Regulator komunikasi Rusia pada hari Senin, (28/2), menuntut TikTok berhenti memasukkan konten terkait militer dalam posting yang direkomendasikan untuk anak di bawah umur. Hal itu mereka umumkan dalam sebuah postingan resmi melalui Telegram.
Reuters melaporkan, Selasa (1/3), regulator Roskomnadzor mengatakan telah mengidentifikasi konten pada aplikasi berbagi video yang terkait dengan ‘operasi militer khusus’ Rusia di Ukraina dan sebagian besar bersifat anti-Rusia.
Sebelumnya, Rusia telah bersikap tegas dengan mendenda perusahaan teknologi itu dan meningkatkan tekanan pada platform tersebut selama konflik.
Seorang juru bicara TikTok mengatakan bahwa mereka telah membatasi akses ke media-media pro pemerintah Rusia seperti RT dan Sputnik di seluruh Uni Eropa. Begitu juga dengan Facebook yang memblokir akses ke dua media kaki tangan Rusia itu.
TikTok populer di kalangan pengguna yang lebih muda dan juga memiliki versi yang ditujukan untuk anak-anak di bawah 13 tahun. Tidak jelas apa maksud regulator Rusia dengan mengatakan TikTok merekomendasikan konten khusus untuk anak di bawah umur. Perusahaan baru-baru ini mengatakan sedang menguji pembatasan konten dengan peringkat usia.
Terkait hal itu, TikTok tidak segera menanggapi permintaan komentar atas tuntutan Roskomnadzor. Namun perlu diketahui, TikTok telah banyak digunakan untuk mendokumentasikan kejadian dan berbagi informasi selama invasi Rusia ke Ukraina.