Ketenangan Desa Malasari Bogor, Tak Kalah dari Ubud

Rabu, 9 Juni 2021 16:15 Reporter : Tyas Titi Kinapti
Ketenangan Desa Malasari Bogor, Tak Kalah dari Ubud Desa Malasari. ©2021 Merdeka.com/Rillo Apriansyah

Merdeka.com - Hamparan sawah berundak sukses memukau pengunjung. Sawah-sawah yang dengan bukit di belakangnya. Pembatas tanah antar sawah membuat pola tanaman berundah yang indah. Jika dilihat sekilas, beberapa orang menyangka ini Terasering Tegalalang yang berada di Ubud, Bali.

Namun, jangan salah terasering bernama 1001 undak ini ada di wilayah Bogor, Jawa Barat. Tepatnya di Desa Malasari. Desa ini berada di sisi utara wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Menawarkan kehidupan pedesaan asri dengan pemandangan alam yang indah. Jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, tempat ini cocok untuk menenangkan pikiran.

Bagaimana tidak? Desa Malasari memiliki banyak pesona dengan paket lengkap. Dari Terasering 1001 undak, Kebun Teh Nirmala, Jembatan Kanopi sampai air terjun dan sungai.Keindahan alamnya yang sangat memesona menjadi daya tarik utama wisatawan.

desa malasari
©2021 Merdeka.com/Rillo Apriansyah

Desa Malasari memiliki hamparan kebun teh bernama Nirmala Agung. Membentang luas sekitar 971,22 hektar. Berada di ketinggian 1200 s.d 1.900 Mdpl udara dingin nan sejuk menyelimuti di kebun teh Nirmala Agung. Kamu bisa menyesuri perkebunan yang dibangun pada masa kolonial Belanda ini.

Bisa bersepeda atau berjalan kaki santai. Sambil melihat tangan-tangan pemetik teh yang lihai mengambil pucuk-pucuk daun. Meski hanya sekedar duduk pun, kamu juga bisa merasakan semilir angin yang menyentuh kulit lembut.

Kebun Teh Nirmala Agung ini disebut sebagai kebun teh terbaik di Bogor. Saat matahari terbenam atau tenggelam, Kebun Teh Nirmala Agung punya pemandangan magis yang membius pengunjung.

desa malasari
©2021 Merdeka.com/Rillo Apriansyah


Salah satu tempat yang mencuri perhatian di Desa Malasari ialah jembatan kanopi. Dengan panjang 120 meter dan tinggi kurang lebih 25 meter, jembatan gantung kayu ini menghubungkan beberapa pohon melintasi desa. Letaknya yang dikeliling pepohonna tinggi nan rimbut, membuat jembatan ini seolah menyeberangi hutan.

Dari ketinggian 25 meter, wisatawan bisa melihat beragam flora dan fauna dari Taman Nasional Gunung Halimun yang mengesankan. Jika beruntung, wisatawan juga bisa melihat aktivitas fauna endemik khas hutan hujan dataran rendah seperti owa jawa, macan tutul, elang jawa, hingga kukang.

desa malasari
©2021 Merdeka.com/Rillo Apriansyah

Keunikan Desa Malasari tak cukup sampai di situ saja. Punya aliran air sungai Cikaniki dan Cidurian. Tak jarang kecantikan pelangi terlihat jelas di desa ini. Pelangi yang sering muncul di desa ini bahkan menjadi salah satu bahan promosi pihak pengelola dari Desa Wisata Malasari.

Di Desa Malasari juga terdapat jejak sejarah Pendopo Boepati 1947. Pendopo ini menjadi cikal bakal Pemerintah Kabupaten Bogor. Beberapa benda peninggalan yang cukup tua juga dirawat apik di sini.

desa malasari
©2021 Merdeka.com/Rillo Apriansyah

Desa Malasari yang disebut Jantung Halimun ini letaknya tak jauh dari Kota Bogor. Kurang lebih selama 2-3 jam. Tak membuat kantung jebol, biaya masuk Desa Malasari sebesar Rp12.500 per orang saja.

Selain itu, di Desa Malasari juga menyediakan penginapan. Harga mulai dari Rp.150.000 per malam untuk satu kamar yang dapat dihuni oleh 2 orang.Kamu warga Jabodetabek pun enggak perlu pergi jauh-jauh lagi untuk merasakan suasana sejuk khas pedesaan di Bali. Di desa wisata Malasari ini tak kalah pesonanya dengan Ubud. [Tys]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini