Ahli paleontologi Matt Friedman terkejut saat tak sengaja menemukan fosil otak ikan berusia 319 juta tahun. Fosil yang dilaporkan ScienceAlert, Senin (20/2), begitu detail. Kejadian tak sengaja itu saat dirinya menguji pemindaian mikro-CT untuk sebuah proyek.
"Fosil otak ikan ini benar-benar detail. Saat saya meneliti, hampir tak percaya dan bergumam pada diri sendiri; 'Apakah ini benar-benar otak yang saya lihat?" kata Friedman ilmuwan dari Universitas Michigan.
"Dan pada akhirnya, kami harus memutuskan untuk membawa penelitian ini lebih jauh," tambah Friedman.
Biasanya, satu-satunya jejak kehidupan purba yang tersisa berasal dari bagian keras hewan yang lebih mudah diawetkan, seperti tulang mereka, karena jaringan lunak cepat rusak. Namun dalam kasus ini, mineral padat dan zat-zat kimia lainnya membuat jaringan yang kemungkinan besar terawetkan lebih lama di lingkungan rendah oksigen
"Di sini kami telah menemukan ‘pelestarian’ yang luar biasa dalam sebuah fosil yang diperiksa beberapa kali sebelumnya oleh banyak orang selama abad yang lalu," jelas Friedman.
"Ini bisa berhasil, karena kita memiliki alat baru untuk melihat lebih jauh ke dalam fosil ini," tambah dia.
Ikan muara prasejarah ini kemungkinan sedang berburu serangga. Ia berjalan dengan sirip yang ditopang batang bertulang yang disebut pari. Ikan bersirip pari, subkelas Actinopterygii, merupakan lebih dari separuh hewan bertulang belakang yang masih hidup saat ini, termasuk tuna dan kuda laut serta 96 persen dari semua ikan.