Ini Alasan Mengapa Lini Galaxy Note Tidak Akan 'Dibuang' Oleh Samsung

Ini Alasan Mengapa Lini Galaxy Note Tidak Akan 'Dibuang' Oleh Samsung

Indra Cahya
Oleh Indra Cahya - Reporter
Ini Alasan Mengapa Lini Galaxy Note Tidak Akan 'Dibuang' Oleh Samsung
Samsung Galaxy Note 20 Ultra. ©2020 Samsung via Phone Arena

Rumor terbaru menyebut bahwa Samsung Galaxy S Series tahun depan akan mengusung SPen, dan Galaxy Note akan diganti dengan Galaxy Z Fold yang merupakan smartphone lipat. Ini adalah rumor yang sudah lama beredar, dan makin menguat tahun ini.

Namun banyak yang menilai bahwa hal ini tak akan terjadi. Lini Galaxy Note yang merupakan lini smartphone premium dari Samsung diprediksi tak akan pernah hilang.

Berdasarkan prediksi dari tipster kondang di Twitter yakni Ice Universe, ia menyebut bahwa Galaxy Note terlalu kuat pasarnya untuk digantikan oleh lini smartphone lipat. Terlebih lagi, smartphone lipat belum terlalu 'mapan' secara penjualan, meski hal ini tren-nya bakal meningkat.

Sebagai contoh, tahun lalu Samsung bahkan tak bisa menjual satu juta unit Galaxy Fold. Tahun ini dengan Galaxy Z Fold2, Samsung hanya menarget 6 juta unit penjualan.

Hal ini sangat kontras dengan Galaxy Note. Rata-rata penjualan Galaxy Note tiap tahunnya adalah 10 juta unit di akhir tahun, hanya 3 hingga 4 bulan setelah lini Note dirilis di kuartal ketiga.

Terlebih lagi, Samsung tahun lalu saja menjual 296 juta unit smartphone secara keseluruhan. Hal ini membuat penjualan Galaxy Fold pada dasarnya bisa diabaikan.

Terlalu Mahal

Seperti kita tahu, harga smartphone lipat memang terlalu mahal untuk jadi mainstream. Hal terlihat dari harga smartphone lipat termurah Samsung yakni Galaxy Z Flip, lebih mahal kira-kira Rp5 jutaan ketimbang lini Note.

Terlebih lagi lini Z Fold yang pada dasarnya mengusung harga dua kali lipat dari lini Note.

Menurut Anda, apa yang harus dilakukan Samsung?

Rekomendasi