Google: Indonesia jadi raja ekonomi digital di Asia Tenggara

Google bertekad membantu bisnis Indonesia, terutama ekonomi digital.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Google: Indonesia jadi raja ekonomi digital di Asia Tenggara
Press Conference Google Indonesia bersama Temasek. ©2016 Merdeka.com

Indonesia akan menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, berdasarkan riset Google dan Temasek Singapura. Riset itu memprediksi pasar online di Indonesia mencapai USD 81 miliar di 2025.

Tony Keusgen, Managing Director dari Google Indonesia, mengatakan pertumbuhan di Indonesia saat ini akan secara dramatis mengubah keadaan ekonomi pada 10 tahun ke depan. "Peluang Indonesia sangat besar, yakni USD 81 miliar, dan saya yakin bahwa tantangan yang ada akan dapat diatasi, seperti yang dapat dilihat saat ini dengan adanya sejumlah perusahaan lokal yang berhasil melebarkan usahanya di wilayah ini," ujar Keusgen di Jakarta saat press conference risetnya bersama Temasek, Kamis (25/8) sore.

Press Conference Google Indonesia bersama Temasek ©2016 Merdeka.com

Hadir dalam pemaparan itu, Nadiem Makarim, founder Go-Jek Indonesia; Hadi Wenas, CEO Mataharimall.com, dan Daniss Muhamad, Chief Marketing Oficer Traveloka.

Menurut dia, Google bertekad membantu bisnis Indonesia, terutama ekonomi digital. Mulai dari pemain nasional e-commerce terbesar hingga ke toko lokal terkecil untuk mencapai pelanggan baru dan mendunia.

Secara umum riset Google dan Temasek ini menyoroti peluang bisnis digital di Asia Tenggara sebesar USD 200 miliar pada 2025. Riset ini juga menyoroti Indonesia sebagai salah satu populasi pengguna Internet yang pesat berkembang di dunia. Sebelum 2020, pengguna internet di Indonesia mencapai 215 juta, dengan pertumbuhan sebesar 19 persen per tahun.

Pasar online Indonesia juga akan booming dalam 10 tahun ke depan, dengan nilai transaksi mencapai $81 miliar sebelum 2025. Dari nilai tersebut, sektor e-commerce akan mencapai 57 persen atau setara USD 46 miliar.

Dengan konteks itu, kata riset itu, ini menunjukkan Indonesia siap menjadi destinasi tertinggi di wilayah Asia Tenggara bagi venture capital yang mencari perkembangan di ekonomi digital baru. Indonesia juga dinilai merupakan tempat menarik memulai startup. Apalagi Indonesia sudah menjadi tuan rumah terbesar dengan jumlah startup 2.033 dri total 7.000 startup di Asia Tenggara. Jumlah ini lebih besar dari Singapura yang memiliki 1.850 startup.

Rekomendasi