Fiuh! Dosen ini nyawanya selamat berkat arloji Apple Watch
Merdeka.com - Teknologi telah membuktikan kekuatannya untuk mempermudah manusia dan memberikan kontribusi baik bagi peradaban manusia. Seperti kisah seorang dosen yang mungkin tak akan menginjakkan kaki di dunia ini lagi kalau tak ada Apple Watch.
Dilansir dari Daily Mail, seorang dosen bernama Scott Thomas yang berasal dari Wales mendeteksi kejanggalan dari dirinya melalui fitur Apple Watch. Apple Watch yang memiliki fitur pelacak detak jantung, menunjukkan bahwa rasio detak jantung pria berusia 51 tahun tersebut di bawah normal.
Melalui Apple Watch yang merupakan hadiah dari sang istri tersebut, Thomas mengetahui bahwa rasio detak jantungnya hanya 42 bpm. Angka ini cukup rendah di mana angka normalnya adalah 60 bpm hingga 100 bpm. Bpm sendiri adalah satuan berapa kali jantung berdetak per menit.
Hal ini awalnya diremehkan oleh sang dosen, pasalnya dia tak merasa ada perubahan dalam dirinya. Dia bahkan tetap berolahraga dengan main tangga dengan cepat.
Namun pada akhirnya dia tetap memeriksakan kejanggalan tersebut di sebuah rumah sakit bernama Liverpool Heart and Chest Hospital. Dokter di sana kaget, karena menyatakan dia menderita sebuah kondisi bernama 'cardiac sarcoidosis.' Kondisi aneh ini berupa tidak meresponnya jantung jika otak memerintahkannya untuk memompa lebih cepat. Akhirnya jantung sang dosen 'terlalu santai.' Tentu ini berbahaya.
Akhirnya Thomas melalui proses operasi implan defibrillator di jantungnya, jantungnya kembali normal.

Akhirnya, Apple Watch jadi segumpal teknologi canggih yang bisa menyelamatkan nyawa manusia.
Sang Dosen menyatakan bahwa: "Saya sangat kagum dengan Apple Watch, ia memberitahu saya keganjilan di tubuh saya yang bahkan tak saya rasakan sendiri." Sang istri pun menambahkan: "Aku harus mengakui bahwa Apple Watch adalah hadiah terbaik yang pernah kuberikan pada Scott. Tanpa Apple Watch, mungkin ia tak di sini saat ini."
Semoga kisah ini bermanfaat untuk Anda!
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya