Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

King Kobra, Ular Pembunuh Berbisa Terpanjang di Dunia

King Kobra, Ular Pembunuh Berbisa Terpanjang di Dunia King Kobra. ©2021 Merdeka.com/Subari

Merdeka.com - Tatapan mata yang tajam, tubuhnya yang berdiri tinggi membuat siapa saja dibuat merinding. Raja kobra, selalu sukses membuat takut siapa saja yang melihatnya. Tak hanya itu, bisa Ular King Kobra mampu melumpuhkan korban dalam sekejap.

Ular pemilik nama latin Ophiophagus hannah ini panjangnya mampu mencapai 5,5-6 meter dengan diameter hingga 10 cm. Menjadikan Ular King Kobra sebagai ular berbisa terpanjang di dunia. Saat dewasa, bobot King Kobra bisa mencapai 20 kg. Umurnya juga panjang, bisa mencapai 20 tahun. Pantas, julukan Raja Kobra disematkan pada ular ini.

Raja Kobra hanya akan menyerang manusia jika terancam. Sedangkan di alam liar ular ini agresif. Hanya dengan sekali gigitan, racunnya mampu menyebar ke seluruh pembuluh darah korban. Dalam hitungan menit, korban akan terbunuh dengan mudah.

king kobra

© 2021 Merdeka.com/Subari

Saat terancam, King Kobra akan membuat tubuh unik. Bagian kepala ke bawah hingga sepertiga tubuhnya akan berdiri. Yang paling unik, ujung kepala dan lehernya akan memipih layaknya berbentuk sebuah sendok. Saat itu juga, ular ini akan mengeluarkan suara desisan yang keras. Bukti bahwa Raja Kobra siap menerkam.

Ular King Kobra merupakan spesies ular yang termasuk dalam keluarga Elapidae.Seperti ular berbisa lainnya dalam keluarga ini, kobra juga dikenal sebagai Elapid. Ular ini menggunakan bisa untuk melumpuhkan mangsa. Di alam liar mangsanya termasuk kelinci, tikus, burung, telur hingga ular lainnya.

King Kobra akan lebih agresif saat berganti kulit. Sisiknya yang telah usang akan mengelupas. Biasanya semak, dan bebatuan menjadi media Ular King Kobra berganti Kulit.

king kobra

© 2021 Merdeka.com/Subari

Racun King Kobra memang tidak lebih kuat di antara ular berbisa lainnya. Namun, hanya dengan dua per sepuluh ons cairan bisa mampu membunuh 20 orang. Bisa yang keluar dari taringnya bahkan mampu membunuh gajah yang ribuan kali dari ukuran tubuhnya. Benar bisa yang begitu menakutkan.

Bisa ular ini mengandung racun berjenis haemotoxcin dan neurotoxcin. Saat taring King Kobra menggigit tubuh korban, bisanya akan dengan cepat menyebar. Bisa akan membuat pembuluh darah beku. Selain itu syaraf juga akan terkontaminasi dan menyebabkan kelumpuhan organ. Racun King Kobra mempengaruhi pusat pernapasan di otak, menyebabkan napas berhenti dan gagal jantung.

king kobra

©2021 Merdeka.com/Subari

Jangan terlalu khawatir namun tetap waspada, ular ganas ini punya penanganannya sendiri. Jika menemui ular ini, usahakan jangan banyak bergerak. Setiap gerakan bisa jadi ancaman bagi King Kobra. Kemudian jaga jarak aman, gunakan tongkat untuk membuat ular memojok dan bersembunyi. Saat aman, menghindar dan bersembunyi saat menemui ular ini. Setelah itu hubungi pihak terkait untuk penanganan yang lebih professional.

King Kobra hidup di Asia Selatan dan Tenggara, kecuali kepulauan Little Andaman dan Mentawai. Ular ini ditemukan mulai dari Nepal, India, Cina bagian selatan, Indocina, Filipina, Malaysia, Brunei, hingga di Indonesia. Hutan lembap, rindang, semak belukar, dan liang bebatuan adalah habitat kesukaan King Kobra.

king kobra

©2021 Merdeka.com/Subari

Meskipun tergolong ular terestrial, King Kobra dewasa mampu memanjat pohon. Dengan hutan yang panjang, terkadang ular ini mudah ditemui di semak semak semak. Ular ini sangat mudah ditemu saat musim pancaroba. Saat itu, King kobra memasuki musim kawin. Kobra betina mampu menghasilkan 12 hingga 60 butir telur.

Tak jarang, saat tertentu ular ini mudah ditemui. Areal perumahan yang dekat dengan semak belukar tak menutup kemungkinan dijamah Raja Kobra. Karenanya, harus selalu waspada dan turut menjaga habitat King Kobra. (mdk/Ibr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP