Elon Musk Jadi Orang Kaya Pertama dalam Sejarah yang Kekayaannya Hilang Rp 3.133 T

Elon Musk harus rela kehilangan kekayaan bersihnya mencapai USD 200 miliar atau Rp 3.133 triliun. Gara-gara beli Twitter?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Elon Musk Jadi Orang Kaya Pertama dalam Sejarah yang Kekayaannya Hilang Rp 3.133 T
elon musk. ©AFP

Saat ini barangkali menjadi hari-hari yang tak menyenangkan bagi Elon Musk. Orang terkaya berkat perusahaan teknologinya harus menangguh risiko besar. Ya, ia harus rela kehilangan kekayaan bersihnya mencapai USD 200 miliar atau setara dengan Rp 3.133 triliun. Mengutip laporan baru yang dilansir dari GizChina, Selasa (3/1), Elon menjadi orang pertama dalam sejarah yang kehilangan kekayaan sebegitu besarnya.

Elon Musk adalah orang kedua dalam sejarah yang kekayaannya melampaui USD 200 miliar. Yang pertama adalah Jeff Bezos, bos Amazon. Sekarang, Musk menikmati pencapaian yang jauh lebih pahit sebagai orang pertama yang kehilangan kekayaan bersih USD 200 miliar. Kerugiannya melibatkan Tesla, yang telah menjadi salah satu sumber pundi-pundi kekayaannya paling sukses.

Jatuhnya saham Tesla, termasuk penurunan 11 persen yang terbaru, membuat kekayaan Elon Musk turun menjadi USD 137 miliar. Ini adalah penurunan besar, mengingat kekayaannya mencapai angka USD 340 miliar pada 4 November 2021.

Walau begitu, dia tetap masuk menjadi jajaran orang terkaya di dunia hingga bulan ini. Kini, orang terkaya di dunia bukan lagi Elon Musk, melainkan Bernard Arnault. Pengusaha Prancis berada di belakang merek seperti Louis Vuitton.

Penurunan saham Tesla begitu signifikan dan agak melankolis. Mengapa demikian? Perusahaan melewati tonggak sejarah pada tahun 2021. Namun pada tahun 2022, Tesla mengalami penurunan sebesar 69 persen. Sementara itu, Elon Musk tetap fokus pada aksi ‘tebar pesona’ dengan membeli Twitter.

Tesla melihat para pesaingnya mengejar di segmen listrik. Baru-baru ini, Renault menawarkan kompetisi kepada Tesla. Demikian pula, pembuat mobil lain. Untuk mempertahankan pelanggan, Tesla menawarkan diskon USD7.500 untuk mempercepat pengiriman dua model terlarisnya.

Perusahaan juga mengurangi produksi di Pabrik Shanghai. Saat ini belum diketahui apakah Elon Musk akan mengadopsi postur yang berbeda untuk mengembalikan Tesla ke keadaan semula atau akan terus berjuang dengan pengguna Twitter. Bahkan, ada desas-desus yang menunjuk ke masa pensiunnya sebagai CEO Tesla.

Rekomendasi