Sensasi Rasakan Aroma Wangi di Rumah Atsiri Karanganyar

Bukan hanya sekadar taman, Rumah Atsiri ini merupakan tempat wisata edukasi tentang tanaman aromatik untuk pembuatan minyak atsiri. Tak heran saat kamu menginjakkan kaki di sana aroma harum mulai tercium manis. Rumah Atsiri dulunya bekas Pabrik Citronella, salah satu penghasil minyak atsiri terbaik di dunia.

Tyas Titi Kinapti
Oleh Tyas Titi Kinapti - Reporter
Sensasi Rasakan Aroma Wangi di Rumah Atsiri Karanganyar
Rumah Atsiri. ©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso

Bunga marigold berwarna kuning tersusun cantik. Di Sebelahnya warna ungu lavender tertanam manis menghiasi taman.Berada di kawasan dataran tinggi Desa Plumbon, Tawangmangu, Jawa Tengah, udara sejuk menyelimuti Rumah Atsiri.

Bukan hanya sekadar taman, Rumah Atsiri ini merupakan tempat wisata edukasi tentang tanaman aromatik untuk pembuatan minyak atsiri. Tak heran saat kamu menginjakkan kaki di sana aroma harum mulai tercium manis.

Setidaknya ada lebih dari 80 jenis tanaman asiri yang ada di rumah ini. Seperti mawar, kenanga, lavender, cengkeh dan lain sebagainya.Tanaman-tanaman tersebut ada yang dapat digunakan sebagai bahan makanan, obat- obatan hingga sebagai minyak atsiri atau biasa dikenal dengan essential oil.

Minyak atsiri ini biasa digunakan sebagai aromaterapi yang bisa membantu berbagai masalah kesehatan pula. Tanaman yang biasa digunakan sebagai bahan dasar essential oil adalah lavender, lemon, peppermint, eukaliptus dan lain-lain. Namun, Java Rosemary, Lemongrass (Serai), dan Patchouli (Nilam) merupakan minyak atsiri unggulan karena tanamannya tumbuh sangat subur di Indonesia.

Selain memberikan aroma yang berbeda, manfaatnya juga tidak sama. Ada yang berguna untuk meredakan rasa cemas, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi rasa mual hingga mengurangi nyeri otot. Nah, di tempat ini kamu bisa puas mencium aromaterapi. Tak hanya itu, kamu juga bisa membeli sesuai dengan kebutuhanmu.

Sebagai wisata edukasi, Rumah Atsiri memiliki agenda tour. Dari tour kebun sampai tour museum. Di tour kebun kamu akan mengetahui proses penyulingan tanaman hingga menjadi minyak aromaterapi. Sedangkan di tour museum kamu akan menyusuri seluk beluk Rumah Atsiri sambil mengetahui sejarah berdiri bangunan ini.

Kini tersusun estetik dan rapi, dulunya Rumah Atsiri merupakan Pabrik Citronella pada tahun 1963. Pabrik berfokus pada penyulingan cengkeh dan serai. Namun pada 2015 pabrik ini sudah berhenti beroperasi karena adanya masalah dengan bahan baku dan perekonomian.

Tidak mau dibiarkan terbengkalai begitu saja, PT Rumah Atsiri Indonesia mengambil alih dan merevitalisasi bangunan pabrik menjadi tempat rekreasi Rumah Atsir. Meski begitu, mereka tidak mengubah struktur bangunan. Sehingga nuansa bangunan tahun 1960an masih dapat terasa.

Untuk bisa menikmati segala keindahan tersebut, kamu cukup menyediakan uang sebesar Rp50 ribu setiap orang. Dengan uang sebesar itu, kamu sudah bisa mengikuti sejumlah aktivitas di Rumah Atsiri Indonesia mulai workshop, berbelanja oleh-oleh hingga menyantap sajian atsiri di resto yang telah disediakan.

Rumah Atsiri terletak di Desa Plumbon, Jl. Watusambang, Tawangmangu, Jawa Tengah ini buka dari jam 10 pagi hingga 5 sore. Tempatnya yang estetik dan Instagramable, membuat wisata yang dibuka sejak 2018 ini tak pernah sepi pengunjung.

Rekomendasi