Sigapnya Indonesia Hadapi Era 5G

Jumat, 23 November 2018 18:26 Reporter : Indra Cahya
Sigapnya Indonesia Hadapi Era 5G Fakta tentang jaringan 5G. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pada tahun 2022, Indonesia akan membuka lelang pita frekuensi 5G sekaligus merilis layanan konektivitas super kencang tersebut di tahun tersebut. Terdapat beberapa aspek yang telah direncanakan oleh Pemerintah yang akan menggandeng perusahaan telekomunikasi.

Diungkapkan Direktur Penataan Sumber Daya, melansir Tekno Liputan6.com, Ditjen SDPPI Kemkominfo Denny Setiawan berencana bahwa implementasi 5G sudah disiapkan sejak 2017 dengan menggelar uji coba indoor pita frekuensi 15GHz oleh XL Axiata dan 72GHz oleh Telkomsel.

Kemudian, pada tahun ini kembali digelar uji coba oleh operator seluler yakni Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat Ooredoo. Uji coba indoor dan outdoor pita frekuensi 28GHz digelar oleh Telkomsel saat Asian Games XVII.

Kemudian, XL menggelar uji coba outdoor pada pita frekuensi yang sama. Indosaat Ooredoo melakukan pengujian yang sama pada Kamis (22/11/2018) melalui 3D Augmented Reality (AR).

"Pada tahun depan direncanakan akan dilakukan kembali uji coba pada pita frekuensi 26GHz dan pita lainnya yakni 3,5GHz," kata Denny dalam acara uji coba 5G di kantor Indosat Ooredoo.

Pemerintah pada tahun depan juga akan menyusun dan mensosialisasikan draft kebijakan 5G, dengan fokus mendukung revolusi industri 4.0 dan ekonomi digital.

Rencana Persiapan Implementasi 2020 - 2022

Finalisasi kebijakan dan regulasi untuk 5G, termasuk spektrum, model bisnis, dan Biaya Hak Penggunaan (BHP) diharapkan terjadi pada periode 2020-2021. Kemudian, juga akan dilakukan uji coba 5G menggunakan perangkat komersial dan mencoba use case berkaitan dengan manufaktur terkait revolusi industri 4.0.

"Kami akan menentukan pita frekuensi yang akan digunakan, harganya berapa, membangun small cell, serta bisnis model juga penting. Ini semua harus disiapkan dari spektrum hingga regulasinya," ungkap Denny.

Setelah semua proses tersebut berlangsung, baru pemerintah bisa membuka lelang pita frekuensi 5G. Sejauh ini, ada tiga kandidat pita frekuensi yang kerap disebut akan menjadi pilihan Indonesia, yakni 3,5GHz, 26GHZ, dan 28GHz. Peluncuran layanan broadband berbasis 5G, yakni mobile dan fixed broadband, diprediksi akan dilakukan pada 2022. Namun, Denny tidak menutup kemungkinan waktu peluncuran bisa lebih cepat.

"2022 mungkin baru bisa dirilis, tapi kalau harmonisasi berjalan baik mungkin bisa lebih cepat," tuturnya.

Sementara Indonesia dijadwalkan baru bisa mencicipi layanan 5G secara komersial pada 2022, sejumlah negara lain melangkah lebih cepat. Dua negara maju soal cakupan dan ketersediaan telcko, Korea Selatan dan Amerika Serikat, berencana merilis 5G secara mulai tahun depan. China, Jepang, Inggris, dan Jerman akan menyusul pada 2020.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Andina Librianty [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Teknologi
  2. Telco
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini