NASA buka tour ke matahari, ada yang mau ikut?

Sabtu, 7 April 2018 15:04 Reporter : Yoga Tri Priyanto
NASA buka tour ke matahari, ada yang mau ikut? pendaftaran tour ke matahari. ©2018 nasa.gov

Merdeka.com - Sebuah berita yang cukup menarik baru-baru ini menggelitik sebagian orang. Seperti yang diketahui, NASA akan mengadakan sebuah misi besar pada pertengahan tahun ini. Mereka dikabarkan akan membuka tour wahana terbang ke matahari bersama Parker Solar Probe. Tentu saja tidak terjun langsung ke matahari, melainkan hanya melakukan perjalanan mengorbit atmosfer matahari.

"Wahana ini akan melakukan perjalanan ke wilayah yang belum pernah dijelajahi oleh manusia," kata Thomas Zurbuchen, Administrator Asosiasi untuk Direktorat Misi Sains NASA.

"Misi tersebut akan menjawab pertanyaan yang berusaha diungkapkan para ilmuwan selama lebih dari enam dekade," tambahnya.

Misi ini disebut-sebut sebagai misi pertama untuk mendekati bintang dan misi pertama NASA untuk mendekati Matahari.

Dalam misi bersejarah itu juga, NASA mengajak kamu semua untuk turut terbang bersama Parker Solar Probe menuju atmosfer Matahari.

Sampai tanggal 27 April 2018, kamu diundang untuk mendaftarkan diri di http://go.nasa.gov/HotTicket. Setelah terdaftar, kamu juga bisa mencetak sertifikat yang menjadi bukti keikutsertaan kamu dalam misi ini.

Parker Solar Probe dirancang untuk menghormati Prof Eugene Parker, astrofisikawan Amerika berusia 90 tahun yang pada tahun 1958 membuktikan adanya badai Matahari. Wahana seharga sekitar US$ 1,5 miliar ini dirancang di laboratorium Johns Hopkins University.

Parker Solar Probe yang akan diluncurkan antara 31 Juli dan 19 Agustus 2018 tidak langsung terbang menuju Matahari.

ilustrasi pesawat luar angkasa menuju matahari 2018 Mirror.co.uk

Sebelumnya, wahana ini akan terlebih dahulu terbang ke Planet Venus dan mengitari orbitnya sebanyak tujuh kali. Setelah itu, Parker Solar Probe akan melakukan penerbangan pendekatan ke Matahari, di antaranya akan memasuki orbit Merkurius.

Misi utama Parker Solar Probe adalah untuk melacak bagaimana energi dan panas bergerak melalui atmosfer terluar Matahari yang disebut korona, serta meneliti apa yang mempercepat angin Matahari serta partikel energik Matahari.

Dengan data-data pengamatan yang akan didapatkan, diharapkan akan membantu meningkatkan prakiraan peristiwa-peristiwa cuaca di luar angkasa yang dapat mempengaruhi atau berdampak pada Bumi.

Dengan mengendarai Parker Solar Probe, diyakini bahawa pesawat ini bisa bertahan dalam suhu ekstrem hingga 2.500 derajat Fahrenheit (sekitar 1.371 derajat Celsius).

Nanti, pesawat bertugas untuk mengumpulkan data yang dipelajari ke Bumi dalam jarak 89 juta mil untuk membantu peneliti mengamati karakteristik atmosfer dan korona Matahari.

Walau begitu, insinyur sistem Parker Solar Probe Jim Kinnison mengatakan masih butuh waktu lama untuk menguji pesawat sebelum akhirnya diterbangkan pada 2018.

"Alasannya, bukan perkara mudah menerbangkan wahana khusus ke orbit Matahari karena selain panas, partikel supersoniknya bisa membahayakan," tutur Kinnison.

Terkait dana pembangunan pesawat, NASA dilaporkan telah menggelontorkan sekitar USD 1,5 miliar untuk menciptakan pesawat ini.

Pesawat luar angkasa Solar Probe Plus akan dilindungi dengan material yang diklaim tahan terhadap panas dan radiasi Matahari. Instrumennya akan dilindungi dengan material carbon-composite dan thermal protection system dengan ketebalan 4,5inci.

Sumber: Liputan6.com [ega]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini