Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profesi AI Trainer Makin Diperlukan di Masa Mendatang

Profesi AI Trainer Makin Diperlukan di Masa Mendatang kecerdasan buatan. pixabay

Merdeka.com - Felix Yuwono, Head of Artificial Intelligence (AI), Lazada Indonesia mengungkapkan pentingnya peran AI Trainer serta keahlian apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi seorang AI Trainer. Lantas, apa itu AI Trainer? AI Trainer merupakan profesi di industri teknologi yang bertanggung jawab melatih kecerdasan buatan agar optimal dalam melakukan tugasnya.

"Di industri yang serba digital seperti sekarang, banyak sekali pintu yang terbuka untuk berbagai profesi baru termasuk AI Trainer, yang bertugas melatih kecerdasan buatan agar dapat optimal dalam melakukan tugasnya," kata Felix kepada merdeka.com melalui siaran persnya, Jumat (18/9).

Dilanjutkan Felix, peran AI Trainer menjadi penting karena harus dapat membentuk karakter kecerdasan buatan agar dapat memahami berbagai ragam gaya bahasa yang digunakan dan membantu memahami pertanyaan konsumen yang berbeda-beda termasuk pengenalan gaya bahasa, bahasa daerah, bahasa sehari-hari, dan singkatan-singkatan jaman sekaran.

"Setiap hari seorang AI Trainer bertugas menganalisa jawaban yang diberikan dan ‘mengajari’ Chatbot untuk mengenali bahasa yang beragam dan memberikan jawaban yang solutif dengan bahasa yang mudah dipahami," ujar Felix.

Meski begitu, kata dia, yang menarik adalah seorang AI Trainer tidak melulu harus canggih dalam membuat program komputer, tapi juga harus memiliki kemampuan analisa dan kreativitas untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang kompleks.

"AI Trainer perlu benar-benar memahami apa yang ditanyakan dan apa yang menjadi masalah bagi konsumen, mengecek data, memberikan solusi terbaik, melatih chatbot, mengimplementasikan solusi tersebut, dan melihat apakah solusi tersebut berdampak bagi konsumen atau tidak," ungkap dia.

AI Trainer juga harus dapat mengamati tren terkini dan kekinian, mengenali perubahan gaya bahasa termasuk gaya percakapan dan istilah slang terkini, serta memperbaharui program AI sesuai dinamika yang ada. Dengan berbagai keahlian serta pengetahuan baru yang didapatkan dalam menjalani proses pengembangan chatbot ini, mereka pun dapat memperdalam spesialisasi mereka di bidang AI.

"Chatbot memang tidak akan pernah menggantikan manusia, namun dapat membantu menjawab pertanyaan yang repetitif. Ketika chatbot harus memecahkan masalah yang kompleks, saat itulah kreativitas dan pemikiran analitis seorang AI Trainer dalam melatih dan mempersiapkan chatbot memainkan peran yang sangat penting," tutup Felix.

(mdk/faz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP