Buku Mimpi Mesir Kuno Ini Mengungkap Prediksi tentang Masa Depan

Mimpi baik dan buruk diklasifikasikan dalam buku pedoman bangsa Mesir Kuno itu.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Buku Mimpi Mesir Kuno Ini Mengungkap Prediksi tentang Masa Depan
Buku Mimpi Mesir Kuno Ini Mengungkap Prediksi tentang Masa Depan (Merdeka.com)

Mimpi baik dan buruk diklasifikasikan dalam buku pedoman bangsa Mesir Kuno itu. 

Kepercayaan bahwa mimpi dapat meramalkan masa depan telah ada sejak zaman kuno. 

Pada masa lalu, orang-orang meyakini bahwa mimpi memiliki kemampuan untuk meramalkan masa depan melalui indra keenam, sebuah cara untuk mendapatkan informasi tentang masa depan yang tidak dapat diperoleh melalui cara konvensional.

Dok. Istimewa
© Flickr/Cecilia García

Seperti halnya banyak orang saat ini, masyarakat Mesir Kuno meyakini bahwa tanda-tanda tertentu yang muncul dalam mimpi dapat memberikan informasi penting tentang masa depan yang tidak dapat diprediksi secara normal. 

Dok. Istimewa
© Oleh Photographed by the British Museum; original artist unknown - What Life Was Like on the Banks of the Nile, edited by Denise Dersin

Mimpi dianggap sebagai pesan dari para dewa yang dapat meramalkan kejadian yang akan datang atau menunjukkan nasib baik. Oleh karena itu, pemahaman terhadap mimpi menjadi bagian penting dari budaya pada masa itu.

Dilansir dari Ancient Pages, Kamis (18/4), salah satu artefak yang membuktikan keyakinan ini adalah Buku Mimpi Mesir Kuno, sebuah papirus hierarkis yang mungkin berasal dari awal pemerintahan Ramses II. Buku ini berisi berbagai mimpi beserta interpretasinya.
 
Dalam buku itu, mimpi-mimpi baik dan buruk dipisahkan dan setiap mimpi diikuti dengan interpretasinya.

Misalnya, melihat diri sendiri dalam mimpi memandang ke luar jendela dianggap sebagai pertanda baik, sementara melihat tempat tidur terbakar dianggap sebagai pertanda buruk.

Dok. Istimewa
© AXP Photography/Pexels

Di Mesir Kuno, pendeta berperan sebagai penafsir mimpi dan penafsiran mimpi sering kali didasarkan pada agama yang dianut oleh seseorang, apakah dia pengikut Horus atau Seth. Meskipun begitu, ada kekhawatiran bahwa si pemimpi dapat diakses oleh roh jahat, membuka pintu bagi gangguan makhluk yang tidak diinginkan.

Meskipun zaman telah berubah, mimpi telah menjadi bagian integral dari kehidupan manusia selama ribuan tahun dan tradisi dalam menafsirkan mimpi terus berkembang di berbagai budaya di seluruh dunia.

Melalui penafsiran mimpi, manusia mencoba untuk mendapatkan wawasan tentang masa depan dan menjaga hubungan dengan dunia spiritual.

Rekomendasi