UMG Idealab dan Inovator Kiwi Aliwarga Fokus Tiga Isu Ini di Indonesia 2020

Kamis, 26 Desember 2019 06:44 Reporter : Syakur Usman
UMG Idealab dan Inovator Kiwi Aliwarga Fokus Tiga Isu Ini di Indonesia 2020 UMG Idealab, perusahaan venture capital (VC) dan venture builder (VB) besutan inovator Kiwi Aliwarga. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - UMG Idealab, perusahaan venture capital (VC) dan venture builder (VB) besutan inovator Kiwi Aliwarga, berhasil mendanai sekitar 60 startup hingga kini. Separuh pendanaan untuk startup lokal, sedangkan sisanya tersebar di Myanmar, Thailand, dan China.

Visi Kiwi Aliwarga mendirikan UMG Idealab adalah berkontribusi pada solusi teknologi berkelanjutan khususnya di Indonesia.

Melalui berbagai riset dan penelitiannya, UMG Idealab berharap dapat berkontribusi lebih pada kemajuan teknologi Tanah Air. Riset itu antara lain pengembangan passenger drone melalui startup Frogs, biotechnology melalui Biotech, pengembangan energi terbarukan antara lain berupa baterai melalui Lectro, pengembangan teknologi smart speaker dan teknologi Neuro-Linguistic Programming (NLP) dalam Bahasa Indonesia.

Kemudian pendirian Pusat Riset dan Pendidikan Artificial Intelligence (AI) dengan Universitas Indonesia, dan deep tech untuk mendukung industri 4.0 seperti robotic, big data, dan voice recognition technology.

Pada 2020, UMG Idealab akan semakin fokus pada tiga hal krusial, yaitu perubahan iklim, ketidakmerataan, dan perkembangan UKM di Indonesia. Tiga fokus ini didasari variabel bahwa Indonesia tidak lepas dari pengaruh perubahan iklim global yang berdampak pada kinerja ekonomi negara. Peningkatan suhu sekitar 0,8 derajat celcius diperkirakan terjadi pada 2030 dan mengubah pola curah hujan sepanjang tahun. Penggunaan alat transportasi dan produksi listrik turut menyumbang tingginya peninggalan jejak karbon.

“Sekitar 13 persen emisi gas rumah kaca dihasilkan dari proses produksi dan transportasi makanan. Kita dapat mengurangi angka tersebut dengan meminimalisasi proses transportasi makanan. Itulah yang kami lakukan di UMG Idealab. Startup Fistx berkonsentrasi pada budidaya udang dan ikan di kota-kota sehingga dapat mengurangi carbon footprint dan memotong ongkos transportasi. UKM tentunya juga dapat memperbesar skala usahanya dan mendapatkan profitnya dari sini,” ujar Kiwi dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (26/12).

2 dari 2 halaman

Perubahan iklim, ketidakmerataan, dan perkembangan UKM di 2020

umg idealab perusahaan venture capital vc dan venture builder vb besutan inovator kiwi aliwarga2019 Merdeka.com

Menurutnya, startup Lectro yang memproduksi baterai untuk rumah, pabrik, dan pembangkit listrik akan mengurangi carbon footprint dalam produksi listrik. Hal berikutnya yang menjadi perhatian Kiwi adalah mengurangi ketidakmerataan. Sejalan dengan upaya pemerintah untuk terus menggenjot pemerataan di berbagai daerah, Kiwi memiliki langkah tersendiri untuk hal ini.

Kami mendukung pemerintah untuk menangani persoalan ketidakmerataan di berbagai bidang seperti edukasi, akses kesehatan, logistik, dan akses mendapat pekerjaan. Kami berkontribusi nyata melalui platform fintech untuk perkembangan bisnis, edutech, healthtech, hingga logistic tech yang diharapkan dapat semakin menekan gap of inequality di Tanah Air, ujarnya.

Upaya tersebut ditunjukkan dengan melakukan pendanaan pada platform startup Skilloka, Bukku, Course.com, Prosehat, Perawatku.id, RentConnected, dan BeeExpress.

Lebih lanjut, kata Kiwi, komitmen UMG Idealab untuk kemajuan UKM. Sejauh ini pihaknya sudah menyediakan platform untuk kemajuan UKM, antara lain pada aspek human resources, Enterprise Resource Planning (ERP), point of sales, AI, robotic, fintech untuk UKM, legal, hingga jasa pengiriman melalui startup Starchain, Botika, Bahasakita, Widya Indonesia, Legalku, dan Aruna. Berbagai startup ini dinilai dapat menjadi angin segar bagi para pelaku UKM untuk berkembang.

Berkat kontribusinya dalam bidang teknologi, UMG Idealab berhasil mendapat berbagai penghargaan sepanjang tahun ini, antara lain PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) menjadi runner-up pertama dalam ajang kompetisi startup Intellectual Property Innovation & Entrepreneurship Contest (IPIEC) Global 2019, nominasi Investor of The Year 2019 versi ASEAN Rice Bowl Start-up Awards, terpilihnya Frogs dan Prosehat menjadi wakil Indonesia di ajang ASEAN Rice Bowl Start-up Awards, dan Universitas Indonesia (UI) Award di bidang Penelitian dan Pengembangan AI.

[sya]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini