Serunya Belajar Fotografi Bareng Komunitas Hunting Pasar

Jumat, 3 September 2021 16:00 Reporter : Ibrahim Hasan
Serunya Belajar Fotografi Bareng Komunitas Hunting Pasar Komunitas Hunting Pasar ©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso

Merdeka.com - Saat sebagian besar milenial memilih rebahan di pagi hari, komunitas ini punya kebiasaan bangun sebelum mentari meninggi. Merekalah anggota komunitas Hunting Pasar. Berbekal kamera digital, mereka menyusuri tiap sudut pasar.

Lahir di Kota Gudeg Yogyakarta, Komunitas Hunting Pasar selalu menjadi kegiatan positif bagi masyarakat umum maupun pelajar. Bukan tanpa alasan, pasar tradisional dipilih karena secara tidak langsung turut melestarikan jajanan pasar tradisional.

Ketangkasan memainkan kamerapun juga semakin terasah. Melimpahnya objek di pasar tradisional dapat menjadi ladang belajar para peserta hunting pasar. Foto bertemakan street, human interest hingga kuliner bermunculan berkat jepretan komunitas Hunting Pasar.

komunitas hunting pasar

©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso

Bukan hanya sebatas foto, para pegiat komunitas ini juga menekuni ranah videografi. Semuanya sama, bertemakan suasana pasar tradisional. Mengingat, Indonesia sendiri punya ratusan bahkan ribuan pasar tradisional dengan ciri khasnya masing-masing.

Hal inilah yang menjadi komunitas kecil ini berkembang. Selepas terbentuknya di tahun 2018, Komunitas Hunting Pasar mulai membentuk komunitas daerah lain yang tersebar di Seluruh Indonesia. Bahkan anggotanya mencapai lebih dari 5.000 peserta. Tersebar di 37 kota besar yang masih punya pasar tradisional. Seperti Jakarta, Bandung, Solo, Semarang, Surabaya, Bali, Medan, Makassar, hingga Sorong.

komunitas hunting pasar

©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso

Pagi hari menjadi pilihan waktu yang sering dipakai untuk hunting atau mencari objek foto. Sesuai fotografi yang memakai pedoman golden hour, yang akan membuat hasil bidikan foto menjadi aesthetic. Yakni di pagi hari pukul 05.00 hingga pukul 06.00. Sore hari juga punya golden hour pada pukul 17.30 hingga 18.30.

Saat di lapangan, para peserta tak bosan-bosannya untuk menelusuri lebih dalam sisi pasar tradisional. Hal itu akan mengasah kepekaan dan skill peserta dalam menghasilkan gambar.

Grup diskusi baik itu forum online hingga workshop rutin digelar. Tak tanggung-tanggung, mereka belajar bareng dengan mendatangkan praktisi fotografi maupun videografi handal.

komunitas hunting pasar

©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso

Permainan fotografi sejatinya adalah menangkap momen dan cahaya. Sama halnya dengan berinteraksi dengan pedagang pasar. Para fotografer dituntut untuk berinteraksi dengan para pedagang pasar. Setelah mendapatkan momen kemudian melukiskannya ke dalam sensor kamera.

Skil fotografi didapat, saatnya mengisi tenaga dengan kuliner pasar tradisional yang melimpah. Bahkan saat membeli makanan, tak jarang para fotografer juga mengabadikan jenis makanannya dalam gambar. Tentu saja hasil foto mereka akan ditayangkan di sosial media. Yang secara tidak langsung akan meningkatkan pamor kuliner pasar tradisional.

komunitas hunting pasar

©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso

Keseruan berbagi teori, teknik, hingga tips fotografer selalu didapatkan peserta komunitas. Objek foto begitu melimpah, tentunya lebih efektif ketika berada di dalam ruangan.

Ketenaran komunitas ini juga tak luput dari keberadaan akun Instagram @huntingpasar.id yang selalu mengunggah hasil foto mereka. Tak jarang selepas mereka mencari ojek foto, dilanjutkan dengan kumpul bareng yang akan menambah keakraban antar anggota komunitas.

[Ibr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini