada 2007, Prajogo Pangestu mengakuisisi 70% perusahaan petrokimia, Chandra Asri yang juga berada di Bursa Efek Indonesia. Empat tahun kemudian, Chandra Asri memutuskan untuk bergabung dengan Tri Polyta Indonesia. Merger dua perusahaan tersebut membuatnya menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Jika ditotal, jumlah kekayaan Prajogo Pangestu sekitar US$7,6 miliar (Rp106,581 triliun).

4 dari 10 halaman

Susilo Wonowidjojo

Dihimpun dari Forbes, kekayaan Susilo Wonowidjojo dan keluarnya didapatkan dari usaha pembuatan kretek yang dijual secara umum. Ya, keluarga inilah pemilik dari perusahaan rokok Gudang Garam. Sekedar informasi, perusahaan ini dibangun Surya, ayahnya pada tahun 1958. Dulunya, Surya memulai kariernya dengan bekerja bersama sang paman dalam bisnis tembakau.

Kemudian, perusahaan ini diambil alih oleh putra sekaligus kakak dari Susilo Wonowidjojo, Rachman Halim. Sang kakak hanya mampu menjalani bisnis itu selama seperempat abad hingga kematiannya pada 2008 lalu. Setahun kemudian, Susilo Wonowidjojo ditunjuk sebagai presiden direktur bersama Juni Setiawati, saudara perempuannya menjadi presiden komisaris. Menurut Forbes, kekayaan dari Susilo Wonowidjojo mencapai angka US$6,6 miliar (Rp92,557 triliun).

5 dari 10 halaman

Sri Prakash Lohia

Sesuai dengan namanya, Sri Prakash Lohia merupakan seorang pindahan dari India ke Indonesia bersama dengan sang ayah. Kepindahannya tersebut juga menjadi awal kariernya di dunia bisnis. Ayah dan anak ini akhirnya mendirikan Indorama sebagai perusahaan pembuat benang pintal. Dilansir dari Forbes, kekayaan Sri Prakash Lohia didapatkannya dari produksi PET dan petrokimia lainnya.

Kini, perusahaan yang dibangunnya telah menjadi pembangkit tenaga listrik petrokimia. Perusahaan tersebut membuat produk industri seperti bahan baku tekstil, sarung tangan medis hingga poliolefin pupuk. Hingga saat ini Lohia tetap menjadi ketua namun dirinya memilih menetap di London. Sedangkan, sang putra, Amit, ditunjuk sebagai wakil ketua. Total kekayaan yang dimiliki oleh Sri Prakash Lohia berkisar US$5,6 miliar (Rp78,533 triliun).

6 dari 10 halaman

Anthoni Salim

Anthoni Salim merupakan pimpinan sebuah perusahaan induk yang memproduksi makanan, perbankan dan telekomunikasi. Ya, Anthoni Salim merupakan CEO dari perusahaan Indofood, salah satu pembuat mie instant terbesar di dunia. Tak hanya itu, Anthoni juga memiliki setidaknya 41% saham di perusahaan investasi First Pasific yang terdaftar di Hong Kong.

Meskipun tetap berada dalam daftar orang terkaya di Indonesia, Anthoni ternyata sempat mengalami keterpurukan. Lebih tepatnya saat krisis keuangan melanda Indonesia pada 1997-1998. Anthoni saat itu kehilangan kendali aras Perusahaan Bank Central Asia yang telah diakuisisi oleh Hartono bersaudara. Meski begitu, jumlah kekayaan Anthoni Salim masih berkisar US$5,5 miliar (Rp77,131 triliun).

7 dari 10 halaman

Tahir

Tahir merupakan pendiri Mayapada Group, sebuah perusahaan yang berinvestasi di bidang real estate, rantai rumah sakit dan perbankan. Putrinya, Grace Tahir juga merupakan seorang presiden komisaris Propertindo Mulia Investama. Sekedar informasi, Tahir menikah dengan Rosy, putri taipan Indonesia Mochtiar Riady. Di lansir dari Forbes, total kekayaan Tahir sekitar US$4,8 miliar (Rp67,314 triliun).

8 dari 10 halaman

Boenjamin Setiawan

Dikutip dari Forbes, Boenjamin Setiawan merupakan seorang doktor di bidang farmakologi. Tak mengherankan bila Boenjamin mendirikan Kalbe Farma, sebuah perusahaan farmasi yang kini terbesar di Indonesia. Pada awalnya, Boenjamin bersama kelima saudara kandungnya mendirikan Kalbe Farma di sebuah garasi pada tahun 1966 silam.

Kini, perusahaan tersebut telah tercatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan masing-masing memperoleh 48% saham. Usut punya usut, ternyata bukan dari situ saja kekayaan yang diperoleh Boenjamin Setiawan. Boenjamin yang akrab disapa "Dr. Boen" ini juga mengendalikan Mitra Keluarga yang mengoperasikan sekitar 12 rumah sakit. Jika di total, jumlah kekayaan Boenjamin sekitar US$4,35 miliar (Rp61,003 triliun).

9 dari 10 halaman

Chairul Tanjung

Siapa sih yang tidak tahu Chairul Tanjung? Salah satu konglomerat Indonesia yang namanya masuk ke dalam deretan orang terkaya versi majalah Forbes. Chairul Tanjung juga dikenal berkat idenya dalam mengeluarkan kartu kredit, menjalankan stasiun televisi dan mengoperasikan hypermarket. Toko retail nya berada di bawah merek Carrefour dan Transmart.

Tak hanya itu saja, perusahaan group milik Chairul Tanjung juga mengendalikan Wendy di Indonesia dan sejumlah waralaba seperti Mango, Versace dan Jimmy Choo. Di 2017, CT Corp menjual sekitar 49% sahamnya ke Prudential Financial AS yang berfokus pada pertumbuhan asuransi jiwa. Jika ditotal, jumlah kekayaan Chairul Tanjung berkisar US$3,6 miliar (Rp50,486 triliun).

10 dari 10 halaman

Jogi Hendra Atmadja

Selanjutnya ada Jogi Hendra Atmadja yang menempati posisi ke-10 dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Jogi merupakan kepala Mayora Group, sebuah perusahaan makanan terbesar di Indonesia. Seperti diketahui Mayora Group menjual produk seperti sereal, biskuit, permen, kopi dan masih banyak lainnya.

Sekedar informasi, Jodi Hendra Atmadja dan keluarganya merupakan imigran asal China di mana telah membuat biskuit sejak lama di rumahnya tahun 1948. Kini, Jogi dan keluarganya berhasil memegang kendali atas PT Mayorah Indah. Total kekayaan Jogi Hendra Atmadja sendiri sekitar US$3 miliar (Rp42,071 triliun).

[tan]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini