Begini Cara China Persiapkan ‘Pertempuran’ Teknologi dengan AS

Persaingan teknologi antar kedua negara makin sengit.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Begini Cara China Persiapkan ‘Pertempuran’ Teknologi dengan AS
Persaingan teknologi antar kedua negara makin sengit. (merdeka.com)

Persaingan teknologi antar kedua negara makin sengit. 

Ketatnya persaingan teknologi membuat beberapa negara berlomba-lomba untuk membuat terobosan, termasuk China dan Amerika Serikat (AS). 


Kedua negara itu betul-betul dalam posisi bersaing untuk menempati posisi pertama.  

China sebagai negara yang memiliki kapasitas komputasi terbesar kedua di dunia masih tetap mengembangkan teknologi di negaranya untuk meningkatkan ekonomi digital serta menangkal pembatasan teknologi dari Amerika. 

Perkembangan teknologi diperlukan China untuk memperkuat ekonomi, terutama pada pondasi yang kuat di sektor ekonomi digital. 

Penguatan pada sektor ekonomi digital ini juga merupakan bagian dari pertempuran atau perang teknologi antara China dan Amerika Serikat (AS). 

Penguatan pada sektor ekonomi digital ini juga merupakan bagian dari pertempuran atau perang teknologi antara China dan Amerika Serikat (AS). 
merdeka.com

Para pejabat tinggi di China mendesak agar untuk ditingkatkannya daya teknologi di China karena Presiden AS, Joe Biden melakukan pembatasan kemajuan teknologi dan pembangunan di China.

Dok. Istimewa
merdeka.com

Lebih dari 41 persen hasil perekonomian di China berasal dari ekonomi digital, dengan dibantu Tiongkok yang memiliki kapasitas komputasi terbesar kedua di dunia, setelah AS.

Dok. Istimewa
merdeka.com

Karena merasa adanya ketertinggalan dari kemajuan dari AS, menurut Menteri Industri dan Teknologi Informasi China, Jin Zhuanglong yang dikutip dari South China Morning Post, (23/08), mengatakan bahwa untuk mengejar ketertinggalan, sebagai ekonomi kedua terbesar di dunia China harus mempercepat pembangunan pusat komputasi nasional dan pusat pengambilan data.

Dok. Istimewa
merdeka.com

Selanjutnya, penggunaan mata uang Dollar sebagai alat pembayaran Internasional menurut China hal tersebut digunakan AS untuk persenjataan mata uang agar posisi ekonomi terbesar dan pertama tetap dipegang oleh AS. 

Perusahaan-perusahaan yang bahan bakunya bergantung kepada AS maka dari Tiongkok akan mengancamnya dengan pajak yang tinggi.

Perusahaan-perusahaan yang bahan bakunya bergantung kepada AS maka dari Tiongkok akan mengancamnya dengan pajak yang tinggi.
Dok. Istimewa

Hal tersebut telah dilakukan sejak era pemerintahan Trump sampai dengan pemerintahan Joe Biden kini China masih menerapkan sistem yang sama. 

Dok. Istimewa
merdeka.com

Upaya itu dilakukan agar persaingan ekonomi dan teknologi di China dapat menyaningi AS. Bahkan, China memaksa produsen AS yang ada untuk pindah ke luar negeri.  

Rekomendasi