Lubang hitam 'supermasif' ini bobotnya 3,8 milyar kali matahari!
Merdeka.com - Kita tak pernah tau apa yang bisa saja terjadi di galaksi kita. Sesuatu yang super besar terjadi pun, kita yang berada di Bumi tak akan bisa merasakan dampaknya. Dan benar, sesuatu yang besar kini telah terjadi.
Sebuah 'tabrakan' super besar, terjadi di sisi lain alam semesta kita. Bukan tabrakan biasa, hal tersebut 'melahirkan' sebuah hal yang sangat besar pula.
Para astronom baru-baru ini meneliti tentang adanya 'black hole' yang terbentuk dari saling bertabraknya tiga buah galaksi, 1,8 juta tahun cahaya jauhnya dari Bumi. Objek yang sangat besar itu menjadikan apapun yang berada di sekitar galaksi kita ini terlihat kerdil, di mana ilmuwan memperkirakan lubang hitam tersebut punya bobot 3.8 milyar kali bobot matahari yang ada di galaksi kita.
Untuk perbandingan, 'supermassive black hole' yang ada di galaksi Bima Sakti saja, besarnya hanya 4,3 juta kali bobot matahari. Hal ini menjadikan lubang hitam baru ini benar-benar 'mengerikan.'

ilustrasi lubang hitam supermasif © dailymail.co.uk
Dalam sebuah jurnal online Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, seorang astronom Australia menemukan objek tersebut ketika uji coba teleskop baru yang didanai oleh CSIRO, sebuah lembaga sains dari Australia. Memfokuskan diri ke gugusan bintang yang bernama IRAS 20100-4156, yang terbentuk dari tiga galaksi spiral yang saling menghantam satu sama lain, tim ini bisa menangkap ukuran gelombang radio yang terpancar dari gas yang ada di tengahnya.
Dari pengamatan teleskop, ditemukan bahwa gas yang terpancar bergerak dengan kecepatan 600km per detik, dua kali lebih cepat ketimbang pergerakan gas luar angkasa biasa. Hal ini memperlihatkan betapa besar gravitasi yang dimunculkan oleh lubang hitam tersebut, yang menjadikan benda disekitarnya bergerak lebih cepat. Memperlihatkan betapa besarnya pula ukurannya.

ilustrasi lubang hitam supermasif © dailymail.co.uk

ilustrasi lubang hitam supermasif © dailymail.co.uk
Lisa Harvey-Smith, seorang astrofisikawan dari CSIRO mengungkapkan bahwa penemuan ini diharapkan bisa membantu para ilmuwan untuk mengetahui bagaimana galaksi terbentuk, dan bagaimana efeknya terhadap alam semesta.
Adanya lubang hitam juga tak seberapa dikhawatirkan, meski lubang hitam sendiri punya reputasi destruktif terhadap benda-benda di sekitarnya. Hal ini dikarenakan pertabrakan galaksi ini akan membuat objek luar angkasa makin banyak dan makin menarik untuk diteliti.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya