Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Manis Renyah Tolpit alias Adrem, Jajanan Unik Khas Bantul

Manis Renyah Tolpit alias Adrem, Jajanan Unik Khas Bantul Adrem. ©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso

Merdeka.com - "Kriuk..kriuk..kres.." itulah bunyi yang terdengar saat menikmati camilan khas Bantul, adrem. Saat pertama kali menggigit adrem, renyahnya menggoyang lidah. Kunyahan selanjutnya, kamu akan merasakan lumernya gula jawa di bagian dalam adrem. Perpaduan manis legit dan renyahnya membuat adrem tak puas jika hanya dimakan sekali saja.

Punya bentuk yang unik, jajanan ini disebut Tolpit oleh masyarakat setempat. Nah, nama ini singkatan dari frasa yang menjelaskan kondisi alat kelamin laki-laki yang terjepit. Sedangkan, nama adrem berasal dari kata 'dream' yang berati mimpi. Tatkala zaman kolonial Belanda menyebut kue pemimpi karena manisnya.

Kue renyah ini cukup populer di era tahun 80-90an. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan kian bertambahnya ragam jenis makanan, kue Adrem semakin tenggelam kepopulerannya. Meski begitu, di Genting, Tirtomulyo, Bantul masih terus memproduksi jajanan legendaris ini. Desa Genting menjaga panganan tradisional adrem dengan cita rasa manis dan renyahnya.

adrem©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso

Proses pembuatan adrem cukup mudah. Bahan utama pembuatan kue ini adalah tepung beras, kelapa parut, dan gula merah. Pertama-tama, tepung beras dan kelapa parut dicampur dalam wadah. Setelah merata, adrem diisi dengan gula merah yang sudah dilelehkan.

Selanjutnya, adonan yang sudah berwarna cokelat ini dibentuk seperti bakso. Dipipihkan di atas daun pisang dan siap digoreng. Cukup mudah bukan?

adrem©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso

Kamu tentu bertanya-tanya, mengapa adrem memiliki bentuk yang unik bukan? Nah, bentuk unik kue adrem diperoleh pada saat proses penggorengan, yaitu dengan cara dijepit dengan bilah bambu. Ini lah yang menjadi keunikan tersendiri saat pembuatan adrem.

Tak afdhol rasanya jika menggoreng tanpa menggunakan bilah bambu yang dijepit. Setelah digoreng hingga berwarna kecokelatan, kue adrem pun siap dinikmati. Makanan ini sangat cocok bila disantap dengan ditemani minuman teh panas maupun kopi pahit.

Sebenarnya adrem ini mirip kue cucur, tapi berbeda bentuk dan rasanya. Rasa adrem cukup manis dan sedikit gurih, saat digigit akan terasa legit. Sedangkan kue cucur empuk, kenyal dan manis.

adrem©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso

Untuk menikmati jajanan khas Bantul ini tak memerlukan dana yang besar. Penikmat jajanan ini bahkan cukup merogoh recehan. Harga yang ditawarkan untuk satu Adrem hanya Rp 800. Namun jika sudah dikemas, maka harganya hanya Rp 5.000. Terbilang cukup murah untuk dijadikan oleh-oleh.

Adrem mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional Bantul, Kulonprogo. Kue unik banyak diproduksi beberapa dusun di Bantul. Nantinya, kue adrem juga dijual hingga luar kota sebagai oleh-oleh.

adrem©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso

Jika kamu berkunjung ke Bantul, jangan lupa cicipi adrem dulu. Dijamin, saat pertama kali kamu menggigit pasti akan ketagihan. Akan ambil lagi, lagi dan lagi. Enggak kalah nikmat deh dengan jajanan masa kini! (mdk/Tys)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP