Mycena chlorophos, Jamur Bercahaya di Belantara Hutan Halimun

Jumat, 25 Juni 2021 16:26 Reporter : Ibrahim Hasan
Mycena chlorophos, Jamur Bercahaya di Belantara Hutan Halimun Mycena chlorophos, Jamur Bercahaya ©2021 Merdeka.com/Auzan Sukaton

Merdeka.com - Pegunungan Halimun Salak punya hutan yang begitu lebat. Berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun. Curah hujannya tinggi, 4.000-6.000 mm tiap tahunnya. Kerapatan hutan dan intensitas hujan yang tinggi membuat hutan ini kaya akan keanekaragaman hayati. Salah satu yang unik ialah jamur bercahaya. Di selimuti gelapnya malam, jamur ini bak sebuah bintang dengan warna hijau yang terang.

Jamur bercahaya ini punya nama ilmiah Mycena chlorophos. Memang sebagian besar jamur bercahaya di dunia berasal dari genus Mycena. Warna hijau muda bak sebuah permata di bawah lebatnya hutan Halimun. Cahayanya bak berada di film fiksi dunia Avatar.

005 ibrahim hasan

Mycena chlorophos, Jamur Bercahaya ©2021 Merdeka.com/Auzan Sukaton

Namun, bagaimana jamur bisa menyala bak bintang di kegelapan? Jenis jamur bercahaya seperti Mycena chlorophos mampu menyala berkat hasil reaksi kimia. Reaksi pada jamur ini bernama bioluminesensi. Tiap makhluk hidup yang mampu menghasilkan cahaya punya reaksi kimia ini. Termasuk kunang-kunang dalam jenis hewan.

Bioluminesensi dipengaruhi oleh jam sirkadian dan punya tujuan tertentu. Dalam proses biokimia, munculnya cahaya atau berpendarnya jamur membutuhkan oksigen dan energi. Nampaknya jamur bercahaya punya cara dan waktunya sendiri. Tujuannya ialah untuk memikat serangga hinggap pada daun jamur yang bercahaya.

005 ibrahim hasan

Mycena chlorophos, Jamur Bercahaya ©2021 Merdeka.com/Auzan Sukaton

Fungsi inilah yang membantu jamur bercahaya untuk berkembang biak, termasuk jenis Mycena chlorophos. Serangga sejenis kumbang staphilid, lalat, tawon, dan semut akan hinggap pada jamur. Merekalah yang akan menyebarkan spora yang keluar dari tudung jamur. Itulah salah satu tujuan sebagian jamur mampu mengeluarkan cahaya dari tubuhnya.

Tak heran, jamur ini dapat ditemukan di pedalaman hutan Halimun. Berada di ranting pohon, kayu yang lapuk, hingga permukaan tanah. M. chlorophos hanya bersinar terang pada saat berumur satu hari. Selain itu suhu kelembapan lingkungan sekitar berada di 81 derajat Fahrenheit, atau 27 derajat Celcius. Satu hari setelah tudung membuka, cahaya akan meredup, bahkan akan sulit dilihat oleh mata telanjang.

005 ibrahim hasan

Mycena chlorophos, Jamur Bercahaya ©2021 Merdeka.com/Auzan Sukaton

Jamur punya klasifikasi tersendiri dalam dunia biologi. Semua jenis jamur termasuk dalam kingdom fungi. Berbeda dengan tumbuhan, jamur tidak mempunya sel klorofil. Sehingga mereka tidak punya kemungkinan untuk mengolah makanan.

Teori lain menyebutkan bahwa jamur adalah parasit. Pasalnya ia adalah pengurai sisa makhluk hidup yang sudah mati. Zat organik pada jamur akan mengurai makhluk hidup yang sudah mati. Jika sudah terurai, sari-sarinya akan diserap oleh jamur sebagai makanannya.

005 ibrahim hasan

Mycena chlorophos, Jamur Bercahaya ©2021 Merdeka.com/Auzan Sukaton

Ada 71 jenis jamur di dunia yang bisa menyala di kegelapan. Lebih dari itu, setidaknya ada 1.5 juta spesies jamur di dunia. sebagian besar beracun, sisanya bisa dimanfaatkan manusia. Sedangkan jamur bercahaya bukanlah jamur konsumsi. Jamur bukanlah jenis tumbuhan, meskipun seolah punya batang dan tudungnya sebagai daun.

Peran ekologis jamur begitu penting dalam siklus karbon di bumi. Berkat mereka, zat karbon makhluk hidup mampu terurai menjadi karbon dioksida. Karbondioksida atau CO2 akan membantu proses fotosintesis pada tumbuhan. [Ibr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini