Julang Emas, Rangkong yang Nyaris Punah di Tanah Air

Jumat, 30 April 2021 12:00 Reporter : Tyas Titi Kinapti
Julang Emas, Rangkong yang Nyaris Punah di Tanah Air Rangkong Julang Emas. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Bertengger di pohon, burung Rangkong Julang Emas nampak memesona. Bulu bagian punggung, sayap sampai perut bewarna hitam dengan kemilau hijau metalik. Sedangkan ekornya kontras berwana putih. Di dekat paruh, ada kantong kuning yang berfungsi untuk menyimpan makanan. Terlihat cantik dengan warna yang menyala.

Pesona Rangkong Julang Emas terlihat pada paruhnya. Paruh berwarna kuning gading dengan lipatan-lipatan rendah kerutan. Kokoh menakjubkan. Paruh inilah yang membuat Julang Emas di Indonesia diambang kepunahan, diburu orang untuk hiasan bernilai tinggi. Padahal pengabdian burung ini bagi hutan tak main-main.

Rangkong, termasuk Julang Emas dijuluki petani hutan. Dengan daya jelajah yang mencapai hampir 100 kilo meter per segi, membuat rangkong menjadi penyebar biji yang efektif di hutan. Biji-biji tersebut tersebar melalui sisa makanan atau dari kotoran. Kehadiran rangkong di alam pun erat kaitannya dengan kelestarian hutan.

rangkong julang emas
©2021 Merdeka.com/Farabby Asslam Pareke

Pemilik nama latin Rhyticeros Undulatus hidup di hutan dataran rendah dan perbukitan sampai ketinggian 2.000 m. Julang Emas memakan buah-buahan seperti buah ara, buah kenari, buah ulin dan buah mahoni. Mereka juga memakan hewan-hewan kecil seperti telur burung, anak burung, katak pohon, kelelawar, ular, kadal dan invertebrata kecil.

Di Indonesia, Julang Emas tersebar di Kalimantan, Sumatera, Jawa dan Bali (termasuk beberapa pulau lepas pantai). Diburu secara lokal dan diduga populasinya menurun hingga 30-49% pada tiga generasi mendatang. Julang Emas masuk dalam daftar merah IUCN sebagai VU (Vulnerable) dan Appendix II, CITES.

Satwa ini dilindungi berdasarkan PermenLHK No. 20 Tahun 2018, UU No.5 Tahun 1990 dan PP No.7 Tahun 1999. Sehingga pemeliharaan, perdagangan, dan perburuannya adalah kegiatan ilegal.

rangkong julang emas
©2021 Merdeka.com/Farabby Asslam Pareke

Jantan Julang Emas merupakan burung yang setia dan romantis. Burung dari keluarga Bucerotidae ini sering pergi berdua bersama pasangannya. Saat musim berkembang biak tiba, si jantan akan sibuk mencari makan untuk betina. Betina dengan setia terpenjara di dalam sarang mengerami butir telur sekitar 2-3 bulan sampai menetas.

Nantinya, sang jantan meletakkan biji atau buah yang didapatkan dari dalam kantongnya. Lalu mengeluarkannya lewat mulut saat tiba tepat di depan sarang untuk makan sang betina. Saat anaknya menetas, sang jantan lebih sibuk lagi mencari makanan untuk kekasih dan anaknya. Hewan yang benar-benar bertanggung jawab ya!

rangkong julang emas
©2021 Merdeka.com/Farabby Asslam Pareke

Meski nampak serupa, namun Julang Emas betina dan jatan memeliki perbedaan. Julang Emas jantan memiliki kepala krem, kantung leher kuning tidak berbulu dengan setrip hitam.Sedangkan burung yang berjenis kelamin betina, kepala dan leher berwarna hitam, kantung leher berwarna biru, tidak ditumbuhi bulu.

Julang Emas memiliki suara yang unik. Suaranya seperti salakan yang berulang, pendek dan terdengar parau. Ketika terbang, kepakan sayapnya mengeluarkan suara keras dan tajam. Bahkan terdengar hingga 1 km. Kepakannya lebih senyap ketika bulunya basah. Mereka juga lebih jarang bermanuver meluncur ketika terbang dibanding julang yang lain.

rangkong julang emas
©2021 Merdeka.com/Farabby Asslam Pareke

Di Tanah Air, ada 13 jenis rangkong dari total 62 jenis rangkong di dunia. Sembilan jenis rangkong tersebar di Sumatera dan Kalimantan, serta empat jenis yang merupakan jenis endemik berada di Sumba, Sulawesi, dan Papua. Setiap jenis rangkong tentu saja memiliki keunikannya masing-masing. [Tys]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini