Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perkenalkan ReCharge, aplikasi sewa power bank pertama di Indonesia

Perkenalkan ReCharge, aplikasi sewa power bank pertama di Indonesia recharge launching. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Asyik memainkan smartphone akibat banyak mengunakan aplikasi mobile membuat baterainya cepat boros. Solusinya tentu smartphone didaya ulang. Biasanya isi daya ulang ini dilakukan di rumah, kantor, atau dengan perangkat power bank. Namun, sering kali power bank juga habis dayanya.

Nah, kini ada solusi menarik yang ditawarkan oleh aplikasi ReCharge dari PT Jalan Terus Saja. Startup lokal ini menyediakan layanan sewa power bank berbasis aplikasi di Indonesia. Saat ini ReCharge memiliki 200 mesin (station) yang menjadi tempat menyewakan power bank.

Mesin-mesin ini berada di 100 lokasi publik di kawasan Jabodetabek, seperti mal, rumah sakit, sekolah, gedung perkantoran, dan sebagainya. Contohnya, Mal Pondok Indah, Pacific Place, FX Sudirman, Mal Kelapa Gading, Kuningan City, Bintaro Jaya Xchange, Living World, Mega Bekasi Hypermall, Mall BTM Bogor, dan lain-lain.

recharge launching

recharge launching ©2018 Merdeka.com

Untuk bisa menggunakan layanan ini, Anda harus mengunduh aplikasi mobile ReCharge di Play Store (OS Android) atau App Store (iOS). Menariknya, pengisian saldo di aplikasi ReCharge ini bisa dilakukan secara tunai dan nontunai, seperti Go-Pay, OVO, TCASH, BCA Virtual Account, transfer bank, dan perusahaan yang memiliki loyalty poin seperti Telkomsel Poin.

Power bank ReCharge yang bisa disewa berkapasitas 4.000 mAh yang dilengkapi fast charging technology. Dengan demikian, masing-masing power bank mampu melakukan hingga dua kali pengisian ulang baterai sampai penuh berdasarkan kapasitas rata-rata baterai. Dari segi dimensi, power bank ReCharge berukuran 135 x 76 x 16 milimeter dan berbobot ringan sehingga sangat mudah dibawa.

Dick Listijono, Co-Founder dan Chief Executive Officer (CEO) ReCharge, menjelaskan di lokasi-lokasi tersebut masyarakat bisa menyewa power bank dari mesin ReCharge dengan harga terjangkau, yakni Rp 10 ribu per hari (24 jam). Jika masa sewanya habis, power bank-nya bisa dikembalikan di mesin di lokasi mana pun.

"Sebagai startup, ReCharge hadir dengan ide mendukung produktivitas dan mobilitas masyarakat dengan menjaga daya ponselnya secara mudah, agar tetap terkoneksi dengan baik. Kami melihat masyarakat Indonesia pada usia produktif sangat lekat dengan ponsel dan memiliki kebutuhan tetap terkoneksi, karena daya baterai ponsel seperti 'nyawa' produktivitasnya. ReCharge berkomitmen memberikan solusi yang dapat diakses dengan mudah, terjangkau, dan fleksibel, yakni fasilitas sewa power bank di berbagai lokasi yang tersebar di mana-mana, dengan pengembalian power bank tersebut dapat dilakukan di lokasi berbeda, sehingga pengguna tidak perlu khawatir produktivitasnya akan terganggu,” ujar Dick, saat grand lauching ReCharge di Jakarta, Selasa (23/10).

Menurut Dick, pihaknya akan terus menambah titik lokasi ReCharge Station di berbagai lokasi, seperti rumah sakit, bandara, dan stasiun kereta.

Sejak beroperasi pada Maret lalu, aplikasi ReCharge telah diunduh lebih dari 50.000 orang. ReCharge menargetkan hingga akhir tahun ini jumlah station di Jabodetabek bertambah minimal dua kali lipat dari jumlah saat ini yang 200 station. (mdk/sya)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP