Leganya Mengumpat: Nampak Kampungan Namun Jadi Tanda Kecerdasan

Kamis, 30 Juli 2020 16:10 Reporter : Indra Cahya
Leganya Mengumpat: Nampak Kampungan Namun Jadi Tanda Kecerdasan Ilustrasi mengumpat. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Mengumpat adalah hal yang tidak baik secara universal. Sudah banyak dikatakan bahwa mengumpat akan membuat kita terlihat tidak berkelas dan bahkan membuat kita dianggap tak kreatif karena tak bisa menghindar dari umpatan tersebut.

Namun hal sebaliknya justru diungkapkan oleh para ilmuwan. Dilansir dari Daily Mail, penggunaan umpatan pada percakapan sehari-hari adalah tanda bahwa seseorang tersebut cerdas.

Studi bahkan telah membuktikan bahwa 'mulut kotor' tersebut adalah orang yang lebih luwes dalam menyampaikan sesuatu, dan juga punya lebih banyak perbendaharaan kata yang tersimpan di otaknya.

Hal ini diungkapkan oleh Benjamin Bergen, Profesor ilmu kognitif cognitive science dari UC San Diego Amerika Serikat, yang menyatakan bahwa banyak hal salah kaprah yang kita asumsikan dari mengumpat.

Bahkan, bagaimana cara pikiran bekerja, otak bekerja, dan juga bagaimana pola manusia dalam bersosialisasi bisa dilihat hanya dari umpatan. Sang profesor sendiri adalah penulis buku berjudul 'What The F:What Swearing Reveals About Our Language, Our Brains, and Ourselves.'

Dalam risetnya tahun 2014 silam, ia telah membuktikan bahwa seseorang yang sering mengumpat justru punya lebih banyak perbendaharaan kata. Uniknya, hal ini sedikit banyak berhubungan dengan pendidikan tinggi dan rajinnya seseorang membaca literatur. Penemuan ini dipublikasikan di jurnal Language Sciences.

Selain itu, penelitian lain juga menyebutkan bahwa makin kita percaya diri untuk menggunakan kata-kata umpatan, makin terartikulasi dengan baik kita dalam berkomunikasi.

Sebuah penelitian meminta relawannya untuk mengatakan umpatan selama satu menit sebanyak apapun yang mereka ingat. Setelah selesai, mereka disuruh menyebutkan nama binatang sebanyak-banyaknya dalam satu menit juga.

1 dari 1 halaman

Dari hasil ini, mereka yang lebih tahu banyak umpatan, juga lebih tahu banyak tentang jenis binatang.

Penelitian ini diinisiasi oleh Kristin dan Timothy Jay, psikolog asal Amerika Serikat yang akhirnya berkesimpulan bahwa kemampuan mengumpat punya korelasi positif dengan kemampuan komunikasi verbal. Hal ini berupa kemampuan dalam menyampaikan sesuatu dengan nuansa yang berbeda-beda, dan mampu menggunakan bahasa yang lebih ekspresif dan sesuai konteks.

Permasalahannya dari umpatan adalah seringkali orang lain menilai kita berdasarkan pemilihan kata. Hal inilah yang mengundang asumsi mulai tak berpendidikan, kampungan, atau bahkan tak bisa mengontrol diri.

Bagaimana menurut Anda? [idc]

Baca juga:
China Susul Uni Emirat Arab Luncurkan Roket ke Mars
Uni Emirat Arab Luncurkan Roket Penjelajah Mars dari Jepang
Astronom Temukan Cahaya Terpancar Dari Dua Lubang Hitam yang Tabrakan
Fungsi Retikulum Endoplasma, Kenali Kedua Jenisnya
Laboratorium Vaksin Covid-19 Disebut Rentan Peretasan
Fungsi Mikroskop yang Perlu Anda Ketahui, Berikut Bagian-bagiannya
SpaceX Berhasil Orbitkan Dua Astronot NASA ke Luar Angkasa

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Sains
  3. Penelitian Ilmiah
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini