Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keunikan Arsitektur Masjid Terapung Al Jabbar Bandung

Keunikan Arsitektur Masjid Terapung Al Jabbar Bandung Masjid Al Jabbar Bandung. ©2021 Merdeka.com/Heri Setiawan

Merdeka.com - Dari kejauhan, Masjid Al Jabbar Bandung nampak mengapung di atas air. Namun, saat melihat lebih dekat, masjid ini sebenarnya tak mengapung. Tempat ibadah ini tepat berada di tengah-tengah danau sehingga terkesan mengapung di air. Alhasil, Masjid Al Jabbar sering disebut juga dengan Masjid Terapung Gedebage.

Masjid yang terletak di kelurahan Cimenerang, kecamatan Gedebage, kota Bandung ini punya desain yang unik. Tanpa kubah, masjid ini memiliki ornamen atap tumpuk berbentuk kerucut. Nantinya, masjid ini akan dilengkapi kaca berwarna-warni.

Meski pembangunannya belum rampung, namun kemegahan bangunan ini langsung nampak dari luar. Bentuknya yang berbeda dari masjid pada umumnya membuat tempat ibadah ini sering dikunjungi para wisatawan.

masjid al jabbar bandung©2021 Merdeka.com/Heri Setiawan

Bangunan masjid ini berbentuk persegi dengan ukuran 99 x 99 meter. Terdiri dari tiga lantai, diperkirakan bangunan masjid ini dapat menampung sekitar 60 ribu jemaah. Tak hanya sekedar tempat ibadah, masjid ini nantinya juga dilengkapi dengan museum.

Lantai pertama akan dibangun museum sejarah nabi. Lalu, lantai dua dan tiga menjadi tempat ibadah yang dapat menampung jemaah. Selain itu, dilengkapi dengan fasilitas untuk menginap, pelatihan, perpustakaan, pertemuan dan seminar.

Adanya museum di masjid adalah implementasi dari sebuah masjid modern yang multifungsi. Sebagai tempat ibadah dan juga sarana edukasi.

masjid al jabbar bandung©2021 Merdeka.com/Heri Setiawan

Masjid rancangan Ridwan Kamil ini terasa sejuk dengan tumbuhan hijau di sekitarnya. Berpadu dengan atap masjid yang cantik. Enggak heran, jika masjid ini berhasil menjadi daya tarik masyarakat. Kelak, Masjid Agung Al-Jabbar nantinya akan menjadi ikon baru dan pusat wisata religi di Kota Kembang.

Peletakkan batu pertama masjid megah ini dilakukan pada 29 Desember 2017. Terhitung 5 tahun, proses pembangunannya masih berlangsung hingga kini. Pembangunan masjid terapung ini menjadi salah satu proyek yang dinanti masyarakat.

masjid al jabbar bandung©2021 Merdeka.com/Heri Setiawan

Selain dimanfaatkan untuk membangun masjid, danau buatan ini juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan air baku Kota Bandung setara 15 meter kubik per detik. Danau Gedebage dengan kedalaman 3 meter ini berfungsi sebagai penampung air hujan, cadangan air baku juga sebagai fungsi sosial.

Masjid ini sudah ramai wisatawan walaupun proses pembangunan belum selesai. Pengunjung hanya menikmati kemegahan Masjid Terapung dari luar. Atau hanya sekedar duduk dari tepian danau. Beberapa pengunjung yang berkunjung bahkan terlihat memancing di danau ini.

Kendati belum bisa menjelajah seluk-beluk masjid ini. Namun para wisatawan tetap merasa puas. Tak lupa mengabadikan foto di tempat ibadah yang unik ini.

masjid al jabbar bandung©2021 Merdeka.com/Heri Setiawan

Dibangun sejak tahun 2017, rencananya tempat ibadah siap rampung pada akhir Desember 2020. Namun, pandemi Corona Covid-19 yang melanda membuat anggaran dana pembangunan masjid dialihkan untuk kesehatan. Pembangunan Masjid Al Jabbar harus ditunda sementara. (mdk/Tys)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP