Bledug Kramesan, Gunung Lumpur Vulkanik Kerucut Mini Mirip Puncak Mahameru

Kamis, 10 Juni 2021 16:15 Reporter : Ibrahim Hasan
Bledug Kramesan, Gunung Lumpur Vulkanik Kerucut Mini Mirip Puncak Mahameru Bledug Kramesan, Gunung Lumpur Vulkanik Mini. ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Merdeka.com - Selain Bledug Kuwu, ada banyak bledug di Grobogan. Istilah bledug merupakan fenomena letupan lumpur panas akibat aktivitas vulkanik. Bentuknya berbeda dengan Bledug Kuwu yang sudah lebih dulu terkenal. Julukannya Bledug Kramesan, bentuknya mengerucut mirip dengan Puncak Mahameru yang berjenis strato. Pada puncaknya menyembur lumpur dengan pelan. Lokasinya berada di Dusun Medang, Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Keberadaan Bledug Kramesan menjadi daya tarik wisatawan. Bentuknya memang unik, dan menambah koleksi deretan bledug yang ada di Grobogan. Bledug Kramesan memiliki ketinggian 25 dari permukaan tanah. Mengalahkan ketinggian Bleduk Kuwu yang tingginya hanya 3 meter. Bleduh Kramesan akan semakin tinggi seiring dengan luapan lumpur yang keluar.

Diperkirakan semuran lumpur di Bledug Kramesan telah terjadi selama ratusan tahun. Seperti halnya bledug lainnya di Grobogan, kemunculannya merupakan teknis fenomena alam hingga punya mitos yang membersamainya.

bledug kramesan gunung lumpur vulkanik mini

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Wisatawan bisa mendatagi Bledug Kramesan dan melihat lebih dekat fenomena vulkanologi. Bahkan mereka bisa menaiki gunung mini ini hingga ke puncaknya. Pada puncak kawahnya meletup dengan intensitas sangat kecil. Mendorong adonan lumpur dan membentuk gelembung setinggi 30-50 centimeter. Hawa panas dengan suhu kurang lebih 50 derajat celcius terasa hingga jarak aman.

Panorama yang disuguhkan berupa warna hijau areal persawahan warga. Menaikinya harus dengan hati-hati. Tak sembarang permukaan Bledug Kramesan bisa dipijak. Beberapa sisi gunung mini ini merupakan tanah yang labil. Siapa saja bisa terjatuh bahka terperosok pada endapan lumpur yang basah.

Waktu terbaik mendatangi Bledug Kramesan adalah saat musim kemarau. Gundukan tanah akan menjadi keras berkat terik matahari. Motif tanah pecah-pecah pun jadi pemandangan menarik. Kemiringannya mencapai 45 derajad menuju puncak. Mendaki dan berfoto layaknya scene Film “5 Cm” dapat dilakukan di Bleduk Kramesan.

bledug kramesan gunung lumpur vulkanik mini

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Lumpur yang keluar meluap dan mengalir hingga ke kaki gunung mini. Lumpur Bledug Kramesan berisi air, uap air, tanah, dan hingga gas metana. Fenomena ini terjadi karena adanya tekanan geothermal yang mampu mendorong batuan alluvial ke permukaan tanah. Endapan alluvial ini berada di Zona Fisiografis Randublatung yang berkarakteristik batuan lunak.

Batuan lunak berupa sedimen halus mendapatkan suhu dan tekanan yang tinggi menghasilkan luapan lumpur panas. Beberapa kondisi lumpur juga terdapat kandungan garam akibat deformasi kubah garap atau diapir di dalam perut bumi. Lumpur panas menyusuri bidang patahan pada kerak bumi bagian atas. Sehingga menimbulkan wujud fenomena bledug yang langka.

bledug kramesan gunung lumpur vulkanik mini

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Di sekitar Bledug Kramesan juga ditemui beberapa kolam yang airnya bergejolak. Seolah mirip air yang mendidih, namun fenomena tersebut terjadi karena gas alam yang keluar dari dalam perut bumi. Ada 3 kolam, bahkan posisinya berada dalam area tanaman padi milik warga.

Keberadaan air mendidih punya mitos yang dipercaya sebagai Naga Jaka Linglung dan Prabu dewata Cengkar yang selalu memangsa manusia. Namun cerita tersebut hanya sebatas dongeng mulut ke mulut. Terlepas itu, fenomena Bledug Kramesan merupakan sebuah fenomena alamiah yang menjadi ilmu pengetahuan.

bledug kramesan gunung lumpur vulkanik mini

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Bledug Kramesan menjadi objek wisata umum. Jaraknya 5 kilometer sebelah timur laut dari Bledug Kuwu. Sedang dari kota Grobogan memakan waktu 1 jam perjalanan menuju Bledug Kramesan.

Sayangnya Bledug Kramesan belum dikelola dengan baik oleh Pemkab Grobogan maupun warga Desa. Bledug Kramesan berpotensi menjadi wisata alam yang unik, terlebih sebagai wisata edukasi untuk mempelajari fenomena alam. sebenarnya Bledug tersebut dapat dikembangkan menjadi wisata edukasi tentang kegunung apian untuk para pelajar dan mahasiswa yang menimba ilmu tentang alam.

Adanya Bledug di Grobogan erat dikaitkan dengan kemunculan Api Abadi Mrapen dan Kolam Mendidih di Kecamatan Godong, Grobogan. Semuanya merupakan kejadian alam berasal dari sistem gas bumi yang merangkak naik ke permukaan tanah. [Ibr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini