Kodok Gurun Marak Dijual di Dark Web Dibeli untuk Dijilat-jilat Kelenjarnya
Merdeka.com - Dark web kerap dijadikan ‘platform’ untuk menjual atau memberikan informasi yang cenderung jarang diketahui orang. Sulit untuk dilacak orang awam. Pasalnya, dark web merupakan bagian internet yang tidak bisa diakses oleh sembarang orang.
Salah satunya ialah perdagangan satwa liar. Dilaporkan ScienceAlert, Minggu (14/5), penelitian terbaru telah mengidentifikasikan ribuan spesies diperdagangkan di dark web ini. Tanpa diduga, kodok gurun termasuk di dalamnya. Menjadi bagian perdagangan illegal di dark web.
"Yang mengejutkan kami adalah bahwa mayoritas spesies yang diperdagangkan di sana adalah untuk khasiat obat rekreasi mereka. Khususnya untuk senyawa psikoaktif," kata Phill Cassey, ahli ekologi Universitas Adelaide, Australia.
Kelenjar kodok gurun mengandung racun yang secara bahasa kimianya disebut 5-MeO-DMT psikedelik. Konon zat psikedelik ini bisa membantu proses penyembuhan.
Psikedelik merupakan adalah zat halusinogen. Telah digunakan ribuan tahun dalam hal pengobatan dan praktik spiritual beragam budaya. Zat ini tergolong narkotika berbahaya. Memiliki risiko tinggi disalahgunakan dan menyebabkan ketergantungan.
Sementara 90 persen perdagangan satwa liar jaringan gelap terdiri dari tumbuhan dan jamur untuk penggunaan obat-obatan, beberapa hewan diperdagangkan untuk tujuan yang sama, seperti kodok beracun yang disebutkan sebelumnya. Kelenjar racun kodok gurun Sonoran mengandung 5-MeO-DMT psikedelik.
"Orang membeli ini untuk menjilat kelenjarnya," kata Cassey.
Sementara itu berdasarkan penelitian lain yang dilakukan Oliver Stringham ahli ekologi Universitas Adelaide Oliver Stringham dan timnya, menelusuri 2 juta iklan web gelap antara tahun 2014 dan 2020. Oliver menemukan perdagangan illegal yang melibatkan 153 jenis spesies berbeda. Sekitar 70 memiliki dari spesies itu disebut-sebut berkhasiat sebagai obat. (mdk/faz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya