Sudah jadi informasi lawas jika Apple bersitegang dengan FBI. Hal ini diawali ketika Apple menolak permintaan FBI untuk membuka kunci iPhone 5c milik teroris pelaku penembakan San Bernardino.
Hal ini berlanjut belakangan ini, dan Apple tetap menolak.
FBI sendiri kini telah menciptakan sebuah laboratorium yang didedikasikan untuk membuka kunci iPhone, serta perangkat lain. Melalui laboratorium ini, terdapat sebuah proyek yang sukses dalam membobol iPhone.
Melansir Bloomberg, terdapat sebuah surat yang dikutip dalam laporan tersebut, bahwa FBI menghabiskan hampir dua bulan untuk membuka kunci iPhone 11.
iPhone 11 ini adalah milik Lev Parnas, seseorang yang berkongsi dengan Rudy Giuliani, politikus sekaligus orang kepercayaan Trump yang diduga mencari cara kotor untuk menjatuhkan lawan Trump yakni Joe Biden.
Advertisement
Seperti yang diketahui, sistem biometrikasi Apple adalah Face ID dan ini tak mungkin bisa diakses orang selain pemilik. Jadi, FBI membukanya lewat penggunaan PIN.
Mengingat PIN memiliki 6 digit, akan ada 999.999 kombinasi yang memungkinkan. Dengan ini, sebenarnya waktu dua bulan sebenarnya adalah waktu tercepat. Pembobolan bisa menghabiskan waktu jauh lebih lama lagi.
Sisi yang lebih baik lagi, jika Anda pemilik iPhone, terdapat berbagai sistem yang lebih dari sekadar PIN untuk melindungi data Anda. Jadi jika iPhone Anda hilang, data Anda di dalamnya aman.