Gara-Gara Pandemi Corona, Pendapatan Twitter Dilaporkan Turun
Merdeka.com - Twitter baru-baru ini merevisi proyeksi pendapatan kuartal I 2020. Hal ini disebabkan penyebaran Covid-19 yang berdampak pada penjualan iklan perusahaan.
Meski demikian, pandemi global ini meningkatkan jumlah pengguna aktif hariannya.
"Dampak Covid-19 dimulai di Asia dan menjadi pandemi global, hal ini berdampak terhadap pendapatan iklan Twitter secara global lebih siginfikan dalam beberapa pekan terakhir," ujar Chief Financial Officer Twitter, Ned Segal seperti dikutip dari Reuters, via Tekno Liputan6.com.
Twitter memperkirakan pendapatan kuartal pertama tahun ini sedikit turun secara year-over-year. Sebelumnya, perusahaan memperkirakan pendapatan antara USD 825 juta dan USD 885 juta, naik 8,6 persen dari setahun sebelumnya.
Media sosial berbasis mikroblog itu dijadwalkan mengumumkan kinerja keuangannya pada 30 April 2020.
Pengiklan Menarik Diri
Reuters mencatat, penyebaran virus Corona telah membuat media sosial seperti Twitter menjadi layanan penting bagi banyak orang.
Pasalnya, orang-orang ingin terus mengikuti perkembangan beritanya, dan tetap bisa berhubungan dengan teman-teman secara virtual.
Meski demikian, banyak pengiklan dilaporkan menarik anggaran pemasaran untuk mengendalikan keuangan karena ketikdapastian soal Covid-19. Para pengiklan juga khawatir merek mereka dikaitkan dengan topik sensitif tersebut.
Pihak Twitter sebelumnya juga mengungkapkan, total pengguna aaktif harian monetisable (mDAU) melonjak 23 persen menjadi 164 juta.
Hal ini dikarenakan percakapan mengenai Covid-19 banyak dilakukan lewat platform Twitter.
Sumber: Liputan6.comReporter: Andina Librianty
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya