Permintaan kebutuhan teknologi otomasi meningkat

Rabu, 11 Juli 2018 13:10 Reporter : Fauzan Jamaludin
Ilustrasi robot dan manusia. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Permintaan akan otomasi dan robotika terus bertumbuh di Indonesia, terutama di sektor otomotif, elektronik, industri alas kaki dan tekstil. Di tahun 2016, elektronik merupakan penyumbang GDP terbesar keempat dalam industri manufaktur, mencatat jumlah ekspor mencapai 12 miliar. Sektor industri ini merupakan pengguna robot kolaboratif atau cobot paling besar.

Hal tersebut diakui juga oleh Shermine Gotfredsen, General Manager, Southeast Asia and Oceania, Universal Robots. Dia berkata permintaan Cobot semakin meningkat di Indonesia.

"Karena para pelaku industri ingin meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya operasional, mengatasi kekurangan tenaga kerja, dan meningkatkan daya saing. Maka permintaan teknologi otomasi dan robotika meningkat," jelasnya melalui keterangan resmi, Rabu (10/7).

Meski terjadi peningkatan, berdasarkan hasil survei International Federation of Robotics tahun 2016, peringkat Indonesia masih rendah bila dibandingkan dengan negara lain seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia. Di sisi lain, menurutnya, Indonesia harus lebih menggencarkan teknologi robotika ini. Sebab, merujuk pada roadmap Making Indonesia 4.0 transformasi industri yang bakal dilakukan adalah dengan robotika.

Sementara itu dalam keterangan resminya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Ngakan Timur Antara mengatakan dengan penggunaan teknologi terkini dan berbasis internet, muncul pula permintaan jenis pekerjaan baru yang cukup banyak, seperti pengelola dan analis data digital, serta profesi yang dapat mengoperasikan teknologi robot untuk proses produksi di industri.

"Bahkan, ada beberapa potensi keuntungan yang dihasilkan sebagai dampak penerapan konsep Industry 4.0," ujarnya.

Keuntungan tersebut, antara lain mampu menciptakan efisiensi yang tinggi, mengurangi waktu dan biaya produksi, meminimalkan kesalahan kerja, dan peningkatan akurasi dan kualitas produk.

Sebelumnya, negeri ini telah menyiapkan langkah-langkah untuk memasuk industry 4.0 ini. Langkah tersebut adalah dengan menyiapkan lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan untuk memperkuat fundamental struktur industri Tanah Air. Adapun kelima sektor tersebut, yaitu Industri Makanan dan Minuman, Industri Otomotif, Industri Elektronik, Industri Kimia, serta Industri Tekstil. [faz]

Topik berita Terkait:
  1. Robot
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini