Komodo, Kadal Terbesar di Dunia Asli Indonesia

Jumat, 23 April 2021 12:15 Reporter : Tyas Titi Kinapti
Komodo, Kadal Terbesar di Dunia Asli Indonesia Komodo. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Bertubuh besar dengan mata yang tajam. Cakarnya merupakan senjata yang mampu memusnahkan mangsa. Dengan rahang elastisnya, hewan pemakan daging ini mampu menelan mangsa yang lebih besar 80% dari bobot tubuhnya sendiri. Komodo, kadal raksasa ini memang sukses bikin bergidik ngeri.

Komodo atau juga disebut biawak komodo merupakan satwa endemik asli Indonesia.Hewan ini banyak ditemukan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Gili Motang dan sebagian kecil di bagian utara dan barat Flores dan sekitarnya menjadi habitat asli pemilik nama latin Varanus komodoensis ini tinggal dan berkembang biak.

Memiliki panjang 2-3 meter dan beratnya bisa mencapai 136 kg. Reptil pun mendapat predikat kadal terbesar di dunia. Meskipun komodo tercatat sebagai kadal terbesar di dunia, namun Komodo spesies yang terpanjang. Biawak terpanjang dipegang oleh biawak Papua dengan panjang 4-5 meter.

komodo
©2021 Merdeka.com/Agus Elang

Komodo merupakan karnivora pemakan daging. Bukan hanya memangsa hewan lain, namun reptil ini juga bisa memangsa sesama jenisnya komodo alias kanibal. Jika ia sedang lapar, predator ini bisa saja memburu komodo yang badannya lebih kecil darinya.

Di dalam mulut komodo dewasa, terdapat sekitar 60 buah gigi yang bergerigi tajam sepanjang sekitar 2.5 cm. Rupanya hewan ini juga memiliki bisa mematikan yang tak kalah dari ular. Air liur komodo mengandung racun yang mematikan. Bisa ini disimpan di kelenjar racun yang terletak di rahang bawah.

Bakteri yang paling mematikan di air liur komodo diperkirakan adalah bakteri Pasteurella multocida. Bakteri-bakteri tersebut menyebabkan septikemia pada korbannya. Peradangan di seluruh tubuh yang disebabkan oleh infeksi.

komodo
©2021 Merdeka.com/Agus Elang

Bintik-bintik kuning di bagian dekat mata Komodo menandakan usia.Semakin banyak bintik kuning, menandakan usia komodo semakin muda. Komodo dapat hidup sampai usia 40-50 tahun. Selama beberapa tahun pertama kehidupan mereka, komodo sangat suka memanjat dan menghabiskan waktu di atas pohon.

Uniknya, meski mamalia ini memiliki lubang telinga namun komodo tidak memiliki indera pendengaran.Hewan ini tidak dapat melihat dengan baik di kegelapan malam. Komodo mampu melihat hingga sejauh 300 meter, namun tidak bisa membedakan objek yang tak bergerak.

komodo
©2021 Merdeka.com/Agus Elang

Di samping proses reproduksi yang normal, beberapa komodo betina tidak memerlukan komodo jantan untuk bereproduksi. Komodo betina bisa bertelur melalui proses partenogenesis di mana sel telur akan saling membuahi satu sama lain.

Fenomena yang juga diketahui muncul pada beberapa spesies reptil lainnya seperti pada Cnemidophorus. Proses perkawinan komodo cukup unik, komodo jantan harus bertarung terlebih dahulu agar bisa kawin dengan komodo betina. Penuh perjuangan ya!

komodo
©2021 Merdeka.com/Agus Elang

Komodo menjadi satwa yang dilindungi pemerintah Indonesia karena hampir punah.Akibat kekhawatiran ini, pada tahun 1980 Pemerintah Indonesia menetapkan berdirinya Taman Nasional Komodo untuk melindungi populasi komodo dan ekosistemnya.

Kerusakan habitat, kebakaran, berkurangnya mangsa, meningkatnya pariwisata, dan perburuan gelap membuat komodo semakin rentan terhadap kepunahan. Perdagangan komodo, baik kulit maupun bagian-bagian lain dari hewan ini adalah ilegal.



[Tys]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini