Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ekosistem terumbu karang terbesar 'Great Barrier Reef' mati?

Ekosistem terumbu karang terbesar 'Great Barrier Reef' mati? Great Barrier Reef. ©2016 WWF/Catlin Seaview Survey

Merdeka.com - Sebuah klaim mengejutkan dikeluarkan oleh penulis di majalah ternama Outside, Rowan Jacobsen. Di artikel terbarunya, Jacobsen menyatakan ekosistem terumbu karang terbesar di dunia, Great Barrier Reef, telah mati. Benarkah?

"Great Barrier Reef di Australia telah mati di tahun 2016 setelah sakit yang lama. Ekosistem ini berumur 25 juta tahun," tulis Jacobsen di artikelnya. Untuk menguatkan klaimnya itu, Jacobsen menyertakan beberapa foto yang menunjukkan kerusakan parah di Great Barrier Reef yang diperkirakan sudah mencakup hampir seluruh ekosistem.

great barrier reef

Great Barrier Reef ©2016 WWF

Akan tetapi, klaim kematian ini disanggah oleh pengelola taman laut Great Barrier Reef. Menurut penelitian terbaru mereka yang dirilis minggu ini, hanya sekitar 22-25 persen bagian Great Barrier Reef yang mati akibat pemutihan karang terparah sejak ekosistem ini ditemukan tahun 1950 lalu.

great barrier reef

Great Barrier Reef kini ©2016 WWF

Pengelola Great Barrier Reef juga menambahkan bila bagian lain ekosistem terumbu karang itu tidak dalam kondisi terancam.

Namun tetap saja klaim kematian Great Barrier Reef dari Jacobsen harus diperhatikan. Sebab, berdasarkan peneliti dari Jmaes Cook University, di bulan April lalu sekitar 93 persen kawasan Great Barrier Reef terkena dampap pemutihan karang yang bisa berujung pda kematian massal karang di sana.

great barrier reef

great barrier reef

Pemutihan karang di Great Barrier Reef © Catlin Seaview Survey (mdk/bbo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP