Ritual-ritual Unik Orang Dulu di Seluruh Dunia Ketika Gerhana Matahari
Merdeka.com - Gerhana matahari perlahan kini mulai muncul di Indonesia. Gerhana matahari kali ini terbilang unik. Pasalnya, Gerhana Matahari ini disebut sebagai Gerhana Matahari Hibrida.
Gerhana Matahari Hibrida ini sederhananya adalah gerhana Matahari yang tampak dari sebagian wilayah Bumi sebagai gerhana Matahari total, tetapi di sebagian wilayah lain tampak sebagai gerhana Matahari cincin.
Gerhana matahari total akan terjadi di wilayah timur Indonesia seperti di Maluku, Papua, dan Papua Barat. Sementara di Lampung dan Jakarta, akan terlihat sebagian.
Banyak hal atau ritual yang kerap dilakukan oleh masyarakat di seluruh dunia kala gerhana matahari muncul. Berikut adalah ritual-ritual menarik masyarakat di seluruh dunia saat gerhana matahari muncul:
Tutup Pintu dan Jendela Rapat-rapat
Di Indonesia, bagi wanita hamil pantang untuk melihat gerhana matahari. Mitosnya bayi yang lahir akan menjadi hitam. Maka itu, para wanita hamil diharuskan untuk bersembunyi di bawah kolong tempat tidur.
Selain itu, bagi anak-anak dilarang untuk melihat. Hal tersebut bagi sebagian kepercayaan masyarakat bisa menyebabkan kebutaaan. Namun bagi peneliti senior antariksa BRIN, Thomas Djamaludin, tidak ada hubungan antara gerhana dengan ibu hamil atau sinar matahari yang berbahaya saat gerhana.
"Gerhana matahari tidak memancarkan radiasi yang berbeda dari pada radiasi yang ada pada matahari. Gerhana matahari total itu radiasi matahari tertutup oleh bulan tidak berbahaya sama sekali," kata Thomas dikutip dari laman resmi Kominfo.
Memukul Peralatan Dapur
Membunyikan peralatan dapur adalah salah satu di antara mitos saat Gerhana muncul. Namun ini dikhususkan untuk gerhana bulan. Tujuan membunyikan agar gerhana cepat pergi.
Ritual unik lainnya saat fenomena Gerhana adalah membunyikan peralatan dapur.Membunyikan peralatan dapur, oleh sebagian penduduk Timur Tengah bertujuan untuk mengusir gerhana.
Masyarakat beranggapan gerhana bulan petanda sedang marah. Sehingga dengan memukul peralatan dapur maka gerhana akan lekas pergi.
Menyucikan Diri
Fenomena gerhana matahari maupun bulan, bagi beberapa penganut Hindu adalah ritual. Menahan diri dari kegembiraan.
Sebelum fenomena alam itu muncul, mereka berbondong-bondong membersihkan bagian rumah dan membuang makan yang sudah dimasak. Ini lantaran dianggap sudah tak murni lagi.
Setelah itu, ketika gerhana dimulai, mereka mengadakan mandi ritual dan bernyanyi hingga gerhana selesai. Lalu, mereka keluar rumah untuk memberikan sedekah kepada orang-orang tak mampu.
Memanah Bulan
Kegiatan ini merupakan mitos yang diyakini oleh penduduk China kuno. Berbeda dengan penganut Hindu, mereka justru merasa waktunya untuk berperang ‘melawan’ gerhana. Hal yang dilakukannya adalah dengan memanah bulan. Langkah ini diharapkan matahari akan muncul dan bersinar lagi.
Bahkan sekitar abad 19, pelaut Cina ditemukan sedang menembakkan meriam ke arah gerhana bulan. Tembakan meriam ke bulan tersebut bertujuan untuk mencegah bulan yang dianggap sebagai naga pemakan matahari.
(mdk/faz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya