Saingi Tinder, Aplikasi Kencan StepUp Incar Pengguna Indonesia

Selasa, 10 Maret 2020 17:53 Reporter : Syakur Usman
Saingi Tinder, Aplikasi Kencan StepUp Incar Pengguna Indonesia aplikasi kencan StepUp asal Taiwan. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Aplikasi kencan online, StepUp, akan merilis layanannya ke kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia pada pertengahan Maret tahun ini. Menyaingi Tinder, aplikasi StepUp ini dipimpin oleh Kenneth Chen sebagai Chief Executive Officer (CEO) dan Andy Chou sebagai Chief Tehcnology Officer (CTO).

Kenneth, CEO StepUp, mengatakan aplikasi kencan StepUp merupakan hasil rebranding dari aplikasi serupa yang bernama Cotery asal Taiwan. Versi pertama dari Cotery sudah dirilis di Google Play Store pada Oktober 2019.

"Setelah memenangi Global Media Pitch Contest di event startup Asia, Meet Taipei, pada November 2019, kami melakukan rebranding aplikasi Cotery menjadi StepUp. Aplikasi StepUp akan kami rilis lagi di OS Android dan iOS pada 14 Maret ini," ujar Kenneth dalam surat elektroniknya pada Merdeka.com, baru-baru ini.

Kennet memiliki gelar Master of Science Global e-Business dari Universitas de Lille, Perancis. Sedangkan Andy bergelar Bachelor of Science Computer Science dari Universitas California Santa Barbara, Amerika Serikat. Keduanya memiliki pengalaman startup teknologi keuangan di Silicon Valley, Amerika Serikat.

Kenneth mengaku aplikasi StepUp sudah siap dirilis di OS Android, sementara di iOS baru dapat persetujuan pada 4 Maret lalu.

1 dari 1 halaman

Basis Kencan Video Singkat 3 Menit

aplikasi kencan stepup asal taiwan

2020 Merdeka.com

Apa yang membedakan StepUp dari aplikasi kencan online lain seperti Tinder?

Menurut Kenneth, StepUp merupakan aplikasi kencan online berbasis video berdurasi 3 menit. Sehingga aplikasinya tidak menawarkan banyak foto dan teks, tapi langsung kencan secara cepat berdasarkan video 3 menit tersebut.

Cara kencan di StepUp sangat mudah, setelah mengunduh aplikasi ini tentu saja.

Sebagai pengguna, Anda akan mendapat video untuk speed dating selama 3 menit dengan pengguna lain. Lewat video dan audio (suara), Anda bisa langsung menentukan apakah akan lanjut kencan atau tidak.

"Pertama, Anda akan mendapat konten video pengguna lain yang wajahnya disamarkan alias kurang jelas (blur). Bila Anda masih menikmati video tersebut lebih dari 1 menit, maka wajah pengguna di video tersebut semakin jelas. Jika durasinya sudah lebih dari 2 menit, Anda mendapat video yang jelas sekali. Dan bila mencapai 3 menit dan merasa cocok, maka Anda bisa mengajaknya bertemu untuk kencan secara pribadi," ucapnya.

Kenneth dan Andy mengembangkan aplikasi kencan online ini, karena mempunyai pengalaman menggunakan banyak aplikasi kencan untuk mencari jodoh.

Dalam lima tahun terakhir, Kenneth dan Andy mengaku sudah menggunakan lebih dari 30 aplikasi kencan dengan kecocokan pada 1.000 orang.

Dari sekitar 1.000 orang tersebut, mereka bertemu langsung dengan 100 orang. Namun, hingga kini mereka hanya bisa berteman dengan 5 orang. Berarti rasio suksesnya hanya 0,5 persen, sangat kecil!

Dengan aplikasi kencan cepat StepUp, Kenneth berharap bisa memberikan hasil lebih baik kepada banyak orang.

[sya]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini