Menguji Adrenalin Mendaki Bukit Kelam di Tanah Borneo
Merdeka.com - Petualang sejati yang tidak takut ketinggian wajib mendaki Bukit Kelam yang berada di Sintang, Kalimantan Barat. Dengan tinggi 1002 mdpl kamu bisa memacu adrenalin saat mendaki monolit atau bongkahan batu terbesar di dunia ini. Pasalnya, pendakian di Bukit Kelam menggunakan jalur Via Ferrata.
jalur Via Ferrata adalah jalur pendakian yang menggunakan kabel atau kawat baja yang tertancap pada batu. Pendaki harus melewati baja-baja satu per satu demi. Berpegang kencang pada tali pengaman di sisi kanan. Dari tingkat kemiringan 15-40 derajat, adrenalin pun akan berpacu. Merasakan sensasi pendakian di Tanah Borneo yang sangat menantang.
Angin kencang, sinar terik matahari yang menyilaukan bukan masalah bagi petualang. Demi melihat keindahan pemandangan indah dari bukit yang berada di antara Sungai Melawi dan Sungai Kapuas ini.
©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo
Meski terlihat menyeramkan dan sukses bikin bergidik, tangga Via Ferrata tersebut aman. Tangga tersebut sudah dilengkapi dengan pengaman. Ketika pendaki lengah atau terpeleset, ada tali pengaman yang dipasang di badan yang akan menopang tubuh. Pendakian juga harus didampingi dengan seseorang yang berpengalaman.
Tangga Via Ferrata ini hanya ada dua di Tanah Air yakni di Bukit Kelam dan di Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat. Bukit Kelam menjadi jalur pendakian tertinggi di Asia Tenggara via Ferrata.
©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo
Sekitar 4-5 jam untuk mencapai puncak Bukit Kelam. Rasa lelah menuju puncak bukit seolah terbayar saat melihat pemandangan dari ketinggian.Hamparan kebut sawit, tanaman hijau, sawah bak permadani terlihat jelas dari Bukit Kelam.
Tak hanya memberikan pemandangan yang indah, terdapat air terjun dan Goa Kelelawar di jalur menuju tebing Bukit Kelam. Bukit Kelam juga menawarkan pesona matahari terbit dan terbenam yang tak kalah elok dari Gunung di Tanah Air lainnya.
©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo
Udara pagi di Bukit Kelam tak ada tandingannya. Dari atas ketinggian, hawa segar langsung menyelimuti. Di bukit eksotis ini para petualang juga menemukan tanaman endemik, kantong semar.
Tanaman tumbuh di sisi tebing granit pada ketinggian antara 500 dan 800 meter. Sebagian besar tanaman kantong semar tumbuh di sudut-sudut jelas dari gunung yang sulit dijangkau. Namun, jika menemukan kantong semar tak boleh dibawa pulang atau dipetik.
Pasalnya,tanaman dengan jenis Nepenthes Clipeata sangat dilindungi dan akan ada konsekuensi hukum jika mengambilnya. Tanaman ini cukup dikagumi keindahannya dari atas bukit saja.
©2021 Merdeka.com/Gebyar Adisukmo
Bukit yang berjarak sekitar 23 km dari pusat Kabupaten Sintang ini bisa ditempuh sekitar 30-40 menit hingga ke kaki bukit. Kegagahannya tak hanya bisa dinikmati dari puncak bukitnya saja namun juga di kaki Bukit Kelam.
Berada di Kecamatan Kelam Permai membuat objek wisata ini bisa dijangkau dengan mudah menggunakan mobil dan motor. (mdk/Tys)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya