Bahagianya bos AirBnB, 3 juta orang memesan penginapan saat malam tahun baru

Bahagianya bos AirBnB, 3 juta orang memesan penginapan saat malam tahun baru. Cuitan bahagia terlihat dari akun Twitter Brian Chesky, co-founder & CEO AirBnb. AirBnb sendiri merupakan marketplace penginapan. Dalam cuitannya itu, @bchesky, mengungkapkan kenaikan pemesanan penginapan yang berasal dari situsnya itu.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bahagianya bos AirBnB, 3 juta orang memesan penginapan saat malam tahun baru
AirBnB. ©2017 Merdeka.com

Cuitan bahagia terlihat dari akun Twitter Brian Chesky, co-founder & CEO AirBnb. AirBnb sendiri merupakan marketplace penginapan. Dalam cuitannya itu, @bchesky, mengungkapkan kenaikan pemesanan penginapan yang berasal dari situsnya itu. Terutama saat malam pergantian tahun.

Pada data yang ia paparkan di akun media sosialnya, memperlihatkan kenaikan pemesan saat malam pergantian tahun baru di tahun 2009 hingga 2017. Di tahun 2009 atau malam pergantian menuju tahun 2010, pemesan kamar penginapan dari platform besutannya itu baru mencapai 1.400 pemesan. Maklum, tahun 2009 adalah tahun pertama AirBnb.

Namun, tak disangka jumlah itu terus meningkat di setiap malam tahun baru. Dari 1.400 pemesan di tahun 2009, menjadi lebih dari dua kali lipat yakni 6.000 pemesan. Selanjutnya, pada tahun berikutnya, menjadi 31.000 pemesan.

Hingga pada malam pergantian tahun 2017 kemarin, tembus 3 juta pemesan. Bila dilihat dari tahun ke tahun, kenaikan jumlah pemesan penginapan di AirBnb saat malam tahun baru, selalu tumbuh eksponensial atau lebih dari dua kali lipat.

Namun, pertumbuhan ekponensial itu terjadi pada rentang waktu antara tahun 2009 sampai dengan tahun 2015. Setelahnya, trend peningkatan itu mulai tak gila-gilaan. Misalnya saja, dari tahun 2015 ke 2016, tercatat adanya pertumbuhan dari 1,1 juta pemesan dari tahun 2015 menjadi 2 juta pemesan pada tahun 2016. Kemudian di tahun 2017, mencapai 3 juta pemesan.

Berikut adalah data yang dipaparkan oleh Brian.

Data pengguna AirBnB di tahun baru ©2018 Merdeka.com

Berdasarkan informasi yang dilansir dari dailycaller, Selasa (2/1), AirBnB saat ini telah memiliki mitra sebanyak 260 juta penginapan. Dari jumlah itu, kini AirBnB memiliki valuasi perusahaan senilai USD 30 miliar. Dengan pertumbuhan yang meningkat itu, regulator di beberapa negara mencoba untuk membatasi AirBnB demi hidupnya hotel-hotel yang lainnya.

Rekomendasi