Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tax Amnesty berhasil, belanja TI pemerintah bisa melonjak

Tax Amnesty berhasil, belanja TI pemerintah bisa melonjak Diskusi Tax Amnesty dan Bisnis Sektor TI. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Program pengampunan pajak atau tax amnesty bakal meningkatkan belanja teknologi informasi (TI) pemerintah secara signifikan secara jangka panjang. Tahun lalu belanja TI sektor pemerintah mencapai USD 242 juta, menurut data Frost and Sullivan.

Vita Andini, Senior Konsutan Frost and Sullivan Indonesia, menjelaskan program pengampunan pajak yang berlangsung hingga Maret 2017 pasti meningkatkan belanja TI pemerintah. Pendorongnya ada dua, yakni proyek infrastruktur TI seperti fixed broadband lewat proyek Palapa Ring dan program smart city. Saat ini program smart city baru dilakukan oleh 22 pemerintah daerah dari 36 pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

"Program pengampunan pjak akan menambah anggaran belanja pemerintah. Tantangannya adalah kenaikan anggaran belanja itu akan dialokasikan ke mana. Apakah sektor TI menjadi prioritas pemerintah atau malah sektor lain," ujar Vita dalam diskusi Tax Amnesty dan Bisnis Sektor TI yang digagas oleh komunitas Golden Circle Club di Jakarta, Kamis (6/10) malam.

Program smart city akan berkontribusi besar terhadap belanja TI pemerintah, jika dipandang sebagai program prioritas pemerintah. Sebab kebutuhannya besar seperti dari sisi data centar dan cloud. Contohnya, kebutuhan data center untuk menunjang command center yang dibuat satu pemerintah daerah. Biayanya bisa mencapai Rp 20 miliar-Rp 30 miliar per command center per kota. Belum lagi kebutuhan untuk layanan camera surveilance untuk memadukan kamera CCTV ke command center.

Secara tidak langsung, program tax amnesty akan mendorong tercapainya program pemerintah di berbagai sektor industri termasuk industri TI. Apalagi pemerintah berkomitmen membawa Indonesia sebagai negara dengan tingkat konektivitas tertinggi dalam visi ekonomi digital.

Frost and Sullivan memprediksi pasar TI di segmen korporasi di Indonesia akan tumbuh 108 persen menjadi USD 3,75 miliar pada 2020 dari USD 1,8 miliar pada 2015. Kenaikan itu mencakup layanan TI dari sisi data center, cloud, konektivitas, dan managed service. Sektor industri yang memiliki belanja tertinggi datang dari sektor perbankan dan layanan keuangan, telekomunikasi, manufaktur, dan pemerintah.

Harry Surjanto, Presiden Direktur CTI Group yang mengelola komunitas Golden Circle Club ini, berpendapat situasi perekonomian nasional sedang kurang menggembirakan, yang ditandai dengan turunnya nilai investasi. Untuk itu, pihaknya mengapresiasi upaya pemerintah untuk membangkitan kembali ekonomi nasional lewat program tax amnesty.

"Program tax amnesty ini diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara dan menggairahkan investasi di tanah air," ujarnya.

CTI berkomitmen untuk tumbuh bersama dengan para mitra bisnisnya, melalui penyediaan dukungan lengkap mulai dari fasilitas CTI technology center, tenaga ahli, layanan customer center 24/7, dan lain-lain. Saat ini CTI Group memiliki dua anak usaha yang beroperasi di Malaysia dan Filipina.

(mdk/bbo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP